Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 239


__ADS_3

Dia meletakkan kembali handphone Saska ke atas meja, dia mengelus kepala Saska agar semakin nyenyak. Namun baru saja tidur tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Namun Setelah beberapa menit tidak ada ketukan lagi, karena lelah menunggu Saska tidur akhirnya Shela ikut tidur walaupun sambil duduk.


Satu jam Waktu berlalu. Jam istirahat sudah habis, Saska terbangun dia melihat Shela ternyata ketiduran.


"Ya ampun dia jadi ketiduran sambil duduk seperti ini," batin Saska. Dia tidak membangun kan nya dia membenarkan Shela membantu nya berbaring.


Setelah itu dia langsung keluar mencari staf karena ada kerjaan dan melarang orang masuk ke ruangan nya.


Tidak ada yang masuk terkecuali dirinya.


Sementara di tempat lain Arka sedang menemani Mita jalan-jalan di mall terbesar di kota itu.


"Dari tadi kita hanya berkeliling, sebenarnya kamu mau belanja atau tidak?" tanya Arka kepada Mita.


"Tidak ada yang bagus, aku sama sekali tidak tertarik, bagaimana kalau kita mencari di tempat lain?" tanya Mita. Namun Arka langsung menggeleng kan kepala nya.


"Kamu gak sesuai dengan barang-barang yang di sini karena sudah banyak baju yang kamu pakai, terkadang kamu beli tapi tidak kamu pakai, kamu tidak sayang kepada uang kamu!"


"Huff nama nya juga perempuan, semua perempuan seperti itu," ucap Mita.


"Shela tidak seperti itu, dia tidak suka berbelanja seperti kamu," ucap Arka.


Mita menghela nafas panjang. "Kenapa sih kamu selalu membandingkan aku dengan Shela? dulu saja kamu sangat membenci nya, sekarang kamu membuat nya sangat baik dari pada aku."


Arka menghela nafas panjang. "Maksud aku, dia tidak suka belanja dia lebih suka makanan, sementara kamu makan kurang namun sangat hobi berbelanja."


Mita memasang wajah kesal. "Ya sudah kalau begitu ayo kita pilih di tempat lain saja, kamu tidak perlu Sedih seperti ini," ucap Roi.


di tempat lain akhirnya mereka mendapatkan apa yang di cari oleh Mita.


"Kamu suka kan?" tanya Roi. Mita mengangguk.


"Kita sudah bisa langsung pulang kan?" tanya Arka. "Belum, tunggu sebentar aku mau mencari pakaian lagi," ucap Mita.


Arak menghela nafas panjang. "Huff perempuan di mana-mana emang selalu ribet sekali, bagaimana bisa dia lebih memilih baju dari pada makanan!"


"Sayang, kamu sangat cocok pakai ini," ucap Mita. "Aku tidak mau, pakaian ku sudah sangat banyak di beli sama Mamah."

__ADS_1


"Huff, kamu selalu mengambil baju kak Saska, kamu tidak memiliki baju baru sama sekali, sebaiknya kita membeli ini," ucap Mita.


"Gak usah Mita." Namun tetap saja Mita mau membeli nya untuk Arka.


"Kamu harus pakai ini malam Minggu besok," ucap Mita.


Arka tidak bisa menolak karena sudah di beli juga.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah Arka.


Karena hari ini Mita ingin menjenguk Kania, dia sangat kaget ketika mendengar Kania sakit.


"Mamah... Mamah... aku pulang," ucap Arka.


"Iyah nak, Mamah lagi di belakang," ucap Kania. Arka langsung ke belakang.


"Apa yang Mamah lakukan di sini? kenapa Mamah sendiri?" tanya Arka.


"Papah kamu ada kerjaan sebentar, dia ada diruangan kerja nya, ada apa?" tanya Kania.


"Mamah sedang sakit kenapa Mamah masih menyiram tanaman seperti ini?"


"Lihat mah, aku baw siapa," ucap Arka. tidak beberapa lama Mita muncul. "Eh Tante, apa yang sedang Tante lakukan sore-sore di sini?" tanya Mita.


"Ini lagi nyiram tanaman," jawab Kania.


"Oohh," ucap Kania. "Aku dengar Tante lagi sakit, aku datang mau melihat keadaan Tante, oh iya aku juga membawa buah untuk Tante."


Mita bingung harus mengatakan apa karena Kania sangat irit bicara dengan Mita, sangat berbeda dengan Shela yang sangat di sambut dengan baik, di perlakukan dengan baik juga.


Tidak beberapa lama akhirnya Mita pamitan pulang. Dia hanya betah satu jam saja karena sangat canggung, bingung mau mengatakan apa.


Kania tidak berbicara sama sekali, Mita juga bingung mau berbicara apa.


Karena tidak nyaman akhirnya dia memilih untuk pamit pulang ke rumah.


"Kamu kok cepat pulang sih?" tanya Arka kepada Mita.


"Seperti nya mamah kamu kurang suka dengan ku, aku tidak mau membuat nya terpaksa menemani Ku di ruang tamu seperti tadi, tidak ada percakapan apapun hanya aku yang berbicara dengan mamah kamu."

__ADS_1


"Dan terkadang di jawab dan tidak,,"ucap Mita.


"Mamah ku sedang hamil, mood nya terkadang baik terkadang tidak, kamu harap mengerti yah, aku tau kok kalau di posisi kamu pasti sangat bingung," ucap Arka.


Mita mengangguk. "Seperti nya Mamah kamu kurang suka kepada ku," ucap Mita.


"Bukan tidak suka sayang, kamu jangan berfikir seperti itu, Mamah ku sangat menyukai kamu, hanya saja kamu datang di waktu yang tidak tepat.,"


"Aku juga lelah kalau seperti ini, aku bingung harus mengatakan apa kalau Mamah kamu tidak suka kepada ku, mungkin dia kesal karena aku membuat rencana mereka tidak berhasil untuk menjodohkan kamu."


"Apa sebaiknya kamu kembali kepada Shela saja? Itu adalah amanah dari orang tua," ucap Mita.


"Huss, kamu berbicara apa sih?" ucap Arka.


"Jangan berfikir seperti itu!" ucap Arka.


"Kenyataan nya seperti itu Arka, aku sudah berusaha untuk mengambil hati orang tua kamu, namun mereka sama sekali tidak perduli," ucap Mita.


"Sudah-sudah jangan membahas seperti itu lagi," ucap Arka. "Ya udah deh kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa besok," ucap Mita.


Di kantor Saska masih bekerja, sementara Shela baru saja bangun dia sangat kaget ketika melihat jam di handphone nya sudah di angka tiga.


"Kak Saska! Kenapa kakak tidak membangun kan aku?" tanya Shela kaget.


Saska juga kaget mendengar suara Shela. "Aku pasti di tungguin sama Mamah di rumah, ya ampun kak," ucap Shela sangat panik.


Namun tiba-tiba Saska menahan tangan Shela. "Aku sudah mengirim pesan kepada orang tua kamu, kalau kamu ada urusan di luar, jadi pulang terlambat," ucap Saska sambil menunjuk kan isi ponsel Shela.


"Hufff syukur deh kalau begitu," ucap Shela.


"Kamu tunggu dua jam lagi yah, aku akan nganterin kamu pulang."


"Aku bisa pulang sendiri kak," ucap Shela. "Tapi aku mau nganterin kamu," ucap Saska.


"Tidak perlu kak," ucap Shela. Saska menarik tangan Shela.


"Aku sudah bilang tunggu saja sebentar, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat agar segera pulang bersama kamu."


Shela menghela nafas panjang. "Baiklah kalau begitu Kak," ucap Shela.

__ADS_1


Sementara Arka masuk setelah mengantar Mita ke depan. Dia menyusul mamah nya.


__ADS_2