Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 59


__ADS_3

Setelah selesai makan dia baru masuk ke dalam kamar nya.


Tidak melakukan hal apapun lagi selain mandi dan langsung tidur.


Sementara di kamar Kania masih sibuk dengan buku nya.


"Aku tidak bisa tidur karena memikirkan bagaimana aku mulai bekerja Besok? Aku tidak boleh memalukan diri sendiri," batin Kania.


Namun perlahan-lahan Kania mulai mengantuk dan tertidur sambil duduk, untung saja Ulfa sadar dan membenarkan tidur Kania.


Keesokan harinya Kania setelah pulang dari kampus dia langsung Otw ke kantor paman nya sementara Ulfa harus mengganti kan Kania mengurus beberapa organisasi di kampus.


"Mbak Kania sudah datang," sapa para Staf di lantai bawah.


"Iyah mbak, apa Paman Vincent di Atas?" tanya Kania.


"Ada mbak, mari saya antar."


Kania mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam.


"Masuk!"


Vincent tersenyum melihat Bela masuk ke dalam ruangan nya.



"Kamu sudah datang?" tanya Vincent sambil tersenyum.


Kania mengangguk. Dia berterimakasih kepada Staf yang mengantar nya.


"Hari ini adalah hari aku bekerja paman, jadi aku harus datang tepat waktu, aku juga harus meninggalkan urusan ku di kampus," ucap Kania.


Vincent mendekati Bela.


"Saya akan menjelaskan peraturan di perusahaan ini sedikit demi sedikit, namun yang terutama adalah.."


"Apa Paman?" tanya Kania dengan sangat serius.


"Walaupun kamu adalah pewaris perusahaan ini dan kekasih saya, namun saat ini kamu adalah karyawan saya, di kantor hubungan kita hanya sekedar karyawan dan juga Bos."


"Huff aku tau lah." ucap Kania.


"Selain itu kamu juga harus memanggil saya dengan panggilan Bapak."


"Baiklah pak Vincent yang terhormat," ucap Kania.


"Nah bagus."


"Selain itu, kamu di sini akan di gaji sesuai dengan pekerjaan kamu, kamu juga harus patuh kepada semua atasan kamu."


"Kalau aku bisa menolak aku ingin menolak bekerja di sini, aku rasa di sini banyak peraturan, langsung bekerja saja paman."


"Ssttt!!" Vincent langsung menegur Kania karena memanggil paman.


"Baiklah Pak."


Vincent tersenyum.


"Kamu duduk lah di sana."


Kania mengangguk.



Kania berusaha untuk tetap tersenyum, walaupun sebenarnya dia sangat ingin hari ini cepat berlalu.

__ADS_1


"Eh tunggu dulu, sebelum mulai bekerja kamu ikut saya."


Vincent memberikan tab, Buku dan barang-barang lainnya.


"Kita mau kemana Pak?" tanya Kania.


"Jangan banyak tanya, ikut saja."


Kania mengikuti Vincent.


"Semua nya harap berkumpul," ucap Vincent kepada semua karyawan nya.


Semua nya berkumpul.


"Saya akan mengumpulkan kalau mulai hari ini Kania akan menjadi karyawan di sini dan dia akan menjadi asisten saya mengganti kan Tomi yang sedang mengurus PT Wir Asia."


Semua nya Tepuk tangan.


"Saya harap kalian bisa membantu dia dengan baik."


"Jadilah rekan yang baik."


"Oh iya Tomi tolong berikan jadwal saya kepada Kania."


Vincent langsung pergi. Kania memasang wajah kebingungan gugup.


"Kamu yakin bisa Kania?" tanya Tomi.


"Huff sebenarnya aku tidak paham, di tambah lagi ini hari pertama, namun sudah di berikan pekerjaan seperti ini."


Kania mengikuti Vincent yang ternyata membahas beberapa pekerjaan di ruangan meeting dengan rekan nya.


Kania yang mencoba memahami semua nya dengan cara mencatat nya.


Dari siang sampai sore Kania tidak ada istirahat sama sekali.


"Pekerjaan mu hari ini bagaimana?" tiba-tiba Bu Mona menyusul Kania yang sedang menyalin beberapa dokumen di komputer.


"Bu Mona." Kania menyalim tangan Bu Mona.


"Kelihatan nya kamu sangat lelah, saya yakin perempuan seperti kamu ini hanya tau uang dan foya-foya saja." ucap Bu Mona.


Kania hanya diam tidak bisa mengatakan apapun karena yang di katakan Bu Mona ada benarnya.


"Saya tidak mau tau kamu jangan mencoba-coba menyusahkan anak saya, jangan sampai membuat anak saya malu juga."


Kania mengangguk. Dia melihat Bu Mona pergi dia duduk sambil menghela nafas.


"Huff pantesan saja sifat Paman Vincent seperti ini, ternyata turun dari Bu Mona."


"Kania nih minum untuk kamu." ucap salah satu Staf laki-laki.


Kania melihat pria yang memberikan minuman itu.


"Terimakasih."


"Mau aku bantu?"


"Tidak perlu, ini sudah mau siap kok." ucap Kania.


"Oh iya kenalin aku Oki, aku ketua group departemen 3." ucap Oki.


Kania menjulurkan tangan nya.


"Kalau kamu butuh bantuan langsung saja sama aku, karena kita juga mengurus data-data yang sama, tidak perlu sungkan."

__ADS_1


Kania tersenyum sambil mengangguk.


"Oh ini dokumen untuk apa?" tanya Oki.


Kania membahas pekerjaan dengan Oki.


Jam enam sore Kania baru bisa pulang dia langsung masuk ke kamar nya tidak sempat untuk masak karena sudah sangat lelah.


"Kania akhirnya kamu pulang." ucap Ulfa.


Kania duduk di samping Ulfa.


"Bagaimana hari ini? Pasti sangat menyenangkan bukan?" tanya Ulfa.


"Sangat melelahkan Ulfa, aku ingin menyerah rasa nya."


"Heh kamu gak boleh nyerah, ini baru saja hari pertama bekerja." ucap Ulfa.


"Oh iya aku sudah masak, kamu pasti lapar."


"Kamu masak?" tanya Kania.


"Iyah aku masak karena di suruh sama Bu Mona."


"Loh kamu ketemu sama Bu Mona?"


"Iyah, aku sebenarnya sangat gugup, namun aku harus tau diri dan akhirnya aku masak."


"Maafin aku yah, karena aku meminta kamu untuk tinggal di sini kamu jadi tertekan."


"Enggak kok, santai aja."


"Lagian aku juga butuh tinggal di sini." ucap Ulfa.


Kania mandi setelah itu dia turun ke bawah, dan kebetulan juga Vincent dan Bu Mona sudah menunggu mereka untuk makan malam bersama.


"Kenapa kalian berdua sangat lama? Ayo duduk dan Makan." ucap Bu Mona.


"Iyah Bu."


"Saya dengar kamu dengan Kania sudah berteman cukup lama, dan dana kuliah kamu anak saya yang bayar," ucap Bu Mona kepada Ulfa.


"Iyah Bu."


"Kalau begitu kamu tinggal di sini saja selagi orang tua kamu di kampung."


"Terimakasih banyak Bu."


"Kamu tidak bisa hanya tinggal saja, kamu juga harus bersih-bersih, masak kalau Kania tidak ada di rumah."


"Mami Ulfa di sini hanya sementara, dia tidak mungkin melakukan itu."


"Saya akan membayar gaji nya selama di sini."


"Saya mau Bu." ucap Ulfa langsung karena Kapan lagi dia bisa bekerja mendapatkan Gaji namun sambil bisa kuliah.


Vincent menghela nafas panjang, setelah mainnya pergi dia minta maaf kepada Ulfa karena mami nya.


Namun Ulfa tidak sedih, dia sangat senang membuat Kania bingung dengan sahabat nya itu.


Tidak beberapa lama selesai makan Vincent melihat Kania duduk di living room sendirian dia menyusul.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent.


Kania menunjuk ke arah laptop nya.

__ADS_1


"Aku dari tadi mempelajari ini namun aku sama sekali tidak paham, aku sangat pusing." ucap Kania.


__ADS_2