
"Saya akan membayar gaji nya selama di sini."
"Saya mau Bu." ucap Ulfa langsung karena Kapan lagi dia bisa bekerja mendapatkan Gaji namun sambil bisa kuliah.
Vincent menghela nafas panjang, setelah mainnya pergi dia minta maaf kepada Ulfa karena mami nya.
Namun Ulfa tidak sedih, dia sangat senang membuat Kania bingung dengan sahabat nya itu.
Tidak beberapa lama selesai makan Vincent melihat Kania duduk di living room sendirian dia menyusul.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent.
Kania menunjuk ke arah laptop nya.
"Aku dari tadi mempelajari ini namun aku sama sekali tidak paham, aku sangat pusing." ucap Kania.
Vincent duduk di samping Kania.
"Coba sini saya lihat."
Vincent mengajar kan nya kepada Kania.
Namun Kania tidak fokus mendengar kan Vincent dia malah fokus melihat wajah Vincent yang sangat tampan ketika tampil dengan rambut yang berantakan.
"Kania...." ucap Vincent.
"Iyah paman, maaf."
Vincent menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?"
"Paman sangat tampan sekali." ucap Kania sambil tersenyum.
Vincent menatap wajah Kania.
"Huff coba saja kalau mami tidak di sini saya sudah mencium kamu."
"Lakukan saja kalau berani." ucap Kania sambil menyodorkan pipi nya.
Vincent langsung mencium Kania dengan singkat.
"Iihh paman..."
Vincent tersenyum.
"Maaf kan saya hari ini membuat kamu banyak pekerjaan dan juga mengabaikan kamu sepanjang waktu." ucap Vincent.
"Huff awal nya aku berfikir kalau bekerja di kantor paman akan memiliki banyak waktu bersama paman, namun di hari pertama saja sudah seperti ini bagaimana dengan selanjutnya?" ucap Kania.
Vincent mengelus tangan Kania.
"Kamu jangan sedih yah, ini hanya untuk sementara waktu demi kebaikan kamu dan juga kebaikan kita bersama." ucap Vincent.
Kania mendekati Vincent. Vincent menatap nya dengan bingung.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent.
"Aku sangat merindukan paman," ucap Kania memeluk Vincent.
__ADS_1
Vincent salting karena Kania memeluk nya.
Cukup lama mereka berbincang-bincang di ruang tamu sampai akhir Kania tidur.
Keesokan harinya..
"Kania! Kania bangun," Ulfa membangun kan Kania.
"Aku sangat ngantuk Ulfa," ucap Kania.
"Ini sudah pagi, kalau kita telat bangun Bu Mona akan marah."
Seketika Kania langsung duduk.
"Maaf Kania aku harus membangun kan kamu seperti ini, tapi kalau kita tidak bangun kita pasti di marahin."
"Huff aku rasa, aku baru saja tidur."
Setelah selesai mandi mereka ke bawah untuk masak sarapan pagi.
"Makasih yah sudah ada di sini bantuin aku," ucap Kania kepada Ulfa setelah makanan sudah di tata rapi.
"Aku gak kebayang deh kalau kamu sendiri mengerjakan ini semua." ucap Ulfa.
"Kalau hanya untuk aku dengan Paman tidak terlalu capek, namun sekarang jadwal ku sudah sangat banyak dan juga ada Bu Mona yang aku tidak paham apa yang harus kita lakukan agar tidak kena marah."
"Yang sabar yah Kania."
"Pagi sayang..." ucap Vincent menyapa Kania yang masih menyiapkan minuman di dapur.
"Paman jangan seperti ini," ucap Kania karena Vincent memeluk nya dari belakang dan mencium pipi nya membuat Kania kaget.
"Kenapa? Apa yang salah? mami juga masih di kamar," ucap Vincent.
Vincent pura-pura ngambil minum dan pergi.
Kania tertawa melihat kelakuan Vincent.
"Sudah biasa, kamu tidak perlu heran, di balik sifat nya yang dingin dan galak dia sangat manja sekali," ucap Kania.
Kania dan Ulfa tertawa kecil dan langsung ke depan agar sarapan bersama karena Bu Mona sudah keluar.
Sarapan tidak ada percakapan apapun, mereka fokus dengan makanan masing-masing .
Vincent berangkat dengan Kania dan Ulfa.
"Apa hari ini Ibu ke kantor?" tanya Kania kepada Vincent.
"Mami akan setiap hari ke kantor demi PT Wir Asia sayang."
"Huff aku sangat tidak nyaman, aku sangat takut sama mami Paman!" ucap Kania.
"Kamu yang sabar aja, mami baik kalau kamu berhasil mengambil hati nya."
Kania menghela nafas panjang dia mengangguk mengerti.
"Jam berapa kamu akan datang ke kantor?" tanya Vincent.
"Aku belum tau."
__ADS_1
"Kamu jangan lupa kalau jam satu siang kita harus menyiapkan dokumen yang kemarin."
"Huff ini masih pagi, bahkan belum di kantor sudah membahas pekerjaan."
Vincent tersenyum.
"Baiklah saya minta maaf, setelah istirahat siang saya akan menjemput kamu," ucap Vincent.
Kania mengangguk. Ulfa di belakang sudah seperti anti nyamuk. Hanya bisa diam melihat keromantisan Kania dengan Vincent.
Awalnya Ulfa tidak mengira kalau Kania dan Vincent akan sangat serasi dan terlihat sangat mencintai.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kampus.
"Sampai ketemu nanti cantik." ucap Vincent mencium bibir Kania dengan singkat setelah Ulfa keluar dari dalam mobil.
"Huff aku rasa aku tiba-tiba menjadi nyamuk di antara mereka berdua." ucap ulfa bergegas masuk ke dalam kelas nya.
"Loh kamu kok sendirian? Kania mana?" tanya Yuda.
"Aku tidak tau." jawab Ulfa.
"Hayo kamu pasti nyariin aku kan?" tanya Kania yang baru saja datang.
"Enggak, aku hanya penasaran kenapa Ulfa datang sendirian padahal kalian tinggal di tempat yang sama."
"Atau jangan-jangan kamu modus bertanya aku, agar kamu bisa bertemu Ulfa kan?" tanya Kania.
Yuda berusaha untuk tersenyum Saja.
"Sebaik nya semua nya kembali ke tempat duduk karena dosen sudah datang.
karena Dosen ini cukup galak semua nya langsung kembali duduk di kursi masing-masing.
Ulfa melihat ke arah Yuda yang sangat fokus belajar.
"Humm tentang kemarin di Air terjun, apa dia tidak pulang terlebih dahulu dari kami?" tanya Ulfa sangat penasaran.
Ulfa ingin bertanya namun dia takut di kira kalau dia masih menyukai Yuda.
Setelah beberapa lama kelas pertama selesai, karena Kania ada urusan dengan kakak kelas Ulfa pun duduk sendiri di bawah pohon sambil menikmati jajanan dan juga minuman nya.
"Tumben-tumbenan banget duduk sendiri di sini, Kania Mana?" tanya Yuda.
"Setiap kali bertemu dengan ku kamu pasti bertanya Kania,. kenapa tidak cari sendiri saja? Apa kamu tidak tau mencari orang lain seperti apa?"
"Karena aku tau cara nya maka nya aku tanya sama kamu."
"Aku tidak tau dia di mana!"
"Huff kamu benar-benar sangat pelit sekali."
"Bodo amat!"
"Apa kamu sudah beli makan? mau nitip gak?" tanya Yuda.
"Aku tidak lapar."
"Baiklah kalau begitu aku akan membeli kan kamu ayam geprek kesukaan kamu."
__ADS_1
Yuda langsung pergi sambil melambaikan tangan nya.
20 menit kemudian Ulfa duduk sendiri namun tidak ada tanda-tanda Kania akan datang menyusul nya.