
Tidak menunggu apapun dia tidak bisa membiarkan orang lain berbuat seperti itu kepada anaknya. Dia meminta kepolisian memproses Vito dan juga keluarga nya.
Shela juga dibawa berobat, takut terjadi apa-apa kepada nya.
Karena kasus itu Vito harus di tahan di penjara selama satu tahun setengah. Sekolah pun sangat geger karena itu.
Satu bulan setelah kejadian semua nya kembali seperti semula, tidak ada yang membahas itu lagi karena dilarang oleh pihak sekolah.
Selain itu mereka harus menghargai Shela.
Shela sekolah seperti biasanya. Sementara Saska sudah mulai sibuk dengan ujian nya karena sudah mau lulus SMA.
Shela terkadang masih memerhatikan Saska. Hubungan nya dengan Saska kini sudah sedikit jauh tidak seperti sebelumnya lagi.
Begitu juga dengan Arka, karena semua orang sudah tau hubungan Arka dengan Mita begitu juga dengan Kania dan Vincent.
Mereka sudah membicarakan perjodohan itu. Bukan di hilangkan, namun mereka masih berharap suatu saat nanti mereka bertemu dan berjodoh.
Namun mereka belum tau hubungan Shela dan juga Saska sekarang.
Shela tidak bisa menghilangkan perasaan nya dari Saska, karena Saska membuat nya susah move on, semakin dia coba semakin ia teringat dengan Saska.
Shela juga sudah keluar dari anggota OSIS agar tidak bertemu lagi dengan Saska.
Minggu pertama Saska ujian. Shela kefikiran untuk memberikan Saska cemilan seperti anak-anak kelas yang lain menyemangati kakak kelas yang sedang ujian.
"Semangat yah kak ujian nya," ucap Shela. Setelah sekian lama tidak berbicara dengan Saska dia berbicara dan bertatap mata lagi.
"Terimakasih yah, kamu jadi repot-repot bawain ini."
"Iyah gak apa-apa kok kak," ucap Shela.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka masuk dan mulai ujian.
Shela belajar di kelas nya Namun dia tidak berhenti memikirkan Saska. "Kalau kak Saska sudah lulus, aku sudah bisa belajar dengan fokus Tampa khawatir perasaan ku kepada nya kembali."
"Tapi aku pasti sangat sedih kalau nanti aku tidak bertemu dengan nya lagi."
"Bagaimana kalau habis ini dia kuliah di luar negeri atau di luar provinsi?" ucap Shela.
Satu Minggu kemudian akhirnya ujian pertama selesai. Saska sangat lega sekali pikiran nya tenang.
Saat sedang membantu Mamah nya bel rumah berbunyi. "Seperti nya itu pesanan mamah deh, buka pintu," suruh nya kepada Saska.
Saska berjalan ke depan. "Kakak bantuin mamah saja, aku yang akan buka," ucap Arka. Saska mengangguk.
__ADS_1
Arka kaget ternyata Shela dan juga kedua orang tua nya.
"Siapa yang datang Arka? Pesanan mamah seperti nya masih lama datang nya," ucap Kania.
Kania melihat ternyata Minhui dan Jeki yang datang.
"Kalian datang ke sini? Kenapa gak bilang sih, seharusnya kami mempersiapkan nya."
"Gak apa-apa Kania, kami hanya main saja."
Shela melihat Saska di dapur menemani Kania.
"Saska rajin banget," ucap Jeki. Saska tersenyum.
"Siapa lagi yang mau bantuin aku Kak, aku tidak punya anak perempuan, aturan punya calon menantu sekarang malah gak punya lagi."
Mereka tertawa. Shela dan Arka tau kalau mereka yang di Sindir oleh keluarga nya itu.
Arka memerhatikan pandangan Shela kepada Saska. Dia sudah mulai curiga dari dulu, namun dia berfikir itu hanya karena suruhan orang tua masing-masing.
Namun semakin ke sini dia yakin kalau mereka saling memiliki perasaan satu sama lain.
Mumpung mereka semua lagi si bawah asik-asik ngobrol, dia mencari kesempatan untuk masuk ke kamar Saska.
Dia masuk dan sangat kaget, ternyata di dinding kamar Saska semua nya foto Shela. "Wahh gak. salah lagi ini," ucap Arka.
"Aku harus mencari cara agar mereka bersatu." Kira-kira apa yang harus aku lakukan?" batin Arka.
Tidak beberapa lama nama nya di panggil dia segera berlari keluar dan menutup pintu.
Satu harian Orang tua Shela di rumah Kania.
Shela berharap Saska mau duduk bersama mereka seperti biasanya namun ternyata tidak dia langsung cepat-cepat masuk ke dalam kamar nya.
Shela yang tadi nya sangat senang sekarang dia jadi lemas dan tidak betah di sana sama sekali.
Dia duduk di luar. Arka menghampiri nya.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Arka. Shela menoleh ke arah Arka.
"gak usah sok akrab deh, di sekolah saja kamu tidak pernah mengajak ku berbicara, kamu hanya sibuk dengan Mita."
"Kalau bisa sebaik nya kamu pindah saja ke kelas Mita."
"Kalau bisa, aku juga ingin pindah ke sana, tapi guru gak boleh kan," ucap Arka.
__ADS_1
"Apa kamu masih marah sama ku, perasaan kamu sudah berpaling kepada kak Saska kan? Jangan bohong deh aku sudah tau," ucap Arka.
"Maksud kamu apa?"
"Jangan pura-pura gak tau deh, kamu jujur saja sebenernya kamu menyukai kak Saska kan?"
"Secara siapa yang tidak suka sama kak Saska, dia ganteng, pintar olahraga semua nya dia punya, dan dia tipe kamu Banget."
Shela tidak menjawab nya. "Sebaiknya kamu jujur deh, aku gak akan bilang sama siapa pun kok, aku malah bantuin kamu agar jadian sama kak Saska."
"Shela, ayo kita pulang, ini sudah sore," ucap Orang nya nya.
Baru saja mau jujur, namun orang tua nya sudah ngajakin pulang.
"Besok saja kita berbicara di sekolah," ucap Arka.
Setelah mereka pergi, Kania menarik telinga Arka. "Setelah kamu berpacaran dengan Mita, dan meninggalkan Shela, sekarang kamu mau mau mendekati nya lagi?" tanya Kania.
"Ih bukan gitu mah,"
"Terus bagaimana? Apa kamu pikir Mamah tidak lihat dari tadi kamu mencoba mendekati nya."
"Mamah salah paham tau, aku tidak mendekati Shela, lagian aku masih baik-baik kok sama Mita..
"Awas saja kamu mengulangi nya lagi yah, Mamah akan marah."
"Iyah mah, aku tidak akan melakukan nya lagi."
"Masuk sana, Mandi setelah itu rapikan pakaian kamu untuk sekolah besok."
"Oh iya mah, boleh gak aku minta uang lebih?" tanya Arka.
"Untuk Apa? Jangan bilang mau belanjain Mita yah!"
"Kalau mau belanjain cewek, kamu pakai uang kamu sendiri jangan minta sama Mamah."
"Ih Mamah pelit banget sih, Lagian mamah kerja untuk anak."
"Orang lain saja di kasih uang cuma-cuma, sementara sama anak sendiri perhitungan banget."
"Jangan protes kamu!" ucap Kania.
"Boleh yah mah, sudah lama kami tidak jalan-jalan berdua, masa aku pergi sama dia gak ada uang, malu lah mah."
Dia berusaha membujuk Mamah nya agar dapat uang tambahan. Dia juga membandingkan dengan Saska yang memiliki kartu kredit sementara dia tidak.
__ADS_1