Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 29


__ADS_3

"Paman aku ke dalam mobil terlebih dahulu yah."


Kania berjalan ke parkiran sendirian.


Namun tiba-tiba ada dua preman yang datang seperti nya sedang mabuk.


"Hai cantik mau kemana sendiri? Abis dari mana kenapa cantik banget?"


Kania sangat takut, keadaan lagi sangat sepi karena semua orang sudah pergi.


"Jangan takut gitu, ayo ikut dengan kita," ajak mereka sambil memegang tubuh Kania.


"Enggak! Pergi kalian."


"Ayo dong cantik."


Mereka berusaha menggoda Kania namun tiba-tiba Vincent datang menghajar kedua pria itu sampai minta ampun dan pergi.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Vincent, Kania menggeleng kan kepala nya.


"Ayo masuk ke dalam mobil tidak perlu takut."Mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan gedung itu.


Namun saat keluar dari sana tidak sengaja Kania melihat kedua preman tadi bersama Minghui.


"Kamu mau makan dulu sebelum pulang?" tanya Vincent namun tidak di jawab oleh Kania.


"Kania apa kamu tidak mendengar Paman?"


"Iyah kenapa?" tanya Kania.


"Kamu lagi lihatin apa?" tanya Vincent.


"Enggak kok, gak ada."


Vincent bingung melihat wajah Kania.


"Kamu mau makan dulu sebelum pulang?" tanya Vincent.


"Kebetulan banget aku sangat lapar."


"Ya udah kalau begitu kita cari tempat nya dulu."


Kania mengangguk.


Sudah sampai di rumah Kania langsung ke kamar nya.


"Apa jangan-jangan kedua preman tadi suruhan mbak Minghui untuk menghangatkan aku?"


"Tapi kenapa? apa dia juga marah kepada ku hanya karena putus dari Paman?"


"Dia sama seperti mantan pertama paman yang menggangu aku setelah putus dari Paman."


"Tapi bukan aku yang membuat mereka putus. Aku hanya meminta waktu Paman untuk ku pada saat itu dan tentang mbak Minghui aku sama sekali tidak ikut campur," batin Kania.


Dia tidak bisa tenang selalu kefikiran kepada Paman dan Minghui.


"Apa benar aku yang membuat Paman tidak menikah sampai sekarang?" ucap Kania bertanya-tanya kepada diri nya sendiri.


"Kania..." panggil Vincent dari luar.


Kania membuka pintu dia melihat Paman nya di balik pintu.

__ADS_1


"Kenapa Paman belum tidur?" tanya Kania.


"Paman tidak bisa tidur, kamu mau nemanin Paman nonton di bawah?" tanya Vincent.


Kania tidak menolak karena kebetulan dia juga belum ngantuk, besok dia libur jadi bebas mau bergadang.


Film horor yang di pilih oleh Kania. Mereka berdua suka Flim horor namun Kania penakut itu sebabnya dia menonton di saat ada paman nya saja.


Keesokan harinya hari Minggu..


Ulfa dan Yuda bermain ke rumah Kania karena sudah janji sebelum nya.


"Kania Paman kamu ke mana?" tanya Ulfa.


"Seperti nya masih tidur."


"Kamu yakin gak apa-apa kalau Yuda dan aku main ke sini?"


"Gak apa-apa lah lagian ini juga demi tugas kita," ucap Kania.


"Oh iya dia orang lagi kenapa belum datang?" tanya Kania.


"Mungkin sebentar lagi."


"Ya udah kalau begitu aku buat teh dulu yah ke dapur," ucap Ulfa.


Kania dan Yuda di ruang tamu.


"Lihat aku membawa apa untuk kamu," ucap Yuda sambil memberi paper bad.


"Apa lagi ini? perasaan kamu setiap kali ketemu pasti memberi kan hadiah."


Yuda tersenyum, "Kali ini bukan dari aku tapi ini dari Mamah sama Papah."


Vincent baru saja bangun dia langsung ke dapur karena berfikir Kania ada di sana namun ternyata bukan Kania melainkan Ulfa.


"Pak Vincent," sapa Ulfa.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Vincent bingung.


"Humm saya mau mengerjakan tugas dengan Kania Pak." ucap Ulfa.


"Di mana dia sekarang?" tanya Vincent.


Ulfa menunjuk ke depan.


Vincent melihat ke arah Kania dan Yuda.


Lagi-lagi dia cemburu melihat Kania sangat dekat dengan Yuda.


"Kenapa Kania tidak bilang kalau hari ini teman-teman nya datang?" tanya Vincent kepada Ulfa.


"Sebenarnya bukan di harus kan pak, hanya saja kami ingin sesekali berkumpul. Kami tau kalau Kania tidak akan di ijinkan keluar jadi di putus kan di sini." ucap Ulfa.


"Oohh." ucap Vincent dan langsung pergi naik ke atas lagi sambil membawa satu kopi yang di buat oleh Ulfa.


Kania sadar kalau Vincent naik lagi ke atas. Dia baru sadar kalau dia dengan Yuda terlalu mesra.


Hari semakin siang Vincent tak kunjung turun membuat Kania penasaran.


Namun dia juga bersyukur karena Vincent tidak membuat nya malu di depan teman-temannya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama akhirnya teman-teman nya pulang.


"Kania aku pulang dulu yah," ucap Yuda


"Makasih yah sudah mau mampir ke sini," ucap Kania.


"Aku yang ngucapin terimakasih karena sudah di ijin kan datang ke sini," ucap Yuda.


"Sampai jumpa besok," ucap Yuda kepada Kania.


Setelah mereka pergi Kania merapikan ruang tamu sambil menunggu Vincent keluar.


Namun setelah sudah selesai Vincent tak kunjung keluar.


"Kenapa Paman tidak kunjung keluar yah? Apa dia tidak lapar?"


Kania naik ke atas memeriksa Paman nya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu pertama kali tidak di respon oleh Vincent, kedua kali baru Vincent menjawab dari dalam.


"Masuk!"


Kania membuka pintu dia melihat Vincent duduk di sofa sambil fokus dengan laptop nya.


"Paman kenapa tidak keluar dari kamar? apa Paman tidak lapar?" tanya Kania.


Vincent tidak menjawab nya.


"Apa Paman kurang enak badan?" tanya Kania sambil meletakkan tangan nya di dahi Vincent.


Namun Vincent menghindari nya. Kania menghela nafas panjang sambil menatap Vincent yang tidak tau kenapa.


"Ada apa sih Paman?" tanya Kania namun tetap tidak di jawab oleh Vincent.


Vincent menatap wajah Kania.


"Lain kali kalau kamu mau membawa teman kamu ke rumah ijin dulu sama Paman."


"Aku lupa Paman karena keasikan nonton, ya udah kalau begitu aku minta maaf yah." Kania memasang wajah imutnya.


Vincent tidak bisa menahan nya akhirnya dia menginyakan.


"Jadi Paman marah kalau aku membawa teman aku ke rumah?"


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Paman tidak marah kalau kamu ijin terlebih dahulu."


Kania mengangguk sambil tersenyum.


"Kalau begitu Paman harus keluar makan siang. Aku tidak ingin Omah sama Opah menyalah kan aku karena tidak mengurus Paman dengan baik," ucap Kania.


Kania menarik tangan Vincent keluar dari kamar. Namun tidak sengaja kaki Kania tersandung hampir jatuh karena berjalan cepat-cepat.


Dengan cepat Vincent menahan badan Kania agar tidak jatuh.


Mata Kania dan Vincent bertatapan satu sama lain beberapa detik.


"Ya Allah kenapa paman Vincent ganteng banget sih, semakin hari semakin Tampan saja," batin Kania.


"Aku tidak habis pikir dengan ku karena bisa mencintai wanita ceroboh seperti ini," batin Vincent.

__ADS_1


"Lain kali hati-hati, bagaimana kalau kamu jatuh dan terluka?" ucap Vincent dan melepaskan badan Kania.


__ADS_2