
"Lalu di mana anak itu?" tanya Vincent.
"Aku belum bisa mengatakan nya karena ini adalah permintaan Sarah agar menjaga anak itu sampai dia benar-benar sembuh."
"Tapi kalau anak itu benar-benar adalah anak ku, seharusnya kalian membiarkan aku bertemu dengan nya."
Fadil menggeleng kan kepala nya. Vincent terdiam dia juga tidak bisa memaksa, akhirnya dia memilih untuk diam menunggu waktu yang tepat saja.
"Hari sudah jam sepulang malam, aku tidak bisa lama-lama di sini, sebaiknya kita pulang."
"Kamu bisa pulang terlebih dahulu, aku akan di sini menunggu Sarah sadar."
Fadil mengangguk. Dia membiarkan Vincent di sana.
Tiba-tiba saja Handphone Vincent berbunyi dari Istri nya, karena sangat pusing dia tidak menjawab nya.
Kania melihat keluar. "Kenapa sampai sekarang belum pulang sih? Seperti nya sudah mau hujan."
"Tadi katanya sebentar, apa sebaik nya aku telpon Tomi saja?" batin Kania.
Tomi sedang bersama Fani di apartemen Tomi. Mereka berdua masih asik nonton TV sehingga Kania menelpon masih bisa di dengar.
"Tumben banget Kania nelpon tengah malam, ada apa yah?" batin Tomi.
"Sayang, tunggu sebentar yah aku jawab telpon dulu."
"Halo, Kania?"
"Syukurlah kamu masih bangun, apa kamu bersama mas Vincent?" tanya Kania.
"Pak Vincent? Ini hari Minggu, aku sama sekali tidak bertemu dengan nya."
"Dia keluar dari pagi tadi, mas Vincent bilang kalau dia ada janji dengan teman nya Sebentar, tapi sampai sekarang dia belum pulang juga."
"Di luar sudah hujan, aku sangat khawatir."
"Kamu tidak perlu khawatir yah, kamu tenang saja, mungkin ada kerjaan mendadak atau pak Vincent bersama teman-teman nya seperti biasa."
"Kamu boleh tolong telpon teman mas Vincent yang kira nya bersama mas Vincent kan?"
"Iyah, aku akan mencoba menghubungi nya."
Telpon pun mati. "Kenapa sayang?" tanya Fani.
"Ini, Kania nanya ada pak Vincent atau tidak."
Tomi menghubungi teman-teman Vincent namun tidak satu pun yang tau di mana Vincent. Tomi bertanya kepada pengawal terakhir melihat Vincent dimana.
__ADS_1
Namun tidak ada juga yang tau di mana Vincent. Kania sangat khawatir dia tidak bisa tidur sepanjang malam.
"Permisi pak."
Vincent ketiduran di luar ruangan Sarah.
"Eh Iyah Dok."
"Mbak Sarah nya sudah bangun, anda bisa melihat ke dalam sekarang."
Vincent mengangguk, dia mengucap kan kepada dokter.
Dia melihat jam ternyata sudah jam 12 malam.
"Kalau aku masuk ke dalam dia pasti kaget, sebaik nya aku tunggu sampai besok pagi."
Vincent memutuskan untuk pulang. Melihat Sarah dari kaca kecil yang ada di pintu saja sudah membuat nya tenang.
Jam dua pagi dia baru sampai di rumah. Hujan semakin deras.
Dia kaget kenapa pintu tidak tertutup rapat, dia masuk ternyata istri nya masih menunggu di sofa ruang tamu sambil ketakutan karena suara petir dan juga hujan.
"Kania... Kenapa kamu belum tidur?" tanya Vincent. Kania kaget Vincent datang, tapi dia langsung memeluk Vincent.
"Akhirnya kamu pulang mas, aku menunggu mas Vincent."
"Aku berfikir sesuatu terjadi kepada mas, apa yang terjadi mas? Kenapa pulang selarut ini tidak memberikan aku kabar sama sekali?" tanya Kania.
"Aku minta maaf, aku minta maaf karena membuat kamu khawatir, aku ada pekerjaan yang membuat aku tidak menyentuh handphone ku sama sekali."
"Maafin aku Kania, aku tidak tau harus menjelaskan nya bagaimana." batin Vincent.
Vincent membuka jas nya, dia membalut kepada Kania yang memakai pakaian yang cukup seksi.
Dia menggendong istri nya ke dalam kamar.
"Sudah tidak perlu takut, aku ada di sini," ucap Vincent sambil mencium kening Istrinya di tempat tidur.
Vincent membersihkan air mata Kania. Dia tampak terlihat sangat khawatir sekali.
"Mau kemana lagi?" tanya Kania menahan tangan Vincent.
"Aku baru saja dari luar, aku akan membersihkan badan ku terlebih dahulu."
Kania melepaskan tangan Vincent. "Cepat lah," ucap Kania. Vincent mengangguk.
Tidak beberapa lama akhirnya Vincent selesai mandi, dia langsung ke tempat tidur dan istri nya memeluk nya begitu erat dan menyembunyikan tubuh mungil nya di pelukan Vincent.
__ADS_1
Dia langsung tidur sangat nyenyak sekali.
Vincent justru tidak bisa tidur sama sekali karena dia masih penasaran di mana anak itu.
"Apa aku harus menemui Jeki?" batin Vincent.
"Tidak! ini tidak mungkin, dia tidak boleh tau aku menemui Sarah, ini semua akan semakin rumit."
Melihat wajah Kania, itu membuat nya cukup tenang dan akhirnya dia ketiduran.
Keesokan paginya...
"Sayang... Sayang... Ayo bangun.. Kania... Apa kamu tidak kuliah?" tanya Vincent yang berusaha membangun kan Kania karena sudah jam tujuh pagi.
"Biar kan aku tidur sebentar lagi mas."
"Tapi ini sudah jam tujuh pagi."
"Tadi shubuh aku sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak karena mas Vincent, aku sangat ngantuk."
Vincent tersenyum tipis, dia tidak bisa menahan diri ketika melihat Istrinya berpakaian seksi dan Wangi tubuh Kania. Dengan cara seperti itu juga dia bisa tidur dengan nyenyak.
"Tapi tetap saja kamu harus bangun," ucap Vincent langsung mengangkat badan istri nya.
"Mas Vincent, apa yang kamu lakukan? aku sama sekali tidak memakai baju."
Vincent hanya tersenyum, dia membawa badan Kania yang di balut selimut ke dalam kamar mandi.
Di tempat lain Jeki terbangun karena mendengar suara mual-mual dari kamar Minhui. Dia sengaja tidak menutup pintu kamar nya agar mendengar sesuatu dari kamar Minhui.
Jeki bangun dan langsung berlari ke kamar Minhui..Dia melihat Minhui mual-mual Tampa henti.
Akhirnya dia mengambil air hangat untuk Minhui.. Minhui sangat kaget di dalam kamar nya ada Jeki membawa air hangat dan memaksa nya minum.
"Apa kita perlu ke rumah sakit? Apa kamu butuh sesuatu?" tanya Jeki.
Minhui menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada, kamu bisa keluar. Aku minta maaf membuat mu terbangun karena suara ku, lain kali aku akan menutup pintu."
Jeki di suruh keluar, Jeki tidak bisa menahan diri di dalam sana akhirnya dia keluar.
Jeki mondar-mandir di depan kamar Minhui. "Apa mual-mual hal yang biasa? Aku takut dia akan seperti Sarah. Menahan banyak sakit sampai pada akhirnya dia sakit parah."
Jeki akhirnya menghubungi dokter untuk datang pertama kali nya memeriksa Minhui dan keadaan bayi nya.
Minhui sangat heran, namun dia tidak bisa mengatakan apapun atau menolak karena dia membutuhkan itu demi kebaikan kandungan nya.
Setelah dokter pergi, Jeki tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Kenapa dia datang lagi? Apa sesuatu ketinggalan, ini sudah jam kerja," ucap Minhui.
Namun ternyata Jeki datang membawa makanan yang sehat cocok untuk bumil dari buku yang dia baca dan juga aplikasi..