Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 57


__ADS_3

"Baiklah aku minta maaf, aku hanya memastikan kalian baik-baik saja, aku tidak akan menggangu," ucap Yuda langsung.


Kania tidak mengatakan apapun dia langsung pergi menyusul Ulfa.


"Ulfa, mau sampai kapan sih kamu marah seperti ini kepada Yuda? Apa kamu tidak kasian kepada nya? Dia sudah melakukan apapun untuk mendekati kamu."


"Bukan kah kamu mencintai dia? Kenapa kamu seperti ini sekarang?" tanya Kania kepada Ulfa yang masih sibuk bermain air.


"Aku tidak mencintai pria yang terpaksa mencintai aku juga Kania."


Kania menghela nafas panjang.


Dia duduk di pinggir sungai.


"Tapi seperti nya Yudha serius dengan kamu."


Ulfa menatap Kania.


"Aku mau fokus kuliah aja Kania, sebentar lagi kita harus menyusun skripsi."


"Ya udah deh kalau begitu, aku tidak bisa memaksa kamu."


Setelah sore mereka memutuskan untuk kembali.


"Loh Yuda tadi kemana? Kok dia tidak di sini lagi?" tanya Kania.


"Mungkin dia sudah pergi."


"Tidak mungkin, orang tadi dia bilang mau nungguin di sini kok."


Kania mencoba menelpon namun nomor nya sudah tidak aktif.


"Seperti nya dia sudah pulang Kania, sudah lah sebaiknya kita pulang, paman kamu dari tadi sudah nelponin kamu."


Kania dan Ulfa akhirnya pulang.


Sampai di rumah sudah malam Vincent dan ibu Mona belum juga pulang.


"Ulfa kamu mandi saja duluan, aku akan menghubungi Yuda dulu."


Ulfa mengangguk dia melihat Kania keluar dari kamar.


"Halo Yuda kamu di mana sih? kenapa handphone kamu tidak aktif? aku dari tadi nelpon kamu."


"Maaf-maaf tadi Handphone ku habis baterai, aku ketiduran di dalam mobil."


"Jangan bilang sekarang kamu masih di sana?"


"Enggak kok, aku sudah di perjalanan pulang."


Kania menghela nafas panjang.


"Ya ampun Yuda, aku minta maaf yah."


"Kok malah minta maaf sih? aku sudah bilang aku sudah dalam perjalanan pulang, ini juga salah ku."


"Ya udah kalau gitu aku lanjut jalan dulu yah."


Yuda mematikan sambungan telepon nya.


Dia berbohong kalau dia sudah dalam perjalanan pulang padahal sebenarnya dia masih duduk di sana menikmati pemandangan di malam hari yang cukup bagus.


Kania membuka postingan terbaru di Instagram Paman nya karena tidak biasa nya Vincent membuat postingan baru.


Kania membuka nya ternyata postingan Vincent bersama Heni dan juga orang tua Heni.

__ADS_1


"Siapa wanita cantik ini? Apa itu wanita yang mau di jodohkan sama paman Vincent?" tanya Kania.


Melihat itu Kania sangat cemburu dia tidak tau harus melakukan apa selain menunggu kedatangan Vincent.


Vincent dan ibu nya baru saja sampai di rumah.


"Ibu sudah pulang?"


Kania menyambut mereka mau menyalim tangan Bu Mona namun Bu Mona menghindari nya.


"Aku baru saja selesai masak dengan Ulfa, ibu sama Paman pasti sangat lapar kan?"


"Kami sudah makan dari luar, kamu tidak perlu repot-repot mau masak."


Bu Mona langsung berbicara seperti itu tampa memikirkan perasaan Kania.


"Vincent jangan lupa untuk terus berhubungan dengan Heni, jangan sampai hubungan kalian sia-sia, mami ingin kamu cepat menikah!"


Setelah itu Bu Mona masuk ke dalam kamar nya.


Kania menghela nafas.


"Tidak perlu di dengar kan, saya sangat lapar karena saya tidak makan dari luar, tidak ada makanan yang enak."


Vincent mau mendekati Kania namun dia baru sadar kalau Ulfa masih di sana.


"Loh Ulfa kenapa kamu bisa di sini? Ini sudah malam bagaimana dengan ibu mu?"


"Ibu nya Ulfa sudah pergi ke kampung untuk melakukan pengobatan kampung Paman, dia akan menginap di sini beberapa hari menemani aku juga."


"Oohh kalau begitu tidak apa-apa, ayo makan."


Mereka makan bersama di meja makan.


Ulfa sedikit canggung karena melihat Vincent dan Kania yang ternyata jauh lebih romantis dari apa yang dia bayangkan selama ini.


"Kenapa paman belum istirahat?" tanya Kania kepada Vincent yang masih bekerja di ruang tamu.


Vincent melihat Kania.


"Saya belum ngantuk."


Kania meletakkan satu gelas kopi dan duduk di samping Vincent.


"Apa hari ini menyenangkan?" tanya Kania.


Vincent mengangguk sambil tersenyum.


"Humm pasti menyenangkan, paman bertemu dengan wanita yang di jodohkan kepada paman."


Vincent langsung menoleh ke arah Kania.


"Postingan itu mami yang maksa untuk di posting."


Kania memasang wajah datar.


"Ayolah Kania, kamu sudah janji akan terus percaya kepada saya."


"Aku percaya, hanya saja Paman tidak akan bisa menolak permintaan orang Paman." ucap Kania.


Vincent mengelus pipi Kania menatap nya dengan sangat dalam.


"Kania saya hanya mencintai kamu, tidak akan ada orang lain saya hanya ingin bersama kamu. Terserah apa kata mamih, Saya akan tetap bersama kamu."


Kania menatap Vincent dengan tatapan lesu.

__ADS_1


"Tapi aku sangat cemburu melihat Paman sangat dekat dengan wanita itu, bahkan kelihatan nya Ibu juga menyukai wanita itu menjadi menantu nya."


Vincent membuka handphone nya.


"Apa yang paman lakukan?"


"Saya akan menghapus ini, dan jangan mengingat itu lagi!" ucap Vincent.


"Bagaimana kalau Ibu marah?" tanya Kania.


"Tidak akan sayang, kamu tidak perlu khawatir."


Kania tersenyum dia kembali bahagia dan tenang lagi.


"Apa jalan-jalan hari ini menyenangkan?"


"Menyenangkan sih, hanya saja."


"Ada apa?" tanya Vincent.


Kania menceritakan tentang Ulfa dan Yuda.


Kania berbaring di paha Vincent sambil terus bercerita meminta tanggapan Vince bagaimana kepada hubungan Yuda dan Ulfa.


Keesokan harinya....


"Non Kania.." tiba-tiba saja setelah pulang dari kampus Kania datang ke kantor membuat semua orang Heran tidak biasanya Kania datang ke kantor.


"Kania kenapa kamu bisa di sini?" tanya Vincent.


"Aku ke sini..."


"Mami yang meminta nya datang ke sini."


"Ngapain Mih?" tanya Vincent.


"Sudah saatnya dia belajar bekerja di perusahaan, jangan hanya menjadi beban kamu saja."


"Mih ini di kantor, aku mohon jangan seperti ini berbicara dengan Kania.


Kania mengikuti Vincent dan Bu Mona keruangan Vincent.


"Mami minta mulai dari sekarang Kania mulai belajar tentang perusahaan ini, kamu juga akan magang di sini dan setelah itu mengajukan proposal."


"Mih aku rasa Kania belum sanggul."


"Aku sanggup."


Kania tidak mau terlihat lemah dia langsung menyanggupi perintah Bu Mona.


"Bagus kalau begitu, selama kamu kuliah kamu sudah harus bisa memahami semua apa tentang perusahaan ini."


Bu Mona keluar dari ruangan Vincent.


"Paman apa yang harus aku lakukan? Aku sama sekali tidak mengerti apapun." ucap Kania.


Melihat Kania panik Vince tertawa.


"Kenapa paman tertawa? aku serius!"


"Waktu di depan ibu saya kamu sangat tegar, tegas dan tidak takut, setelah dia pergi kamu langsung merengek seperti anak bayi."


"Apa aku terlihat seperti itu?"


Vincent mengangguk.

__ADS_1


"Terlihat sangat menggemaskan, karena itu saya ingin mencium pipi kamu."


__ADS_2