Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 199


__ADS_3

Vincent dan Jeki kebingungan apa yang membuat Fadil ingin bertemu dengan mereka lagi.


Karena sama-sama penasaran akhirnya mereka pergi dan menunggu di tempat yang sudah di janjikan.


"Bisa-bisa nya dia membuat kita menunggu di sini," ucap Vincent.


"Sabar bro, jangan emosi an," ucap Jeki. Tidak beberapa lama Fadil datang.


"Emang kau kira aku siapa membuat kita berdua menunggu lama di sini?" tanya Vincent sangat kesal.


"Sabar Vincent," ucap Jeki.


"Maaf, tadi ada pekerjaan yang harus di selesaikan sebentar."


"Alasan saja, apa yang mau kamu bicarakan kepada kami berdua? Awas saja kalau tidak penting!"


"Ini sangat penting," ucap Fadil duduk di antara mereka berdua.


"Katakan Lah!" ucap Jeki.


"Aku mau menikah dengan Sarah," ucap Fadil.


"Kau masih waras? Bagaimana bisa kau menikahi sahabat mu sendiri?" ucap Vincent.


Dia menatap Jeki, "kenapa kau diam?" tanya Vincent.


"Kenapa kamu ingin menikahi nya?" tanya Jeki kepada Fadil.


"Seperti yang kakak tau aku sudah lama menyukai nya, aku ingin menjaga nya dan mengurus nya."


"Apakah dia sudah tau dan setuju?" tanya Jeki.


"Sudah kak, untuk saat ini kami sudah menjalani hubungan."


"Bagus deh kalau begitu, aku setujui saja dengan keputusan kamu."


Jeki dan Fadil Menatap Vincent. "Bagaimana tanggapan mu?" tanya Jeki kepada Vincent.


"Terserah kalian saja, aku ikut saja dengan keputusan kalian."


"Lagian Fadil juga mau merawat dan bertanggung jawab tentang Sarah."


"Seperti yang kamu tau, dia kurang sehat, apa kamu bisa berjanji tidak akan menyakiti nya seperti yang di lakukan oleh Vincent?" tanya Jeki.


Vincent menatap tajam kepada Jeki.


"Iyah kak, aku janji."


"Baiklah, kamu segera urus semua nya, lebih cepat lebih baik."


Fadil tampak bahagia sekali. "Apa hanya ini yang mau kamu bicarakan?" Fadil mengangguk.


"Semua nya sudah jelas, kamu boleh menikahi nya dan sekarang kamu lanjut saja bekerja."


Setelah Fadil pergi dia menatap Vincent. "Apa kau tidak rela cinta pertama mu mau menikah dengan orang lain?" tanya Jeki.

__ADS_1


"Bukan seperti itu bro, hanya saja aku tidak pernah berfikir ada orang yang baik seperti Fadil."


"Mungkin kalau aku sadar Fadil menyukai Sarah, aku tidak akan membuat Sarah seperti ini."


"Semua nya sudah berlalu, lupakan yang sudah terjadi dan fokus ke masa depan.


"Iyah bro, kau benar," ucap Vincent.


"Aku harus pergi karena mengurus rumah sakit untuk Minhui," ucap Jeki. Dia meninggal kan Vincent sendirian di sana.


Vincent sudah tidak ada pekerjaan. Dia masih duduk di sana. Dia berharap dia bisa menikmati waktu sendirian namun ternyata tidak.


Kebetulan sekali teman-teman nya ada di sana.


"Wahh akhirnya kita bertemu di sini, sudah cukup lama kita tidak bertemu setelah kau menikah," ucap teman nya.


"Untuk apa kalian di sini?" tanya Vincent.


"Ini tempat umum, apa salahnya kami di sini?" tanya Teman nya.


Cukup banyak yang mereka bicarakan di sana melepaskan rindu sebagai teman.


Jeki baru keluar dari rumah sakit. "Ternyata biaya rumah sakit untuk beberapa hari mahal juga yah," batin Jeki.


"Tapi gak apa-apa deh, ini demi keselamatan dan kelancaran Minhui melahirkan nanti.


Jeki tidak kembali ke kantor. Dia membeli beberapa makanan di luar untuk di bawa pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah dia melihat mobil Kania. "Apa Kania di sini?" tanya Jeki.


"Eh kamu sudah pulang?" tanya Minhui.


Minhui melihat rumah yang sangat berantakan karena mereka berdua sibuk menghabiskan waktu berdua.


"Humm ini sudah sore mbak, sebaiknya aku pulang," ucap Kania.


Kania berpamitan kepada Saska juga. "Humm tunggu dulu Kania," tahan Jeki.


"Iyah Kak?"


"Hum. kita bisa bicara sebentar?" tanya Jeki. Kania bingung namun dia mengiyakan sebentar.


Minhui melihat mereka pergi keluar. "Kedengaran nya sangat penting, apa itu soal perempuan?" batin Minhui.


Tidak beberapa lama Jeki masuk. "Kenapa kamu Menatap ku seperti itu?" tanya Jeki.


Minhui mendekati Jeki. "Apa yang kamu bicarakan dengan Minhui? Jangan-jangan tentang adik kamu membuat Kania kefikiran saja."


"Kamu paling tau deh, aku memang membahas tentang Sarah, tapi bukan berarti membuat Kania kefikiran."


"Maksudnya apa?"


"Sarah mau menikah dengan Fadil sahabat laki-laki nya yang sebelumnya pernah aku bilang teman Sarah."


"Bagus dong kalau begitu, jadi di sana dia ada yang ngurus," ucap Minhui.

__ADS_1


Jeki mengangguk. "Terus kenapa kamu ngasih tau sama Kania? Bagaimana kalau dia jadi salah paham?"


"Enggak kok, aku tau Vincent tidak akan jujur, itu sebabnya aku bilang langsung kepada nya."


"Oohh, tapi dia gak marah kan?" tanya Minhui. Jeki menggeleng kan kepala nya.


"Justru dia senang juga."


Minhui tersenyum. Jeki duduk di samping Minhui.


"Tidak biasanya rumah berantakan seperti ini," ucap Jeki.


"Aku dengan Minhui terlalu asik Nonton, sehingga tidak sadar kalau Saska sudah menyerak semua mainan nya."


"Ya sudah kalau begitu, kamu makan dulu sana, tunggu Saska selesai main baru di rapikan."


Sementara Kania tidak langsung pulang ke rumah, dia mau membeli beberapa keperluan nya.


Dia akhir-akhir ini sangat suka membeli kosmetik dan juga alat-alat makeup, entah kenapa tapi dia ingin memiliki segala jenis makeup.


"Setelah mendapatkan apa yang dia mau akhirnya dia langsung pulang ke rumah sebelum suami nya terlebih dahulu sampai di rumah.


Sesampainya di rumah kebetulan sekali Omah sama Opah nya menelpon.


"Halo Oma?"


"Sudah lama kamu tidak menelepon Oma, apa kamu tidak merindukan kami?"


"Aku sangat merindukan omah dan Opah kok, hanya saja akhir-akhir ini aku sangat sibuk."


"Kemarin Oma mimpi anak kecil dan tiba-tiba kefikiran sama kamu. Mungkin karena Oma merindukan kamu."


"Mimpi omah benar, sekarang aku lagi hamil."


"kamu Seriusan? Kamu gak bercanda kan?" tanya Omah kaget.


"Iyah Omah. Aku minta maaf karena telat ngasih tau sama Omah."


"Ya ampun sayang, Omah sangat senang mendengar nya. Pokoknya kamu harus menjaga kesehatan dengan baik."


"Iyah Omah."


"Omah berdoa agar kamu sehat selalu, bahagia dan jangan memikirkan banyak hal membuat kesehatan kamu kurang baik.


"Oke Omah," ucap Kania.


Kania dan Omah nya cukup banyak bercerita. Kania tidak sadar sudah jam lima sore dia harus mandi dan permisi kepada Omah nya.


"Humm sebenarnya aku sangat malu jujur sama Omah karena aku yang bilang sebelum lulus aku tidak mau hamil, namun kenyataannya baru beberapa bulan menikah aku sudah hamil."


Dia mendengar pintu terbuka, ternyata suami nya..


"Mas Vincent sudah pulang?" ucap Kania menyambut suami nya dan menyalim nya.


"Ini sudah sore, kenapa kamu belum mandi?" tanya Vincent.

__ADS_1


__ADS_2