Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 84


__ADS_3

"Lain kali bawa lah saya bertemu dengan mereka semua," ucap Vincent. "Aku tidak akan membiarkan mereka bertemu dengan paman secara pribadi."


"Kenapa? Apakah Paman tidak boleh mengenal kan diri kepada mereka?"


"Bukan seperti itu paman, sekarang status kita sudah berbeda, mereka sangat sulit mengerti walaupun paman menjelaskan nya."


"Saya ingin bertemu dengan mereka, Kapan kalian akan berkumpul?"


"Tidak ada janji, tidak akan pernah," ucap Kania langsung.


"Jangan berbohong, bukan kah kalian mengadakan acara camping bersama?"


Kania menatap Vincent dengan tatapan tajam.


"Dari mana paman tau, jangan bilang kalau paman mencari informasi di ponsel ku?"


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Jujur saja!"


Kania memaksa Vincent untuk jujur.


Setelah Kania menggelitik Vincent dan memaksa nya akhirnya Vincent jujur dia langsung memeriksa handphone Kania ketika bertemu tadi.


Kania memukul Vincent lagi.


"Sudah aku bilang sebelum nya agar paman jangan melakukan hal seperti ini! Aku tidak suka kalau Paman terlalu berlebihan."


"Apakah memeriksa handphone berlebihan?"


"Handphone itu sangat privasi Paman, Paman pasti paham."


"Kamu menyembunyikan sesuatu dari saya?"


"Bukan tentang itu paman, aku hanya ingin kita saling menghargai privasi masing-masing."


Vincent memberikan handphone nya kepada Kania.


"Kita adalah pasangan, saya tidak suka privasi, semua hal tentang saya mau pun tentang kamu harus di bicarakan agar kesalahan dan kejadian sebelum nya tidak terulang kembali," ucap Vincent.


Kania menolak handphone Vincent. "Aku percaya sama Paman." Vincent tersenyum dia meletakkan kembali handphone nya.


Dia menatap Kania mendekati wajah nya.


"Aku minta maaf karena belum bisa memberi tau kalau Paman adalah pacar ku kepada teman-teman ku, mau bagaimana pun aku belum terbiasa."


Vincent mengangguk. "Tidak masalah, saya mengerti."


"Humm apa aku boleh bertanya?" tanya Kania.


"Boleh, tanyakan saja sayang, apa saja akan saya. jawab."


Kania terlihat sangat ragu dia menatap Vincent dan melihat tubuh Vincent membuat Vincent heran.


"Ada apa? Kenapa kamu melihat saya seperti itu?"


"Huff apa sebaik nya aku tanyakan saja yah?" batin Kania.

__ADS_1


Dia mengingat beberapa bulan lalu di saat di bertemu dengan Minhui.


"Tapi kalau aku bertanya hal sensitif seperti itu, aku takut membuat Paman tersinggung. Ah sudahlah sebaik nya aku tidak perlu menanyakan hal itu."


"Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat aneh?"


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok, gak ada apa-apa, aku hanya bertanya hal yang tidak penting saja."


Vincent menatap Kania. "Tanyakan saja, seperti nya itu sangat penting sekali."


"Kalau aku menanyakan hal ini, paman tidak akan marah kan?"


"Sebenarnya aku sudah lama ingin menanyakan nya, namun aku tidak enak untuk bertanya, dan waktu nya juga kurang tepat."


"Katakan lah."


"Humm, aku sudah banyak mendengar kalau paman sering bergonta-ganti pasangan di luar sana dan menyembunyikan nya dari aku selama ini, aku juga pernah bertemu dengan mbak Minghui dan mengatakan kalau paman.." tiba-tiba Vincent menghentikan Kania.


"Memang benar Paman sering bergonta-ganti pasangan, namun Paman tidak pernah melakukan hal yang merusak masa depan wanita."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak percaya, aku sering mendengar kalau wanita itu tidur bersama paman."


"Apa kamu pikir tidur bersama sudah melakukan hal seperti itu?" tanya Vincent.


Kania menatap Vincent.


Vincent menghela nafas panjang dia menunduk kan kepala nya. "Apa perlu saya harus menjawab tentang ini? Kenapa kamu harus menanyakan hal yang tidak harus di bahas seperti ini?"


Kania memegang tangan Vincent. "Aku tidak bermaksud untuk menyinggung paman," ucap Kania.


"Saya laki-laki normal."


Jawaban itu sudah membuat Kania percaya dengan apa yang dia tau.


"Tapi satu hal yang harus kamu tau, kalau Paman tidak pernah melakukan hal seperti itu dengan Minghui."


"Bukan kah Paman mencintai nya?"


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Di saat bersama Minhui, paman sudah sadar dengan perasaan paman kepada kamu sehingga paman tidak bisa bersama orang lain."


Kania berdiri. Vincent bingung kepada tiba-tiba Kania berdiri.


"Humm ini sudah malam, sebaiknya aku kembali ke kamar ku dulu."


Vincent menarik tangan Kania dan menduduk kan nya di pangkuan Vincent.


"Satu hal yang harus kamu ingat adalah jangan menanyakan hal seperti ini lagi, dan jangan coba untuk menggoda saya karena saya tidak bisa menahan diri ketika bersama kamu."


Kania langsung berdiri.

__ADS_1


"Paman tidak boleh melakukan nya kepada ku karena Paman belum menikahi ku."


"Bagaimana kalau saya sudah menikah dengan kamu?"


"Walaupun sudah menikah, paman tidak boleh melakukan nya kepada ku," ucap Kania terlihat sangat takut dan langsung keluar dari kamar Vincent.


Vincent tertawa kecil melihat wajah panik Kania.


"Aku tau kamu pasti sakit mendengar kejujuran ku, tapi kamu juga harus tau kalau saya benar-benar sudah berubah, saya lebih memilih untuk menahan dan melakukan nya sendiri dari pada harus mencari wanita," batin Vincent.


"Aahhh!! aku terjebak dengan pertanyaan ku sendiri, aku kesal hanya saja Paman Vincent laki-laki," batin Kania.


Tiba-tiba handphone nya berdering. "Halo Ulfa."


"Kania kamu di rumah kan?"


Kania kaget karena ulfa mengatakan dirinya sudah di depan rumah, dia segera membuka pintu melihat Ulfa di depan rumah nya.


"Ulfa kenapa malam-malam kamu di sini?"


"Malam ini aku bisa tidur di sini kan?"


"Boleh," ucap Kania.


"Ulfa, kenapa kamu tengah malam datang ke sini?" tanya Vincent.


"Paman, aku mau nginep di sini gak apa-apa kan? Aku tidak berani tidur di rumah."


"Iyah gak apa-apa, kalau begitu pergi lah istirahat di kamar Kania."


Vincent mengantarkan sampai di depan kamar, saat hendak masuk Vincent menahan tangan Kania.


"Paman, apa yang paman lakukan?" tanya Kania, untung saja Ulfa sudah masuk ke dalam.


Vincent Mencium bibir Kania dengan singkat sambil tersenyum. "Good night, tidur yang nyenyak yah."


Kania tersipu malu, di tersenyum dan membalas mencium Vincent.


"Semoga paman juga tidur dengan nyenyak."


Vincent mengangguk dia mengelus kepala Kania dan melepaskan Kania masuk ke dalam.


Kania melihat Ulfa yang tidak tidur melainkan melamun sambil memasang wajah yang murung.


"Ada masalah apa Ulfa? Tidak biasa nya kamu seperti ini."


"Kamu janji gak marah kan kalau aku cerita."


"Marah kenapa?"


"Sebenarnya tadi malam Yuda tidur di rumah ku."


"Hah?" Kania sangat kaget sampai suaranya memenuhi ruangan itu.


"Jangan kuat-kuat Kania, jangan sampai paman Vincent tau."

__ADS_1


"Bagaimana bisa Yuda tidur di rumah kamu?" tanya Kania dan dia baru menyadari ada tanda merah di bagian pundak Ulfa sedikit dia langsung memeriksa nya dan menatap Ulfa dengan tatapan intimidasi.


__ADS_2