
"Ini sudah malam, aku harus pulang." Kania permisi dan langsung meninggalkan Jeki.
Sesampainya di rumah Kania sangat kaget karena handphone nya yang baru saja di hidupkan banyak notifikasi dari kekasih nya.
"Ada apa Paman Vincent menelpon ku sebanyak ini?" batin Kania, dia menelpon kembali.
"Kania! Kamu dari mana saja?" tanya Vincent dengan nada yang sangat datar.
"Aku baru dari Cafe Yuda, aku tidak melakukan apapun, aku sangat bosan di rumah sendirian."
Vincent menghela nafas panjang. "Sudah berapa kali saya katakan, agar kamu aktifkan handphone mu ketika sedang di luar, apa kamu tidak mengerti dengan maksud saya?" tanya Vincent.
"Aku minta maaf, tadi Handphone ku kehabisan baterai," ucap Kania.
"Jangan terjadi lagi kejadian seperti ini, kamu membuat saya khawatir," ucap Vincent. Kania mengangguk.
Beberapa hari kemudian Kania Deng Vincent sangat jarang berbicara, komunikasi tidak lagi sempat karena Kania sangat Sibuk sekali.
Kania sudah ujian dia benar-benar harus fokus dan mendapatkan nilai yang baik.
Namun baru saja selesai ujian dia di panggil oleh dosen karena seseorang mencari nya.
Kania keluar melihat siapa yang mencari nya. Dia sangat kaget ternyata Jeki setelah beberapa hari tidak bertemu.
"Direktur Jeki mencari saya?" tanya Kania. Jeki mengangguk sambil tersenyum.
"Kalau boleh tau kenapa yah?" tanya Kania.
"Tidak perlu khawatir, saya ke sini tadi nya mau menjemput Yuda, karena Yuda sedang teman nya saya ingin berbicara dengan kamu sebentar," ucap Jeki.
Kania tidak sopan jika menolak terus, akhirnya dia mau berbicara dengan Jeki sebentar di kantin kampus nya.
"Saya dengar yang mengurus perusahaan Vincent sekarang adalah kamu, apa itu benar?" tanya Jeki.
Kania mengangguk.
"Kalau itu benar kamu sangat hebat sekali," ucap Jeki.
Kania tetap diam. "Oh iya saya juga mau minta maaf atas sebelumnya yang terjadi, saya sadar kalau saya tidak bisa mengalahkan Vincent." ucap Jeki.
Kania masih tetap diam, dia tidak tau mau mengatakan apapun.
"Bagus deh kalau kakak berfikir demikian," ucap Kania. Jeki tersenyum. Dia tidak menyangka kalau Kania akan bersifat dingin kepada nya.
"Oh iya bagaimana hubungan kakak dengan mantan Paman Vincent?" tanya Kania.
"Kurang baik, ternyata sifat Minghui cukup buruk, pantesan saja Vincent meninggalkan dia," ucap Jeki.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Kania.
Jeki menjelek-jelekkan Minhui mencari simpati Kania, Kania mulai percaya dengan Jeki, namun dia tidak bisa percaya langsung.
"Oh iya kamu harus hati-hati karena Minghui pasti berniat merebut Vincent kembali dari kamu, sebaiknya kamu hati-hati," ucap Jeki.
Kania bingung dengan apa yang di maksud Jeki, bagaimana bisa dia mengatakan kekasih nya sendiri akan menjadi pelakor.
Yuda datang menghampirimu mereka, Kania bisa berkesempatan untuk pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya Kania sampai di kantor langsung lanjut bekerja karena sudah banyak pekerjaan yang menunggu nya.
Sudah jam delapan malam Kania baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dia melihat ke arah jam.
"Huff sebaik nya aku langsung pulang, aku harus istirahat," ucap nya.
Kania keluar dari lobby perusahaan namun kaget karena Fani tiba-tiba berdiri di depan nya.
"Fani! Apa yang kamu lakukan?" tanya Kania kaget.
"Aku mau bicara dengan kamu," ucap Fani.
Kania melihat ke sekitar mereka.
"Ini sudah malam, kenapa kamu belum pulang?" tanya Kania.
"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan, aku ingin kamu menjauhi Tomi," ucap Fani.
"Kamu sudah memiliki pak Vincent, kenapa kamu juga merebut Tomi?" ucap Fani.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Fani!" ucap Kania.
"Aku awalnya mencintai Pak Vincent, namun setelah aku tau pak Vincent pacaran dengan kamu, aku memilih untuk mundur, setelah aku memiliki perasaan kepada Tomi kamu juga mendekati nya!"
"Aku tidak merebut mereka dari kamu," ucap Kania.
"Aku mencintai Tomi, aku sudah berusaha untuk melupakan dia namun tidak bisa, aku sudah mencintai nya namun aku buta karena aku mengagumi pak Vincent."
"Aku dengan Tomi tidak ada hubungan apapun."
"tidak mungkin! Kalau kalian tidak ada hubungan apapun tidak mungkin Tomi terus menolak ku."
"Fani, ingat ini masih di kantor, kamu harus menjaga etika mu berbicara dengan ku walaupun kamu lebih tua."
"Aku minta maaf," ucap Fani merasa bersalah.
"Lupakan saja tentang itu. Sekarang aku akan memberi tau kepada kamu, kalau aku dengan Tomi tidak ada hubungan apapun."
__ADS_1
"Tomi dengan aku terlihat dekat mungkin karena Tomi tidak memiliki pacar dan aku LDR."
"Tapi tetap saja aku cemburu melihat nya," ucap Fani.
"Selama ini kamu tidak memikirkan perasaan nya, kamu tidak mengingat perjuangan dia kepada kamu kamu, sekarang kamu menyesal dan menyalah kan orang lain."
"Aku tidak bermaksud untuk menyalahkan kamu, aku hanya merasa prustasi."
Kania mendekati Fani. "Percayalah kekuatan cinta itu ada, kalau kalian saling mencintai apapun masalah nya pasti tidak akan bisa di pisahkan."
Fani menunduk kan kepala nya. "Aku sangat menyesal, aku sangat menyesal menyia-nyiakan dia."
Kania tersenyum. "Sebaiknya kamu pulang, aku akan mengantar kan kamu," ucap Kania.
Fani menginyakan dia pulang dengan Kania.
Sesampainya di rumah Fani Kania berpamitan pulang.
"Kamu istirahat lah, jangan memikirkan banyak hal," ucap Kania.
"Tunggu dulu. Aku mau minta maaf soal tadi, aku terlalu emosi sehingga berbicara tidak sopan kepada atasan ku," ucap Fani.
"Aku paham kok," ucap Kania berusaha untuk tetap tersenyum ramah.
"Apa kamu memiliki saran kepada ku? Apa aku bisa mendapatkan hati Tomi lagi?" tanya Fani.
"Aku tidak tau, tapi tidak ada perjuangan yang menghianati hasil."
"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan agar Tomi kembali kepada ku?" tanya Fani.
Kania menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau, tapi Tomi pria yang cukup suka dengan perhatian, dia sangat suka di perhatikan."
"Selain itu?" tanya Fani.
Kania menghela nafas panjang.
"Aku dengar aku kamu dengan Tomi sudah lama berpacaran, dikit banyak nya kamu pasti tau apa yang dia suka dan tidak dia suka."
Fani menunduk kan kepala nya sambil memasang wajah sedih.
"Selama ini aku tidak perduli dengan hal seperti itu, hanya dia yang mengerti aku, namun aku tidak sama sekali," ucap Fani.
"Nah itu dia, Tomi sangat suka tentang nya di perhatikan dengan baik, dia juga pria yang sangat manja," ucap Kania.
"Manja?" tanya Fani. Kania mengangguk.
"Dia akan merengek minta di perhatikan kalau lagi ada masalah, dia juga harus di dengarkan ketika cerita dan juga lagi curhat."
__ADS_1
"Kamu lebih banyak tau tentang Tomi," ucap Fani.
"Wajar saja, karena kami sudah berteman cukup lama, selain itu paman Vincent juga menceritakan banyak hal tentang nya." ucap Kania.