Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 87


__ADS_3

"Kania kenapa kamu membeli ini? Kamu belum menjadi istri saya, kenapa membeli hal seperti ini?"


"Emangnya harus jadi istri dulu baru bisa beli seperti ini? Aku membeli ini karena yang lama pasti sudah sangat usang."


Vincent terdiam, dia sangat malu, tiba-tiba Bu Mona pulang Vincent segera menyembunyikan semua nya namun satu masih kelihatan oleh Bu Mona, Bu Mona tersenyum tipis sementara Vincent sudah sangat malu.


"Aku baru saja selesai belanja Bu, oh iya aku membeli ini untuk ibu."


Kania memberikan barang yang sengaja di beli untuk Bu Mona.


"Ini untuk ibu, aku harap ibu suka."


Bu Mona mengambil nya dengan senang hati.


"Terimakasih banyak Kania, tapi kamu harus menghemat uang gaji kamu." ucap Bu Mona.


Kania tersenyum. "Tidak apa-apa Bu," ucap Kania.


"Ya sudah kalau begitu terimakasih yah," Bu Mona juga Ijin untuk istirahat ke kamar nya.


Vincent menatap wajah Kania yang tiba-tiba lesu.


"Ada apa lagi?" tanya Vincent karena Kania tiba-tiba murung lagi.


"Aku.. masih kefikiran dengan/ dengan Mami membeli makanan di luar?" tanya Vincent memotong pembicaraan Kania.


Kania mengangguk.


"Aku sangat ingin tau apa alasan Ibu melakukan itu," ucap Kania.


Di malam hari nya Kania melihat Vincent dan Bu Mona sedang duduk berdua di ruang TV.


"Ini kesempatan aku untuk mencari perhatian Bu Mona," batin Kania dia berjalan ke dapur mengambil snak dan juga membuat kopi kesukaan kekasih dan juga Bu Mona.


"Ya ampun Kania kenapa kamu repot-repot seperti ini? Ibu tidak minum kopi di malam hari. Nanti ibu malah bergadang," ucap Bu Mona membuat Kania seketika langsung terdiam.


"Oohh gitu yah Bu, ya sudah kalau begitu biar aku saja yang minum, ibu makan cemilan nya Saja."


Kania duduk di samping Vincent. Vincent hanya bisa menghela nafas melihat Kania yang jadi diam seribu kata.


"Sebel! Sebel!" Kania seketika berdecak ketika Bu Mona sudah pergi. "Apa lihat-lihat?" tanya Kania kepada Vincent yang hanya melirik ke arah nya.


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Ngeselin banget sih!" ucap Kania dan langsung pergi.

__ADS_1


"Arrhh!! Aku harus terbiasa dengan sifat nya yang aneh ketika lagi menstruasi," ucap Vincent.


Kania baru saja mau naik ke lantai atas dia melihat Ulfa baru saja pulang.


"Kania aku bisa jelasin, aku bukan bersama Yuda," ucap Ulfa ketika Kania mendekati dan menatap nya begitu tajam.


"Kalau bukan bersama Yuda, siapa yang membuat kamu pulang malam seperti ini?" tanya Kania.


"Kania kamu tenang lah, bagaimana kalau mami mendengar nya?" ucap Vincent. Kania langsung diam namun tetap menatap wajah Ulfa dengan tatapan tajam.


Namun tiba-tiba Yuda datang dia melihat Kania dalam keadaan marah, Ulfa langsung menyuruh nya pergi.


"Sudah-sudah, sebaiknya kamu pergi istirahat Ulfa," ucap Vincent. Ulfa mengangguk.


"Kamu kenapa sih sangat begitu kepada Ulfa? Dia tertekan karena kamu," ucap Vincent.


Kania tidak menjawab dia mengikuti Ulfa masuk ke dalam kamar nya.


"Aku hanya pergi Nonton bioskop bersama Yuda, tidak ngapa-ngapain kok," ucap Ulfa.


Kania duduk di pinggir kasur dia memerhatikan Ulfa.


"Aku sudah memikirkan nya, mulai dari sekarang kamu harus tinggal di rumah ini," ucap Kania.


"Aku tau kalau di sana banyak kenangan, cukup sesekali balik ke sana, Lagian tinggal sendiri di rumah seperti itu juga tidak lah baik. Komplek nya kurang nyaman," ucap Kania.


"Aku tau kamu pasti mengkhawatirkan aku, tapi aku baik-baik saja, aku tidak mau merepotkan kamu mau pun paman Vincent terlalu banyak."


"Ssttt!! Jangan berfikir seperti itu, aku sudah memikirkan nya dan aku juga sudah menyiapkan kamar untuk kamu agar kamu juga memiliki privasi."


"Tidak ada penolakan, terserah kamu mau kembali ke rumah kamu atau tidak, tapi aku merasa kamu jauh lebih aman di sini. Tentang paman Vincent aku sudah membicarakan nya kok."


Ulfa langsung memeluk Kania.


"Terimakasih banyak Kania," ucap Ulfa.


Tiba di hari H Kania dan teman-teman SMA nya mengadakan Camping bersama.


Masing-masing mereka membawa pasangan nya sendiri-sendiri.


Ada yang sudah menikah, ada juga yang masih pacaran.


Kania juga membawa Ulfa dan juga Yuda ke acara itu agar lebih ramai karena mereka hanya bertujuh saja.

__ADS_1


Berangkat menggunakan bus, sementara ke loket mereka naik mobil mewah Vincent seperti biasa.


Sesampainya di sana, Vincent berhasil mencuri pandangan para teman-teman Kania.


"Kamu gak bercanda membawa paman kamu sendiri camping Kania?" tanya mereka.


"Oh iya semua nya perkenalkan nama saya Vincent mungkin kalian sudah tau saya namun saya ingin mengenalkan diri agar lebih akrab."


"Kami sudah mengenal bapak kok," ucap teman Kania.


"Kalian tau nya saya adalah Paman Kania, sebenarnya saya bukanlah Paman kandung nya, yang ingin saya katakan adalah kalau saya adalah kekasih Kania alias pacar nya."


Mereka tampak terkejut, namun mereka ikut senang juga, karena setau mereka Kania tidak pernah pacaran dan akhirnya Kania memiliki pacar.


"Baiklah seperti nya saya yang lebih dewasa di sini, saya yang akan memimpin kalian semua."


Kania dan Ulfa hanya bisa diam, sementara Kania sudah menutup wajah malu dengan kepercayaan diri kekasih nya itu.


Mereka semua terlihat sangat bahagia dan juga Vincent berjanji akan mentraktir mereka semua sebelum sampai di puncak.


Setelah memastikan semua nya masuk ke dalam mobil dia menjulurkan tangan nya ke arah Kania yang masih berdiri di samping nya.


"Tidak seharusnya Paman menanggung semua perjalanan dan juga biaya acara ini." ucap Kania.


"Kenapa? Mereka semua bahagia."


"Aku tidak enak, biaya nya cukup mahal," ucap Kania.


"Saya menghasilkan uang segitu hanya satu jam saja," ucap Vincent.


"Dasar sombong!* ucap Kania.


Vincent tersenyum. "Ayo masuk ke dalam," mereka masuk ke dalam mobil dan perjalanan pun di mulai.


Selama di dalam mobil mereka bernyanyi bahagia kebetulan Yuda membawa gitar nya.


Walaupun mereka berpasangan tetap saja mereka semua harus duduk di pisah, Kania duduk dengan teman-teman nya yang lain. Sementara Vincent di barisan para lelaki dan dia tepat duduk di samping Yuda yang sedang bergitar.


"Pintar juga kamu main gitar," ucap Vincent. Yuda mengangguk. "Apa Bapak mau belajar?"


"Huff ini sudah di luar, panggil saja nama saya. Kalau di lihat-lihat dari wajah kita seperti seumuran karena saya Awet muda," ucap Vincent dengan sangat percaya diri.


Vincent belajar main gitar, sementara Kania sibuk bercerita dengan teman-teman nya yang lain juga.

__ADS_1


Ulfa juga sangat senang bisa bertemu dengan teman SMA Kania, walaupun dulu dia SMK dan berdekatan dengan Kania tetap saja dia tidak terlalu dekat dengan teman-teman Kania.


__ADS_2