Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 23


__ADS_3

Kania nekad untuk makan sebagai pembalasan dendam nya kepada Vincent.


Vincent duduk di depan Kania yang sedang makan.


"Kenapa paman melihat ku seperti itu? berhenti menatap ku." ucap Kania.


Vincent tidak mengatakan apapun namun dia terlihat sangat lapar.


"Kenapa kamu tidak masak?" tanya Vincent namun Kania tidak menjawab nya.


Kania tidak menjawab nya. Vincent mau marah namun tidak mungkin. Karena lapar dia berjalan ke dapur mencari sesuatu yang bisa di masak.


Melihat tidak ada yang bisa di masak akhirnya dia memesan makanan di luar. Kania benar-benar mengabaikan nya.


Vincent baru selesai makan dia mau istirahat ke kamar nya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu kamar Kania. Kania tidak menjawab nya.


"Kania apa kamu sudah tidur?" tanya Vincent. Kania membuka pintu dan menatap Paman nya.


"Paman minta maaf karena bersikap tidak baik kepada kamu." ucap Vincent. Kania tidak menjawab nya.


Vincent memberikan obat.


"Ini obat untuk bibir kamu." ucap Vincent.


"Tidak perlu." ucap Kania.


Vincent menarik tangan Kania masuk ke dalam dan duduk di pinggir kasur.


Vincent mengoleskan obat ke bibir Kania.


"Apa yang aku rasakan? Ada apa dengan hati ku." batin Vincent.


Menyentuh bibir Kania dia tidak bisa melupakan hal yang sudah dia lakukan sebelum nya kepada bibir Kania.


Dan Vincent benar-benar tidak menyesali hal itu, entah mengapa dia sangat menyukai hal itu dan untuk pertama kalinya dia menatap wajah Kania dengan rasa kagum.


"Sebaiknya Paman keluar dari kamar ku." ucap Kania.


"Tapi ../Aku bisa melakukan nya sendiri, Paman keluar saja." ucap Kania mendorong Vincent keluar.


Kania menghela nafas panjang.


"Jangan Kania, jangan! Sudah cukup kamu mencintai nya Selama ini. Kamu tidak boleh terlena lagi." ucap nya kepada diri nya sendiri.


Hari-hari kedepannya Vincent benar-benar memperbaiki diri agar Kania tidak membenci nya, namun kini Kania benar-benar sangat Cuek kepada nya.


Kania lebih banyak menghabiskan waktu bersama Yuda dan juga Ulfa selama libur membuat Vincent sangat kesepian.

__ADS_1


Dia berusaha mendapatkan perhatian Kania namun percuma saja karena Kania sama sekali tidak merespon nya.


Vincent hampir menyerah namun dia tidak bisa hidup tanpa Kania.


Di malam hari nya Kania sedang ngopi sendirian namun tidak sengaja melihat Tomi di sana.


"Tomi!" panggil nya. Tomi melihat Kania dan meninggalkan teman nya dan bergabung dengan Kania.


"Kamu di sini juga? Sama siapa?" tanya Tomi.


"Sendirian." ucap Kania.


"Loh kamu gak takut pak Vincent nyariin?" tanya Tomi.


Kania menggeleng kan kepala nya. "Oh iya aku lupa kalau sekarang kamu sudah bebas tidak seperti dulu lagi. Aku juga lebih senang melihat kamu yang sekarang." ucap Tomi.


Kania tersenyum. "Kamu lagi ada acara sama teman-teman kamu?" tanya Kania.


"Sebenarnya kami ke sini mau membahas pekerjaan." ucap Tomi.


"Pekerjaan?"


"Mereka semua rekan-rekan kerja ku." ucap Tomi. "Oohhhh. Kamu sama seperti Paman Vincent selalu gila kerja." ucap Kania.


Tomi tersenyum. "Akhir-akhir ini pak Vincent menuntut kita semua bekerja dengan baik. Mood nya kurang bagus." ucap Tomi.


"Loh kenapa?" tanya Kania.


"Itu pasti karena Paman yang tidak bisa setia." ucap Kania langsung.


Tomi menggeleng kan kepala nya. "Percaya atau tidak sekarang pak Vincent hanya fokus bekerja, bahkan pak Vincent sudah sangat jarang minum bersama rekan-rekan atau teman nya." ucap Tomi.


Kania juga menyadari hal itu, namun sekarang dia lebih baik tidak ikut campur.


"Apa kamu ingin tau apa yang membuat mereka putus?" tanya Tomi. Kania diam saja.


"Ya udah deh kalau kamu tidak ingin tau. Sebaik nya kamu tidak perlu tau." ucap Tomi.


"Katakan! Pasti karena Paman egois kan?" tanya Kania. Tomi mengangguk.


"Awalnya begitu karena tidak sengaja Nona Minhui mendengar kata-kata pak Vincent yang tidak mencintaimu nya dengan tulus."


Mungkin Nona Minhui marah, dia kesal dan sekarang Nona Minhui berpacaran dengan direktur Je."


"Tunggu-tunggu direktur Je?" ucap Kania. Tomi mengangguk.


"Pria yang berdansa di acara ulang tahun orang tua mbak Minhui?" jelas Kania. Tomi mengangguk.


"Lalu?"

__ADS_1


"Nona Minhui balas dendam dengan cara memberikan semua data-data salah satu saham Pak Vincent kepada direktur Je karena direktur Je adalah anak dari musuh Pak Vincent." ucap Tomi.


Kania terdiam mendengar itu. Jelas dia sangat kaget karena satu saham berhasil di ambil oleh direktur Je.


"Dan sekarang Pak Vincent sedang berusaha merebut itu lagi, namun Minhui mengetahui banyak kelemahan pak Vincent dan dengan mudah dia mendapatkan file-file perusahaan yang penting."


Kania terdiam dia tidak bisa mengatakan apapun lagi.


"Ya sudah kalau begitu aku ke sana dulu yah." ucap Tomi.


"Pantesan saja akhir-akhir ini Paman Vincent banyak Diam dan kurang istirahat wajah nya juga terlihat banyak masalah. Aku berfikir awal nya karena aku mengabaikan nya." ucap Kania.


Kania mengumpulkan laptop, handphone dan kunci mobil nya memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sampai di rumah seperti biasa Vincent pasti sudah di rumah.


Dia membuka pintu melihat Vincent sedang bekerja di ruang tamu.


"Akhirnya kamu pulang juga, Paman sudah memesan makanan dari luar kamu Makan yah." ucap Vincent.


Kania mengangguk saja.


Setelah mengatakan itu Vincent kembali bekerja. Tengah malam Kania terbangun karena haus dia turun ke lantai bawah namun sangat terkejut melihat Vincent masih duduk di ruang tamu bahkan pakaian nya belum ganti.


Kania sudah terbiasa dengan hal tersebut, namun melihat wajah Vincent menahan ngantuk membuat nya kasihan.


Kania berjalan ke ruang tamu membawa kopi, tidak mengatakan apapun dia meletakkan kopi dan pergi. Vincent baru menyadari nya baru saja mau mengatakan terimakasih namun Kania sudah langsung pergi.


Vincent langsung meminum nya.


Beberapa hari kemudian akhirnya Kania kembali kuliah. Hari ini dia sangat bersemangat sekali sehingga bangun lebih awal.


Namun dia heran kenapa Vincent tidak ada di rumah, mobil nya juga tidak ada.


"Kemana paman? apa dia sudah berangkat ke kantor? Seperti nya tidak mungkin." batin Kania.


Namun setelah menghubungi Tomi ternyata Vincent tidak pulang melainkan Tidur di kantor.


Vincent sedang sarapan di kantin Kantor.


Tiba-tiba Direktur je datang.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Vincent.


"Tenang bro tidak perlu emosi seperti itu, aku hanya ingin bertemu dengan mu, melihat keadaan mu." ucap Direktur Je.


Vincent malas ribut dia berdiri mau pergi namun di tahan oleh Direktur Je.


"Sabar bro jangan pergi dulu, aku ke sini hanya ingin memberikan ini." ucap Je memberikan map.

__ADS_1


Vincent membuka nya ternyata Saham yang sudah dia rebut sudah berhasilnya menjadi milik nya.


__ADS_2