Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 229


__ADS_3

"Baiklah Pah," ucap Saska langsung membuka laptop nya.


Di malam hari nya..


Saska baru pulang jam sembilan malam, dia sama sekali tidak membuka handphone nya dan setelah sampai di rumah dia baru bisa membuka handphone nya.


Dia sangat kaget melihat panggilan dari Shela dan juga pesan dari Shela yang sangat banyak.


"Tumben banget dia nelpon seperti ini? Dia sudah tau sendiri aku sedang bekerja," batin Saska. Dia langsung menghubungi Shela kembali.


"Halo kak?" Shela langsung menjawab telpon dari Saska.


"Maaf, aku bisa menghubungi kamu, tadi aku sama sekali tidak mendengar kamu nelpon karena handphone ku tidak ada nada dering."


"Iyah gak apa-apa," ucap Shela. "Ada apa kamu nelpon seperti itu? Apa sesuatu terjadi?" tanya Saska.


Shela menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok kak, tidak ada apa-apa hanya saja tadi aku kefikiran kakak," ucap Shela.


"Ya ampun Shela, aku pikir terjadi sesuatu," ucap Saska.


"Aku minta maaf yah sudah buat kakak khawatir, aku tidak sengaja," ucap Shela. "Ya udah gak apa-apa, kamu sekarang lagi apa?" tanya Saska.


"Aku sedang di luar bersama Dewi," ucap Shela. Saska langsung bangkit dari tempat tidur nya. "Di luar? Kamu kirim alamat kamu, aku akan ke sana sekarang."


"Gak usah kak, kami juga sudah mau pulang kok,"


"Halo?


"Halo? Kak Saska! Kok mati sih?" dia melihat panggilan telepon yang sudah mati. Ternyata Saska sudah keluar dan minta alamat kekasih nya.


"Dewi, sebaiknya kamu pulang duluan deh, aku mau nungguin orang di sini," ucap Shela. "Oohh oke deh kalau begitu, aku juga takut pulang terlalu malam."


Mereka rencananya sudah mau pulang, hanya saja dia harus menunggu Saska sekarang di sana.


Tidak beberapa lama akhirnya Saska sampai. "Kok kamu berdiri di luar? Dewi mana?" tanya Saska.


"Dia sudah pulang, jangan sampai dia tau kalau kita memiliki hubungan dan lagian dia sudah mau pulang kok," ucap Shela.


"Oohh begitu," ucap Saska dia menatap wajah Shela. Shela memerhatikan penampilan Saska.


Dasi longgar di leher, kemeja yang terlihat sangat kusut dan wajah yang cukup kusam karena bekerja seharian.

__ADS_1


"Apa kakak belum mandi?" tanya Shela. Saska menggeleng kan kepala nya. "Aku ke sini mau menemui kamu sebentar karena aku sangat merindukan kamu," ucap Saska.


"Apa kamu mau masuk sebentar?" tanya nya sambil nunjuk ke arah mall yang masih buka.


"Tapi ini sudah malam."


"Aku dengar ada film baru tayang di bioskop, ayo nonton sebentar," ajak Saska.


Shela tidak bisa menolak, akhirnya dia menginyakan dan mengikuti Kekasih nya ke dalam mall.


Memesan tiket, sampai di dalam Saska menggandeng tangan Shela. Sampai di dalam dia bersandar sambil memeluk lengan Shela..


"Hari ini sangat melelahkan, aku ingin istirahat sejenak," ucap nya sambil terus menggenggam lengan Shela dan bersandar di pundak Shela.


Flim baru setengah, namun Saska ketiduran. Tidak beberapa lama Flim selesai. Semua orang sudah keluar tinggal hanya mereka berdua di sana.


"Kak.. Ayo bangun, semua orang sudah keluar." Shela membangun kan Saska. Tidak beberapa lama akhirnya Saska bangun..


"Kenapa kamu baru bangunin?" tanya Saska.


"Dari tadi aku bangunin kakak, namun kakak yang tidak mau bangun," ucap Shela dengan kesal.


"Ya udah deh kalau begitu aku minta maaf," ucap Saska. Shela menghela nafas panjang.


"Kenapa kak?" tanya nya dengan polos. Namun tiba-tiba Saska langsung melepaskan nya. "Enggak kok, gak ada apa-apa," ucap Saska. Shela melihat nya langsung pergi begitu saja.


"Aneh banget sih dia," ucap Shela mengikuti Saska keluar dari ruangan bioskop itu.


Tidak beberapa lama sampai di parkiran. "Aku anterin kamu pulang yah?" tanya Saska. Shela mengangguk karena sudah malam dia tidak mungkin pulang sendirian.


"Mungkin setelah kuliah nanti, aku akan tinggal di apartemen yang dekat dengan kampus dan kuliah, jadi jarak kita tidak terlalu jauh lagi," ucap Saska.


mendengar itu Shela sangat senang, namun dia tidak mau menunjukkan nya.


"Oohh begitu," ucap nya dengan santai. "Apa kamu tidak bahagia? Kamu tidak suka yah?" tanya Saska.


"Aku suka kok, siapa bilang aku tidak suka?" ucap Shela.


Saska diam. Dia fokus nyetir sampai di rumah Shela. "Aku keluar dulu yah kak," ucap Shela, Saska mengangguk.


Namun sebelum turun tiba-tiba saja Shela mencium pipi Saska tampa mengatakan apapun.

__ADS_1


Saska menatap wajah Shela yang tersenyum manis, dia segera keluar setelah membuat Saska tertegun.


"Apa maksudnya melakukan hal seperti itu?" batin Saska.


Tidak beberapa lama akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah dia melihat mamah dan papah nya di ruang TV. Mereka berdua menatap Saska dengan tatapan tajam.


"Dari mana kamu baru pulang? seharusnya setelah selesai bekerja jangan keluyuran lagi!" ucap Kania.


"Biar lah mah, mungkin dia sedang menemui temannya sebentar," ucap Vincent.


"Huff menemukan teman nya? seperti nya tidak," ucap Kania karena melihat pipi Saska ada bekas merah.


"Loh ini bekas apa? Seperti nya ini lipstik," ucap Kania. Saska langsung panik namun dia langsung menghapus nya dengan tangan nya karena dia sama sekali tidak sadar.


"Mungkin hanya minum mah, aku tadi minum jus buah naga," ucap Saska.


"Jangan banyak alasan deh, mana mungkin jus berubah jadi lipstik," ucap Kania.


"Apa jangan-jangan kamu tadi habis ketemuan sama cewek yah?" tanya Kania.


"Enggak mah, mana mungkin aku ketemuan sama cewek," ucap Saska.


"Emang nya kenapa sih kamu harus menyembunyikan seperti itu?" tanya Kania.


"Justru Mamah sama Papah suka Kalau kamu dekat sama perempuan, jangan lupa perkenalkan dia kepada mamah sama Papah," ucap Kania.


"Iyah, Saska, kamu tidak perlu sungkan," ucap Vincent.


"Iyah Pah mah, kalau nanti aku punya pasangan, aku akan memperkenalkan kepada kalian."


"Humm katakan saja sebenarnya kamu sudah punya kan? Jangan bohong deh," ucap Kania lagi.


"Enggak Mah, Mamah mikir yang aneh-aneh sih, aku sudah bilang kalau aku tidak punya pasangan, aku ke kamar dulu, mandi dan setelah itu istirahat."


"Kamu belum sempat makan kan? Ayo makan dulu," ucap Kania.


"Gak usah mah, aku dah kenyang kok. Aku mau mandi dulu yah."


"Selamat malam Mah, Pah," ucap Saska langsung pergi begitu saja ninggalin kedua orang tua nya."

__ADS_1


"Huff, seperti nya Shela sengaja membuat aku malu," Ucap Saska sangat kesal sambil melihat ke arah pipi nya yang ternyata ada bekas merah menyebar di bagian pipi nya.


__ADS_2