Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 32


__ADS_3

"Hari ini paman akan mengantar kan kamu ke kampus."


"Aku bisa pergi sendiri."


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa! Mulai hari ini dan seterusnya Paman yang akan mengantar dan menjemput kamu ke kampus agar pria yang bernama Yuda itu tidak mendekati kamu lagi."


Kania menghela nafas panjang.


"Huff ternyata dia sudah sadar sepenuhnya," batin Kania.


Kania melewati Vincent dan masuk ke dalam mobil nya.. Vincent menahan nya karena dia sudah menyiapkan mobil untuk mengantarkan wanita dambaan nya itu.


"Aku sudah telat paman, jangan mencoba mengulur waktu karena Dosen ku sangat galak."


Kania menutup pintu namun Vincent mengetuk kaca mobil.


"Ada apa lagi Paman?"


Vincent menunjukkan ponsel nya.


"Saya akan menjemput kamu untuk makan siang dan jangan lupa jawab telpon kamu nanti."


Kania tidak menjawab apapun dia langsung meninggalkan Vincent.


Kania sepanjang jalan hanya bisa menghela nafas panjang.


"Sangat tidak nyaman dengan cara nya yang seperti itu."


Vincent berangkat ke kantor senyum-senyum karena sekarang dia sudah tidak menyembunyikan apapun dia hanya perlu melakukan perjuangan sedikit agar bisa meluluhkan hati Kania dan kebahagiaan sudah ada di tangan nya.


"Seperti nya Pak Vincent memiliki kabar baik hari ini, apakah kita sudah berhasil memenangkan PT Wir Asia?" tanya Tomi.


"Huff baru saja bahagia namun kamu sudah mengingatkan saya tentang masalah."


"Loh bukannya bapak bahagia karena tentang PT Wir Asia?"


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Saya bahagia karena saya berhasil mengutarakan perasaan saya kepada wanita yang saya cintai?"


"Hah! Bapak secepat itu mendapat kan pengganti Nona Minghui? Bagaimana kalau ini menjebak Bapak lagi?" tanya Tomi.


Vincent tersenyum. "Kamu benar Tomi cinta kali ini sudah menjebak saya, membuat saya gila."


Tomi melihat Vincent yang sangat aneh membuat nya bingung.


"Selama saya bekerja di sini pak Vincent tidak pernah tersenyum sebahagia ini, aku sangat penasaran siapa wanita itu."


"Sebaiknya hari ini kamu melakukan pekerjaan kamu dengan baik jangan sampai mood saya yang oke hari ini menjadi hancur karena pekerjaan yang tidak benar."


Tomi mengangguk dan langsung keluar dari ruangan Vincent.


Sementara Kania di kelas menunggu kedatangan Ulfa.


Dia tidak sabar mau bercerita kepada Ulfa tentang paman nya, dia juga mau meminta saran.


Tidak beberapa lama menunggu akhirnya Ulfa datang namun dia sama sekali tidak menyapa Kania seperti biasa nya hanya diam dan berjalan ke belakang.


Kania bingung dengan Ulfa.

__ADS_1


"Ulfa tumben banget kamu lambat datang nya?" tanya Kania menyusul ke meja Ulfa.


"Aku harus mengurus ibu ku terlebih dahulu."


"Oohh, aku mau bercerita sesuatu, kamu mau dengar kan?"


Ulfa terdiam sejenak. Dia sudah menebak kalau Kania akan bercerita tentang hubungan nya dengan Yuda.


Karena Ulfa melihat juga Kania berciuman dengan Yuda.


"Aku tidak memiliki waktu untuk itu, aku mau belajar."


"Tapi ini sangat penting Ulfa, aku sangat butuh saran kamu."


Namun Ulfa mengabaikan nya. Tiba-tiba Dosen masuk membuat Kania harus kembali ke kursi nya.


Kania melihat Yuda baru saja datang, Ulfa melihat Yuda yang tidak berhenti menatap ke arah Kania membuat nya semakin cemburu.


Seharian Kania mencoba mendekati Ulfa namun dengan banyak cara Ulfa menghindari Kania.


"Ada apa sih dengan Ulfa? Kenapa dia mengabaikan ku seperti ini?"


Kania bertanya-tanya.


Waktu makan siang Vincent menghubungi Kania ternyata dia sudah di depan kampus.


Awalnya Kania tidak mau namun Vincent mengancam Kalau Kania tidak datang dia akan menunggu di depan sambil memanggil namanya.


"Kamu kenapa dari tadi diam saja?" tanya Vincent sedang menuju ke restoran untuk makan siang.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Apa saya membuat kamu tidak nyaman? Saya minta maaf."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Kenapa lagi dengan dia? Apa dia membutuhkan uang?"


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Berbicara lah, saya tidak akan tau apa masalah nya."


"Ulfa seharian mengabaikan ku dan bahkan tidak mau berbicara dengan ku."


"Kalian berantem?"


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ada Masalah dengan dia, semua nya baik-baik saja paman, aku tidak memiliki teman aku sangat kesepian."


Vincent juga bingung dan diam saja.


Waktu nya pulang dia menawarkan tumpangan kepada Ulfa namun Ulfa langsung naik gojek dan pergi.


Kania menghela nafas panjang.


"Ada apa sih dengan dia? Aku tidak akan tau kalau dia tidak ngomong sama ku."


Sementara Yuda melihat Kania dari kejauhan dia ingin menyusul Kania yang duduk sendirian sambil termenung.


Namun dia mengingat Paman nya pagi tadi mencegat nya di tengah jalan.

__ADS_1


"Paman Vincent," ucap Yuda sambil keluar dari mobil nya begitu juga dengan Vincent keluar dari mobil nya.


Vincent tiba-tiba menarik kerah baju Yuda membuat Yuda takut.


"Ada apa Paman?"


"Kamu masih bertanya ada apa?! Kamu tidak sadar apa yang sudah kamu lakukan?"


Yuda Terdiam.


"Saya melihat kamu mencium Kania di kampus, kamu sangat lancang!"


Yuda langsung diam.


"Kamu pikir kamu siapa berani mencium Kania seperti itu? Jangan sampai saya memberikan kamu pelajaran!"


"Maaf kan saya Paman."


"Tinggal kan Kania sendiri, putus kan dia karena hanya saya yang mencintai dia."


"Putus?" tanya Yuda bingung.


"Bukan kah kamu pacaran dengan Kania?"


"Saya tidak berpacaran dengan Kania, dia menolak saya."


Mendengar itu Vincent sedikit lega namun juga kesal karena di bohongi Kania.


"Saya sudah menebak nya karena pria seperti kamu bukan lah level nya."


sambil mendorong badan Yuda.


"Tapi saya benar-benar mencintai Kania Paman, saya mencintai nya dengan sangat tulus, saya sudah menyukai Kania cukup lama."


Vincent menatap Yuda.


"Kalau kamu ingin mendapatkan Kania langkahi saya!"


"Anak kecil seperti kamu bukan lawan saya jadi jauhi Kania, lihat lah wanita yang selalu mencintai kamu dengan tulus dan cocok dengan mu."


Vincent segera pergi karena harus sampai di kantor tepat waktu.


Yuda menghela nafas panjang dia tidak berani mendekati Kania dan memilih pergi.


Sementara Kania memilih untuk keliling sendiri menghilangkan penat nya dan beban fikiran nya.


Kania belanja sendiri karena kebetulan stok di dapur juga sudah habis.


"Kenapa hidup ku sekarang jadi seperti ini sih? Sangat sepi sekali."


Kania menghubungi Tomi.


Tomi yang sedang bersama Vincent langsung menjawab telpon nya karena dari Kania.


Vincent terlihat sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


"Baiklah aku akan ke sana kamu tunggu saja."


"Apa yang kalian bicarakan? Kamu mau kemana?" tanya Vincent.


"Kania meminta saya menemani dia belanja pak, kalau begitu say permisi dulu."

__ADS_1


Tomi langsung pergi karena selain Vincent, Kania juga bos nya bahkan bos utama nya.


Jangan lupa Rate, like, komen dan vote juga yah. Butuh banget dukungan kalian 🥰🥰🥰


__ADS_2