
Vincent mengode istri nya, Kalau dia lagi pengen.
Kania tidak bisa menolak. Karena suami nya masih sangat kuat untuk itu.
Keesokan paginya...
"Selamat pagi Mamah, papah," sala Arka. Kania dan Vincent yang sedang di dapur menoleh ke arah Arka.
"Papah tumben banget bangun pagi, Papah bantuin mamah masak?" tanya Arka.
Vincent mengangguk sambil tersenyum. "Hum aku ragu dengan papah," ucap Arka.
Saska keluar dari kamar nya dia langsung ke dapur menyapa Kania dan Vincent.
"Hari ini aku ada les mah, aku akan pulang lambat," Ucap Arka.
"Baiklah, apa kamu perlu bekal?"
Arka mengangguk. "Kak Saska hari ini pulang cepat gak?"
"Hari ini aku pulang cepat sih mah, tapi aku harus ke mall dulu sebelum pulang."
"Loh kenapa? Tidak biasanya?"
"Aku harus beli jam baru, beberapa pakaian."
"Bukannya kamu baru beli?"
"Di ambil Arka semua Mah, Hoodie baru ku di pinjam kan kepada-" tiba-tiba Arka cepat menutup mulut kakak nya.
"Aku pinjamkan ke Somi mah, kasihan dia kedinginan kemarin."
"Huff kamu benar-benar yah," ucap Kania.
"Ya udah kalau begitu sama mamah saja," ucap Kania. Saska mengangguk.
Setelah selesai makan mereka berangkat ke sekolah. Hari ini Kania ikut ke sekolah karena mau bertemu dengan Shela.
Sesampainya di sekolah dia di sambut oleh guru dengan baik.
"Shela, apa kamu masih mengingat Tante?" tanya Kania.
Shela mengangguk. Bagaimana bisa lupa kalau mereka sangat sering bertukar kabar.
"Mamah sama papah kamu jahat banget, mereka baru bilang kalau kamu sudah pindah ke sini." ucap Kania.
Shela yang pemalu hanya bisa senyum-senyum saja.
"Sebentar lagi mau masuk Tante, aku ke dalam dulu yah."
"Oh iya, nanti kamu datang makan malam ke rumah Tante yah, kamu tidur di rumah Tante saja Besok berangkat bareng Arka."
"Iyah Tante," jawab Shela.
"Ya udah kamu masuk gih."
__ADS_1
Saska melihat mamah nya.
"Itu yang namanya Shela, dia tumbuh jadi gadis cantik, pemalu," ucap Kania.
Saska baru ingat kalau perempuan itu yang membuat nya kesal karena tidak sengaja menabrak nya dan membuat baju nya terkena minuman.
"Oohh yang itu," ucap Saska.
"Cantik kan? Mamah yakin Arka pasti menyukai nya, dia sangat cantik sekali."
Saska hanya mengangguk saja. "Ya udah kalau begitu mamah pergi dulu, nanti mamah jemput kamu ke sini."
Saska mengangguk. Setelah Mamah nya pergi dia langsung masuk ke dalam kelas nya.
Di kelas Arka. Shela melihat Arka yang berusaha mendekati Mita, Gadis paling cantik di kelas satu B, namun sesekali main ke kelas mereka.
"Shela," sapa teman satu meja nya datang.
Shela tersenyum melihat Dewi datang.
Shela anak yang cukup sulit memiliki teman, dia juga irit bicara ketika berbicara dengan teman-teman satu kelas.
Tidak beberapa lama guru masuk. "Selamat pagi semua nya, ayo kumpul kan tugas kemarin."
Setelah di periksa ternyata ada tiga orang yang mendapat nilai buruk salah satu nya Arka, mereka di hukum berdiri di luar.
"Shela, kamu mendapatkan nilai bagus hari ini," ucap guru.
Arka menatap sinis. "Huff kenapa harus dia sih yang dapat nilai paling bagus, malu deh aku, dia pasti ngomong sama Mamah."
Waktu nya Istirahat. Tina dan juga Saska mau ke perpustakaan mengembalikan buku. Namun Saska melihat Shela berjalan sendirian seperti nya mau ke kantin.
Baru saja mau menghampiri namun sudah di duluin oleh Adik nya.
"Tunggu sebentar," ucap Arka.
Shela tersenyum kepada Arka. "Tidak perlu senyum-senyum seperti itu, aku cuman mau bilang sama kamu, jangan coba-coba mengadu kepada mamah tentang nilai ku tadi."
Shela terdiam sejenak. "Kalau mamah tau, aku akan membuat kamu menyesal!"
"Ekhem-ekhem!!" Saska berdehem membuat Arka kaget, dia langsung menurunkan telunjuk nya yang tadi nya mengancam Arka.
"Aku hanya bercanda, aku pergi dulu," ucap Arka langsung kabur.
Shela menoleh ke arah Saska. "Hum Kakak, aku minta maaf sebelumnya." ucap Shela.
"Sudah lupakan saja tentang itu, baju ku sekarang sudah bersih kok."
"Oh iya perkenalkan nama ku Saska, kakak nya Arka."
"Oohhhh kak Saska, kita bertemu lagi kak, kakak sangat tampan, dan juga sangat tinggi," ucap Shela.
Saska Menatap heran dengan ekspresi Shela yang berlebihan melihat nya.
"Aku tidak mengenali kakak sebelum nya karena banyak berubah, aku juga tidak melihat foto kakak."
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kamu mau kemana?" tanya Saska.
"Mau ke kantin kak."
"Ya udah bareng saja sama kita," ucap Tina.
"Kenalin nama aku Tina, satu kelas dengan Saska."
Shela tersenyum. Dia berfikir kakak kelas nya akan sombong namun ternyata sangat baik.
Sementara Arka masih sangat sibuk mendekati Mita yang sampai sekarang belum berani dia tembak menjadi pacar nya.
Tina banyak bertanya tentang Shela di kantin.
Waktu nya pulang sekolah. "Shela... Kamu pulang naik apa?" panggil Kania.
"Humm Tante di sini?" tanya Shela.
"Di jemput supir Tante."
"Kamu ikut Tante yah, hari ini Tante sama kak Saska mau pergi ke mall."
"Apa Arka ikut juga Tante?" tanya Shela.
"Dia ada les tambahan, kamu tau nilai nya cukup jelek," ucap Kania.
Shela masuk ke dalam mobil, dia sangat salut kepada Saska sudah bisa nyetir mobil.
Kania dan Shela banyak berbincang-bincang sementara Saska lebih banyak diam, kalau tidak di ajak berbicara dia tidak akan berbicara."
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Kania memilih baju untuk Saska, Saska tidak menolak apa saja yang di sarankan oleh Kania.
Kania juga memilih untuk Shela.
Tidak beberapa lama selesai dari toko baju, mereka ke toko jam dan setelah itu jajan bersama.
Kania menelpon Vincent memberi tau kalau mereka sekarang bersama dengan calon menantu.
Shela masih malu-malu berbicara dengan Kania dan Vincent. Namun Kania cukup hangat dan sangat bisa membuat Shela nyaman.
Di malam hari nya. Waktu nya makan malam. Arka melihat Shela yang membantu Kania di dapur menata makanan.
"Cantik kan dia? Sama seperti Mamah mu," ucap Vincent kepada Arka.
Namun Arka tidak merespon nya, dia malah sibuk dengan handphone nya.
"Makanan sudah selesai, ayo makan," ajak Kania.
Kania dan Vincent Tampak bahagia sekali. Saska tau kalau sebenarnya kedua orang tua nya sangat menginginkan anak perempuan.
Itu sebabnya mereka sangat bahagia kedatangan Shela.
"Masakan Tante enak banget," ucap Shela.
"Ayo bandingin sama masakan mamah kamu, masakan siapa paling enak?" tanya Kania.
__ADS_1
Shela tersenyum, dia juga bingung memilih yang mana karena sama-sama enak sekali.
Mereka tertawa melihat Shela malu-malu.