Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 77


__ADS_3

"Kania seperti nya tidak cukup dengan satu pria, dia juga masih menggoda Tomi," ucap Fani.


"Apa yang kamu katakan?" tiba-tiba Vincent lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Fani.


"Tidak ada pak, saya berbicara sendiri," ucap Fani dan langsung permisi pergi.


Vincent masuk ke ruangan Tomi.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah sampai di sini?" tanya Vincent kepada Kania.


"Aku baru saja sampai paman."


"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Vincent, Kania menggeleng kan kepala nya.


Akhirnya Vincent membawa Kania untuk makan siang bersama.


Namun saat mereka keluar semua wartawan menunggu mereka. Dan mobil mereka juga diikuti.


"Seperti nya makan siang di luar bukan pilihan yang bagus paman, apa sebaik nya kita makan di perusahaan saja?" tanya Kania.


Vincent tidak ada pilihan, akhirnya dia menginyakan perkataan Kania.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di perusahaan.


Hari semakin malam Kania pulang ke rumah terlebih dahulu, namun dia heran kenapa ada mobil lain yang berhenti di depan rumah nya.


Dia keluar dari mobil dan ternyata itu adalah orang tua Heni dan juga Heni.


"Di mana Vincent? Kenapa dia belum pulang?" tanya Mamah nya Heni.


"Masih ada pekerjaan di kantor Bu."


Mereka mendekati Kania.


"Dari awal kami sudah curiga dari kedekatan kamu dengan Vincent, kamu kenapa membuat keluarga paman mu dan juga keluarga saya malu?" ucap mamah Heni.


Kania menghela nafas panjang dia menatap mata wanita tua itu, dia juga melihat ke arah suami nya dan juga ke Heni.


"Saya tau niat anda menjodohkan anak anda dengan paman saya hanya karena harta dan juga perusahaan, saya tau kalau anda memaksa anak anda yang sudah memiliki kekasih untuk menikah dengan paman saya."


Heni kaget dari mana Kania tau tentang itu.


"Jaga mulut mu! Kamu masih anak kecil."


"Seperti nya kalian yang harus menjaga sikap karena ini adalah rumah saya."


"Saya akan melaporkan kelakuan kamu kepada Bu Mona!"


Kania tertawa kecil. "Saya tidak takut, justru Bu Mona harus tau niat kalian tidak baik karena saya memiliki bukti nya."


Tiba-tiba Bu Mona datang dia melihat Kania memutar rekaman suara.

__ADS_1


Rekaman suara yang di ambil oleh kekasih Heni yang di marahin oleh orang tua Heni dan juga mengatakan niat mereka apa kalau sudah berhasil menjadi keluarga Vincent.


"Tidak! Itu tidak benar!"


Heni juga sangat terkejut dari mana Kania mendapatkan rekaman itu.


"Ibu sudah mendengar semua nya kan?" ucap Kania kepada Bu Mona yang hanya diam karena sangat terkejut.


"Itu palsu!" ucap Heni.


"Itu tidak palsu!" tiba-tiba pria yang berbadan kekar datang yang tidak lain adalah kekasih Heni.


"Saya adalah tunangan Heni, hanya karena Heni di jodohkan dengan Vincent pertunangan kami di batalkan." ucap pria itu.


Seketika keluarga Heni sangat malu sekali.


"Jangan mendengar kan apa kata nya, itu tidak benar." ucap mamah Heni kepada Bu Mona.


"Perjodohan di batalkan, sebaiknya kalian keluar dari rumah anak saya dan jangan pernah bertemu lagi dengan saya."


"Mona kita adalah sahabat. Bagaimana bisa kamu seperti ini." Namun Bu Mona terlihat sangat enggan menanggapi nya dan langsung masuk ke dalam.


Mereka langsung pergi tinggal hanya Heni dan pacar nya.


Dan tidak beberapa lama Vincent juga pulang dia melihat Heni dan pria lain.


"Heni aku minta maaf karena melakukan ini, aku melakukan ini karena hubungan kita, kalau kamu mau marah aku tidak akan melarang nya."


Vincent menatap bingung, Kania memegang tangan Vincent sambil tersenyum.


"Vincent kebetulan kamu sudah pulang, aku minta maaf karena aku sudah membuat kamu kesusahan dan aku juga minta maaf atas nama orang tua ku, mulai dari sekarang aku tidak akan menggangu kamu lagi."


Vincent mengangguk, dia masih bingung.


Heni mendekati mereka, dia menggabungkan tangan Vincent dan Kania.


"Kalian sangat cocok, aku akan berdoa agar hubungan kalian baik-baik saja."


"Terimakasih Heni." ucap Kania.


"Kalau begitu aku permisi dulu." Mereka pun pergi meninggalkan rumah Vincent.


"Kania kamu harus menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya."


"Sudah lupakan saja, yang penting sekarang tidak ada wanita yang menjadi saingan ku mendapatkan paman." ucap Kania sambil memeluk pinggang Vincent.


Vincent menatap wajah Kania.


"Sudah jangan membahas itu lagi tidak penting, sekarang saya sangat lapar ayo makan ke dalam."


"Tapi aku belum sempat masak."

__ADS_1


"Tenang saja, saya membawa makanan KFC dari luar."


Mereka masuk ke dalam.


"Apa Mami tidak di rumah? Kenapa dia tidak turun untuk makan?" tanya Vincent.


"Kamu tunggu di sini saja, saya akan memanggil nya."


Kania mengangguk. Vincent mengetuk kamar mami nya karena tidak di kunci dia masuk ke dalam.


"Mami kenapa tidak keluar untuk makan malam?"


"Mami tidak lapar nak."


"Tapi aku sudah membeli banyak makanan."


"Kamu Makan saja dengan Kania."


"Kenapa Mami menolak? apa Mami masih marah?" tanya Vincent.


Bu Mona memegang tangan Vincent. "Mami minta maaf nak karena belum bisa memberikan tanggapan apapun, kasih Mami waktu untuk memikirkan nya."


Vincent tidak bisa memaksakan mami nya dia pun keluar.


Setelah selesai makan mereka membersihkan diri masing-masing, setelah itu Kania keluar dari kamar karena dia sudah janji mau Nonton Flim horor bersama Vincent di malam Minggu.


Kania melihat Vincent duduk menunggu nya.


"Kenapa paman tidak mengeringkan rambut Paman terlebih dahulu? Bagaimana kalau paman sakit?"


"Tidak apa-apa karena ada kamu yang akan mengurus saya." Kania menghela nafas panjang dia langsung mengambil handuk dan mengeringkan rambut Vincent.


"Besok Senin saya sudah memutuskan untuk mengakui hubungan kita di publik, apapun itu resiko saya siap menanggung nya karena saya akan memperjelas hubungan kita."


Kania terdiam sejenak. "Tapi aku rasa.."


Vincent tiba-tiba mendorong badan Kania bersandar ke sofa menatap nya sangat dekat sehingga Kania bisa merasakan hembusan nafas Vincent.


"Saya akan membuktikan kalau cinta saya ke kamu bukan lah main-main."


Kania menatap wajah Vincent. "Lepas kan aku paman, bagaimana kalau Bu Mona melihat nya?"


"Katakan kalau kamu mencintai saya terlebih dahulu setelah itu saya akan melepaskan nya."


Kania terdiam sejenak dia memberanikan diri untuk mengatakan nya walaupun sedikit malu.


"Aku mencintai kamu.." ucap Kania dan langsung menutup wajah nya.


Vincent tersenyum dia tidak kunjung beranjak dia menarik tangan Kania agar tidak menutupi wajah nya.


Dia mencium bibir Kania, Kania menahan nya, namun Vincent tidak bisa di hentikan, dia langsung ******* bibir Kania namun baru saja menikmati waktu berdua tiba-tiba handphone Kania berdering.

__ADS_1


__ADS_2