Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 79


__ADS_3

"Ya ampun ternyata begitu sakit nya melihat orang yang kita cintai bersama orang lain." batin Fani.


Fani tidak mengatakan apapun namun wajah nya terlihat sangat Sedih dia tidak ingin mengganggu dan berlari keluar.


Tomi yang sedang berbicara dengan beberapa Staf tidak sengaja melihat Fani berlari keluar dari arah ruangan Vincent.


"Seperti nya Fani patah hati lagi karena pak Vincent sudah mengakui hubungan mereka dan tentu nya pak Vincent pasti tidak segan-segan menunjukkan momen romantis mereka." ucap staf wanita yang tidak jauh dari Tomi.


"Sudah-sudah berhenti membicarakan hal yang tidak penting, sekarang ayo kembali bekerja."


"Baik pak," ucap Staf itu dan semua nya kembali bekerja.


Tomi juga kembali ke ruangan nya, baru saja duduk dia melihat Kania masuk dalam keadaan terlihat sangat bahagia sekali.


"Humm aku mendengar aroma-aroma bahagia nih," ucap Tomi sambil tersenyum.


Kania tersenyum dia mendekati Tomi dan membisikkan sesuatu kepada nya.


Tomi tersenyum. "Terimakasih yah Tomi kamu sudah seperti kakak laki-laki bagi ku selama ini," ucap Kania.


"Humm, aku juga sudah menganggap kamu seperti adik sendiri sampai pak Vincent berfikir kita ada hubungan."


Kania tertawa mendengar nya.


"Aku berdoa agar hubungan kamu dengan pak Vincent langgeng dan kami juga segera menyelesaikan kuliah dan menjadi atasan ku."


"Kamu berlebaran sekali, walaupun nanti aku menjadi atasan tetap saja kamu yang berpengalaman, aku sangat membutuhkan kamu nanti nya."


Tomi mengangguk sambil tersenyum.


Di tempat lain Ulfa sedang membaca berita tentang sahabat nya itu, dia juga sangat senang melihat sekarang sahabat nya sudah berani publish hubungan nya.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu? Apa yang ingin kalian katakan tentang Kania lagi?" tanya Ulfa kepada orang yang kemarin menghujat Kania.


"Kamu galak banget sama mereka," ucap Yuda.


Ulfa melihat Yuda datang dia langsung meletakkan handphone dan membenarkan duduk nya.


"Kamu harus tau kalau mereka itu sudah sangat jahat, berbicara sembarangan tidak memikirkan perasaan orang lain."


Yuda tersenyum. "Kamu dari mana?" tanya Ulfa.


"Habis ketemu sama Mamah."


"Kelihatan nya dia sangat serius tadi, ada apa?" tanya Ulfa. Yuda menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada yang penting kok, hanya pembicaraan biasa saja."


"Oohh ya udah deh kalau gitu," ucap Ulfa.

__ADS_1


"Oh iya malam nanti jadi kan kita ke rumah Kania?" tanya Ulfa.


Yuda terdiam sejenak. "Kok kamu jadi diam sih? Aku bisa pergi sendiri kok kalau kamu tidak bisa," ucap Ulfa kepada Yuda yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Aku minta maaf yah, aku tidak bisa nganterin kamu karena mamah tiba-tiba ngajak ke acara keluarga," ucap Yuda.


"Iyah gak apa-apa kok," ucap Ulfa.


Yuda tersenyum. "Ya sudah kalau begitu kita ke kantin yok."


Di malam hari nya Tomi mau pulang namun dia melihat Fani yang berdiri di depan perusahaan sendiri.


"Apa yang kamu lakukan di sini malam-malam?" tanya Tomi. Fani melihat ke arah Tomi.


"Kamu kenapa belum pulang?" tanya Tomi namun tak kunjung di jawab.


"Biasanya tidak akan ada ojek atau kendaraan lain nya karena sudah malam dan sudah mau hujan juga, kamu ikut dengan ku saja," ucap Tomi.


namun Fani sama sekali tidak menanggapi nya dia hanya diam dan berdiri berharap angkutan umum datang.


"Ini sudah malam, sudah tidak ada orang lain di sini. Kalau kamu tetap di sini aku tidak menjamin keselamatan kamu."


"Aku akan menunggu taksi, kamu pergi saja tidak perlu sok perhatian kepada ku!"


"Baiklah kalau begitu."


Tomi memutuskan untuk pergi.


"Hancur sudah hati ku, aku benar-benar sangat sakit hati, kenapa pak Vincent tega melakukan ini kepada ku." ucap Fani sambil menangis.


Vincent yang selalu pulang terakhir mendengar tangisan Fani dari tadi.


"Ekhem-ekhem!!" Fani kaget karena melihat Vincent berada di samping nya.


"Pak Vincent, kenapa bapak masih di sini?" tanya Fani.


"Saya baru saja selesai bekerja, kamu sendiri kenapa masih di sini?"


Fani berdiri. "Saya hanya duduk sebentar pak, kalau begitu saya mohon diri."


"Tunggu sebentar, kita perlu berbicara."


Fani kembali duduk, Vincent juga duduk tidak jauh dari Fani.


"Saya tau kamu menyukai saya, dan saya tidak melarang nya, tapi sekarang saya sudah memiliki kekasih."


"Saya juga mendengar kalau kamu dengan Tomi pernah pacaran dan kalian putus karena kamu menyukai saya."


Fani diam saja. "Saya tidak bisa mencintai wanita lain, saya hanya mencintai Kania. Sebaiknya Kamu berhenti menyukai saya kalau kamu masih ingin bekerja di sini."

__ADS_1


"Apa maksud nya pak? Saya akan di pecat kalau saya masih menyukai Bapak?"


"Saya bisa melihat Tomi sangat mencintai kamu, saya tau bagaimana perasaan nya ketika orang yang dia cintai menyukai orang lain di depan nya."


Fani menunduk.


"Ini sudah malam, sebaik nya kamu pulang dan istirahat."


Fani mengangguk. "Kamu pulang menggunakan apa? Saya akan mengantar kan kamu pulang."


"Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri. Kalau ada yang melihat bisa menjadi salah paham."


"Kamu yakin tidak ingin pulang sekarang? Ini sudah sangat malam dan juga sangat sepi."


Fani melihat sekitar dan langsung mengikuti Vincent.


Di dalam mobil Vincent.


Setelah sampai di rumah Fani, Vincent segera langsung putar balik karena sudah tidak sabar bertemu dengan kekasih nya.


Di rumah Kania menunggu Vincent.


"Ibu," ucap Kania karena melihat Bu Mona datang ke ruang tamu.


"Kenapa belum tidur?" tanya Bu Mona.


Kania melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Ini sudah jam sepuluh lewat, kenapa Vincent belum pulang? Apa kamu sudah menghubungi nya?"


"Sudah Bu, hanya saja handphone nya tidak aktif."


"Kamu tidak perlu khawatir, ini sudah pekerjaan nya setiap hari pulang larut malam."


Bu Mona ikut duduk bersama Kania untuk pertama kalinya, mau bagaimana pun Kania masih merasa canggung kepada Bu Mona.


Setelah beberapa lama akhirnya Vincent pulang.


"Vincent kamu dari mana saja? Kenapa kamu baru pulang? Ini sudah jam berapa kamu membuat Kania khawatir saja," ucap Bu Mona.


"Maaf mih, aku tadi nganterin Staf aku," ucap Vincent.


"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat lah, mami juga mau istirahat."


"Kania kamu juga istirahat lah, Besok kamu harus kuliah."


Kania mengangguk. Setelah Bu Mona pergi Kania memukul lengan Vincent.


"Auh sakit."

__ADS_1


"Salah siapa paman pulang malam? Tadi janji nya jam sembilan sudah pulang."


Vincent tersenyum dia mendekati Kania.


__ADS_2