
"Good night sayang," ucap Kania karena malu dia langsung masuk ke dalam tenda.
Vincent tersenyum dia juga langsung masuk ke dalam tenda nya, namun dia sangat heran kenapa Yuda tidak ada di tenda nya.
Begitu juga dengan Kania dia tidak melihat Ulfa di tenda nya.
"Mungkin dia ke kamar mandi, aku sangat lelah, sebaik nya aku tidur," ucap Kania.
Sementara Yuda dan Ulfa ternyata sedang duduk bersama di luar. Tidak membicarakan tentang apapun mereka hanya menatap langit sambil bergandengan tangan.
Keesokan harinya...
"Good morning kak Vincent/ Selamat pagi Kak Vincent.." sapa teman Kania ketika Vincent baru saja keluar dari dalam tenda nya.
"Wahh dalam keadaan penampilan baru bangun tidur, rambut berantakan saja kak Vincent sangat tampan, kita semua kalah," ucap para lelaki.
Vincent membalas nya dengan senyuman dia tidak melihat Kania.
"Di mana Kania?" tanya Vincent.
"Seperti nya belum bangun kak."
Vincent melihat ke dalam tenda ternyata Kania belum juga bangun.
"Humm dia sendiri yang bilang harus bangun pagi karena ada kegiatan, namun sudah jam segini namun dia belum juga bangun."
"Good morning sayang," sapa Vincent tepat di telinga Kania, dia langsung terbangun dan melihat Vincent.
"Kenapa paman di sini?" tanya Kania kaget.
"Membangun kan kamu, semua orang sudah bangun,"
Kania melihat jam di handphone nya dia langsung duduk.
"Semalaman aku tidak bisa tidur karena sangat dingin sekali," ucap Kania.
Vincent tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu bangun dan ayo sarapan."
Kegiatan mereka hari ini adalah jalan-jalan di puncak melihat pemandangan yang bagus, namun hanya bisa di tempuh dengan jalan kaki.
Tidak ada kesulitan menuju untuk ke air terjun yang sangat di sukai banyak orang.
Akhirnya mereka sampai pada tengah hari.
para laki-laki langsung berenang sambil mencari ikan sementara perempuan juga berenang di tepian sungai.
Di rumah Vincent Bu Mona duduk sendirian di meja makan.
"Huff biasanya selalu ada Kania dan Vincent namun sekarang mereka sedang tidak di sini, rasa nya sungguh sepi sekali," ucap Bu Mona.
__ADS_1
Bu mona duduk di depan TV sambil menikmati kopi nya.
"Aku sudah lama sendirian di luar negeri, di rumah ini sangat nyaman karena ada Kania dan juga Vincent. Namun kalau mereka pergi seperti ini aku juga kesepian," batin Bu Mona.
"Apa sebaiknya aku menikah lagi? Tapi tidak mungkin Vincent setuju dengan keputusan ku ini, apakah sebaiknya aku membiarkan Vincent dan Kania menikah?" tanya Bu Mona.
"Huff ini sungguh pilihan yang begitu sulit sekali," ucap Bu Mona.
Tiga hari kemudian akhirnya Kania dan Vincent pulang ke kota.
"Terimakasih banyak yah kak Vincent, kami sangat senang sekali," ucap Teman Kania.
"Berterimakasih lah kepada Kania, kalau bukan karena Kania mungkin kita tidak akan bertemu."
"Terimakasih banyak yah Kania, kalau begitu ayo kita kembali ke rumah masih-masing dan istirahat."
Mereka berpisah di sana.
"Aku dan Ulfa masih ada urusan, kamu dengan kak Vincent pulang terlebih dahulu saja," ucap Yuda kepada Kania.
"Jangan pulang terlalu larut malam," ucap Kania.
Yuda dan Ulfa mengangguk.
Vincent menggandeng tangan Kania.
"Sebelum pulang ayo makan siang," ajak Vincent.
"Sudah tidak apa-apa," Vincent menarik tangan Kania.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran favorit Vincent.
Kania sangat kebingungan melihat Vincent yang makan begitu lahap sekali.
"Wahh paman makan seperti tidak makan berminggu-minggu," ucap Kania.
Vincent mengangguk.
"Saya kurang puas makan Tampa nasi yang bagus di puncak selama tiga hari," ucap Vincent.
Kania tersenyum, dia juga jadi ikut makan banyak.
"Terimakasih banyak yah, momen seperti itu sangat jarang bisa saya rasakan, namun karena kamu saya bisa bahagia menikmati hari-hari saya."
Kania tersenyum. "Paman hanya tau menghabiskan waktu dengan bekerja, sementara banyak hal yang bisa di lakukan selain mencari uang," ucap Kania.
Vincent tersenyum.
"Sebaiknya kita pulang, aku sangat merindukan ibu," ucap Kania.
Sesampainya di rumah mereka bingung kenapa Bu Mona tidak ada di rumah.
__ADS_1
Vincent menghubungi ibu nya namun namun ternyata Bu Mona sedang bersama teman-teman nya.
Mereka sudah sangat khawatir, setelah mendengar Bu Mona bersama teman nya mereka sangat lega.
"Paman aku sangat lelah, aku mau istirahat," ucap Kania.
Vincent mengikuti Kania. "Apa yang ingin Paman lakukan?" tanya Kania karena Vincent mengikuti ke pintu kamar nya.
"Saya ingin istirahat di kamar kamu, bersama kamu," ucap Vincent menarik tangan Kania dan berbaring di tempat tidur.
Kania berbaring di lengan Vincent yang sudah menutup mata nya.
"Huff kasur ini sangat nyaman sekali."
Vincent membuka mata nya melihat Kania menatap nya.
"Kenapa kamu menatap saya?"
"Dua hari lagi Paman sudah pergi ke PT Wir Asia," ucap Kania.
"Sstt jangan memikirkan itu, sekarang peluk lah saya, saya sangat merindukan pelukan kamu," ucap Vincent karena selama di puncak mereka tidak bisa melakukan hal yang tidak baik dan juga harus menghargai teman-teman Kania.
Yuda dan Ulfa sampai di apartemen Yuda.
"Kamu yakin mau tinggal di sini sendirian?" tanya Ulfa kepada Yuda. Yuda mengangguk.
"Ini saran dari Mamah juga agar lebih dekat ke kampus."
Ulfa duduk di kursi.
"Aku mendengar kalau mamah kamu kurang suka kamu dekat-dekat sama aku," ucap Ulfa.
"Kamu tau dari mana? Dari Kania?" tanya Yuda. Ulfa menggeleng kan kepala nya.
"Banyak yang ngomong kepada ku," ucap Ulfa.
Yuda duduk di depan Ulfa memegang kedua tangan Ulfa menatap nya dengan sangat dalam.
"Aku sangat mencintai kamu, kita saling mencintai. Tidak ada yang bisa memisahkan kita, mamah hanya takut pelajaran aku terganggu karena pacaran."
"Tapi waktu kamu dekat dengan Kania, orang tua kamu sangat mendukung nya bahkan orang tua kamu bilang juga kalau kamu pacaran dengan Kania."
Yuda bingung harus ngomong apa lagi, mau bagaimana pun dia lah yang salah karena dia yang menceritakan kepada orang tua nya tentang dia dengan Kania.
Yuda memeluk Ulfa. "Berhenti memikirkan hal yang seperti ini, kita fokus jalani hubungan kita saja."
Ulfa mengangguk. "Ya udah kalau begitu aku bantu bersih-bersih deh agar kamu bisa langsung pindah ke sini," ucy Ulfa.
"Oh iya selain niat agar dekat ke kampus, aku ingin pindah ke sini agar kamu juga bisa main ke sini, aku ingin aku adalah tempat ternyaman bagi kamu," ucap Yuda.
"Kamu berlebihan banget sih sama aku, aku tidak tau harus ngomong apa," ucap Ulfa tersipu malu.
__ADS_1