Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 71


__ADS_3

Sementara di tempat lain Ulfa sedang membuat teh untuk Yuda yang datang ke rumah nya malam-malam.


"Nih minum dulu teh nya." ucap Ulfa.


"Terimakasih."


"Oh iya lain kali kalau kamu mau ke sini jangan malam-malam yah, aku takut orang yang melihat nya salah paham."


"Emangnya gak boleh yah?"


"Boleh sih, hanya saja aku di sini tinggal sendiri, berdua dengan laki-laki di malam hari bisa menimbulkan fitnah."


"Oohhhh, ya udah kalau begitu aku minta maaf yah." ucap Yuda.


Ulfa menatap wajah Yuda.


"Kalau boleh tau kamu ada masalah kah?" tanya Ulfa.


"Enggak.. Enggak ada kok."


"Tumben banget kamu datang malam-malam seperti ini," ucap Ulfa.


Yuda menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Aku sedikit curiga dengan wajah mu, katakan saja Kaka kamu memiliki masalah."


"Aku hanya mau bertamu saja Karena kefikiran kamu di sini."


Ulfa menatap dengan penuh kecurigaan.


"Katakan saja ada apa Yuda."


Yuda menatap wajah Ulfa.


"Aku hanya mengkhawatirkan kamu karena kamu di sini tinggal sendiri, aku tidak bisa tenang."


"Humm baiklah kalau begitu. Tapi kamu gak bisa lama-lama di sini yah."


"Baiklah gak apa-apa kok, tapi kamu bisa jaga diri d sini kan?"


"Bisa kok kamu tidak perlu khawatir." Sebenarnya Yuda sangat khawatir dan tidak bisa meninggalkan Ulfa begitu saja.


Keesokan harinya...


Kania dan Vincent sedang sarapan, Bu Mona baru saja keluar dari kamar namun dia tidak ikut duduk bersama mereka dia langsung pergi ke kantor tampa mengatakan apapun."


Vincent dan Kania hanya bisa diam, tidak bisa mengatakan apapun untuk sekarang.


"Kania apa kita perlu bicarakan?" tanya Vincent.


"Aku sudah telat, aku tidak ingin membicarakan apapun," ucap Kania.

__ADS_1


Vincent menghela nafas panjang, dia berangkat ke kantor dan langsung di sambut oleh Staf nya seperti biasa.


"Selamat pagi Pak Vincent," sapa Fani. Vincent mengangguk. "Apa bapak sudah sarapan? Bapak mau minum?"


"Saya sudah sarapan, kamu bisa membuat kan kopi untuk saya,"


"Oke baik pak, di tunggu sebentar yah."


Fani langsung masuk ke arah dapur kantor. Namun Vincent baru sadar kalau ternyata dari tadi Tomi memerhatikan mereka berdua dari kejauhan.


Hubungan Vincent dan juga Tomi kurang baik, dia tidak tau harus bercerita ke siapa lagi.


"Permisi pak.." Tomi masuk ke ruangan Vincent namun ternyata ada Fani di sana.


"Silahkan duduk."


Fani langsung pergi dari sana.


"Apaa Bapak memanggil saya?" Vincent mengangguk.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Tomi.


"Ada!"


Tomi terdiam sejenak sambil menunggu Vincent menyampaikan aps yang ingin dia sampaikan.


"Saya mau bercerita tentang masalah saya," ucap Vincent. Tomi menatap Vincent.


Vincent menceritakan semua nya, Tomi juga bingung harus memberikan saran apa, namun dia rasa cukup mendengar kan dan memberikan respon yang baik saja sudah cukup lebih baik.


"Saya tidak bisa memberikan saran apa-apa pak karena saya tidak pintar dalam hal tersebut,"


"Kamu benar juga Tomi, saya berterimakasih karena kamu sudah mau mendengar kan saya."


"Iyah Pak," Jawab Tomi.


"Tentang kemarin saya benar-benar minta maaf kepada kamu, saya minta maaf telah kasar kepada kamu."


"Sudah pak, lupakan saja."


Vincent tersenyum. Setelah selesai akhir nya Tomi bisa keluar.


"Apa yang kalian bicarakan di dalam? Kenapa kamu sangat lama di dalam?" tanya Fani yang ternyata menunggu di depan pintu ruangan Vincent."


"Tidak ada, hanya membahas pekerjaan,"


"Tidak mungkin, kamu pasti mendengar kan curhatan pak Vincent kan?"


"Iyahh dia sedang bermasalah dengan pasangan nya," ucap Tomi.


"Apa mereka putus? Apa sekarang mereka sudah tidak bersama? Itu arti nya sekarang pak Vincent Jomblo?" tanya Fani sangat terlihat girang.

__ADS_1


"Ada apa sih dengan kamu Fani, kenapa kamu sangat bahagia melihat pak Vincent bermasalah dengan pasangan nya."


"Enggak seperti itu, hanya saja agar pak Vincent tidak pusing memikirkan pasangan nya terus dan fokus bekerja."


"Fani, apa kamu sadar kalau aku adalah pacar kamu? Kenapa kamu bisa-bisa nya menyukai orang lain terang-terangan di depan ku?" tanya Tomi.


"Apa-apaan sih Tomi, kamu bilang apa deh."


"Fani ikut aku." Tomi menarik tangan Fani ke lantai atas.


"Fani selama ini aku sudah sangat sabar melihat kamu mendekati pak Vincent, mengagumi, memuji dan juga melakukan banyak hal hanya untuk pak Vincent yang aku sendiri tidak pernah merasakan hal seperti itu."


"Jangan ngaco deh Tomi, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud."


"Aku cemburu melihat kamu terus menyukai pak Vincent bahkan tidak mengingat dan tidak menghargai aku sama sekali," ucap Tomi.


Mendengar itu Fani tertawa kecil. "Jangan gila deh Tomi, aku sudah bilang dari awal kalau pak Vincent itu adalah idola ku, dan kamu tau juga kan aku masuk ke perusahaan ini karena dia."


"Tapi tidak seperti ini juga Fani, kamu sudah mengagumi nya berlebihan."


"Jadi kamu mau nya apa? kamu mau nya kita putus?"


"Bukan seperti itu Fani, aku ingin kamu berhenti mendekati pak Vincent dan fokus ke hubungan kita berdua."


"Maaf aku tidak bisa Tomi, aku ke sini karena pak Vincent, aku tidak bisa berhenti mengidolakan dia sebaik nya kita putus saja."


"Fani bukan seperti itu maksud aku, aku mohon jangan salah paham."


"Aku sudah muak berhubungan dengan kamu, sangat membosankan," ucap Fani.


"Aku harus bagaimana lagi Fani? aku melakukan semua nya apa yang kamu mau."


"Kamu tidak bisa seperti pak Vincent, aku ingin orang yang seperti pak Vincent," ucap Fani.


"Sudah lah aku tidak mau ribut, aku mau lanjut bekerja karena aku harus menjadi wanita yang pintar, rajin dan bertalenta agar pak Vincent suka seperti apa yang kamu katakan."


Fani langsung pergi dari sana meninggalkan Tomi yang kehabisan kata-kata.


"Gila, satu tahun bersama semua nya sia-sia seperti ini? bahkan aku tidak pernah merasakan cinta nya yang tulus kepada ku," ucap Tomi.


"Apa aku sangat tidak sempurna? apa aku harus benar-benar menjadi pak Vincent agar bisa mendapatkan hati Fani?"


Di kampus Kania duduk sendirian di kelas.


"Kania kenapa kamu di sini sendirian? Ulfa dan Yuda mana?" tanya dosen mereka alias ibu nya Yuda.


"Eh ibu, mereka tadi keluar beli makanan."


"Kok kamu gak keluar? lagi gak enak badan kah?" tanya Bu dosen.


"Enggak kok, aku hanya ingin belajar di sini."

__ADS_1


"Ya ampun rajin banget kamu,"


"Oh iya ibu mau nanya bagaimana hubungan kamu dengan Yuda?" tanya Bu dosen.


__ADS_2