Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 236


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Selamat pagi cantik.. Apa kamu sudah menunggu lama?" tanya nya kepada Shela yang sudah di tempat makan.


"Belum, aku juga baru saja sampai, oh iya aku juga sudah pesan makanan untuk kita."


Saska mengangguk. "Terimakasih yah," ucap Saska.


Shela mengangguk. Tidak ada percakapan yang sangat serius waktu makan. Setelah selesai makan Saska harus segera berangkat ke kantor.


"Aku langsung ke kantor gak apa-apa kan? aku gak bisa nganterin kamu pulang," ucap Saska.


"Gak apa-apa, santai saja," ucap Shela. Saska menatap heran kepada Shela.


"Kok ada yang aneh sih sama kamu?" tanya Saska. "Emang nya kenapa kak? Aku masih tetap seperti yang kemarin."


Saska menggeleng kan kepala nya. "Kamu sangat berbeda sekali, kemarin dan sekarang sangat berbeda sekali," ucap Saska.


"Enggak kok, aku gak berubah, masih tetap seperti yang kemaren," ucap Shela.


Saska menghela nafas panjang. "Jadi benar kan kalau sebenarnya yang membuat kamu seperti ini kepada ku adalah Tina?" tanya Saska.


"Aku tidak mau membahas itu lagi, lupakan saja," ucap Saska.


"Kenapa harus melupakan nya?" tanya Saska.


"Karena aku dan kakak sekarang baik-baik saja," ucap Shela.


Saska memegang tangan Shela. "Apapun yang di katakan oleh Tina kamu tidak perlu mendengarkan nya."


"Dan kalau dia meminta kamu menjauhi aku, sebaiknya kamu abaikan saja dia jangan aku, karena aku sangat menyukai kamu, jadi aku tidak mau kamu mengabaikan aku lagi."


"Iyah kak, kakak tidak perlu khawatir," ucap Shela.


Saska menghela nafas panjang sambil menatap Shela.


"Ini sudah jam berapa kak? sebaiknya kakak berangkat bekerja sekarang," ucap Shela.


"Baiklah kalau begitu," ucap Saska sambil berdiri. "Aku berangkat sekarang yah," ucap Saska.


"Baiklah kalau begitu," ucap Saska. Akhirnya dia pun pergi meninggalkan Shela di sana.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan perusahaan nya. "Selamat pagi pak Saska," sapa semua orang kepada Saska.


"Ekhem-ekhem!!!" tiba-tiba Vincent datang dari lain arah dan melihat anak nya. "Eh papah," ucap Vincent.


"Dari mana kamu? Kenapa telat? Perasaan tadi kamu sangat cepat berangkat bahkan tidak sarapan di rumah," ucap Vincent.

__ADS_1


"Aku minta maaf Pah, tadi aku ada urusan di luar," ucap Saska.


"Selalu saja ada urusan di luar, apa jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu dari Papah," ucap Vincent.


"Enggak lah Pah, mana mungkin," ucap Saska.


"Jangan bohong kamu, pasti kamu membohongi Papah selama ini, sekarang kamu pasti sudah punya pacar kan?" tanya Vincent.


"Enggak Pah, aku sudah telat aku mau ke ruangan dulu," ucap Vincent.


"Baiklah kalau begitu," ucap Vincent. Saska langsung masuk ke ruangannya.


Sementara di rumah Arka masih tidur di kamar nya. "Arka bangun!" ucap mamah nya terus berusaha membangun kan Arka karena tidak mau bangun dari tadi.


"Bangun nak, ini sudah jam sepuluh pagi."


"Kenapa sih Mah? Aku masih sangat ngantuk dan hari ini aku masih libur untuk apa aku bangun pagi?" tanya Arka.


"Sebaik nya kamu bangun sekarang! Cepat, mamah butuh bantuan kamu."


"Ada apa lagi sih mah? kami sudah belanja untuk apa lagi?" tanya Nya.


"Temanin mamah periksa ke rumah sakit yah, Mamah curiga kalau mamah lagi hamil," ucap Kania.


Arka yang mendengar itu langsung duduk dia melihat ke arah Kania.


"Kenapa mamah bercanda? Ini Mamah sangat serius," ucap Kania.


"Tidak mungkin aku memiliki Adek, gak mungkin Mah."


"makanya itu ayo antar mamah ke rumah sakit sekarang."


"Iyah mah, ayo kita berangkat," ajak Arka beranjak dari tempat tidur nya.


"Kamu mandi dulu," ucap Kania.


"Gak usah mah, seperti ini saja," ucap Arka. "Mandi dulu, tadi malam kamu tidak mandi, bau nya sangat menyengat."


Arka segera mencium aroma tubuh nya. "Wangi kok mah, Mamah lebay banget," ucap Arka.


"Buruan mandi sana, Mamah tunggu di bawah yah," ucap Kania.


Tidak beberapa lama akhirnya Arka selesai dia menoleh ke arah mamah nya.


"Ayo mah kita berangkat," ucap Arka. Kania mengangguk dia berdiri namun tiba-tiba kepala nya pusing dan juga dia mual. Dia segera ke arah kamar mandi.


Arka menghela nafas panjang. "Sudah tidak salah lagi, pasti itu adalah ciri-ciri hamil," ucap Arka.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit. "Ayo mah, hati-hati," ucap Arka. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di ruangan dokter.


Kania segera di periksa oleh dokter. Tidak beberapa lama akhirnya hasil nya keluar.


"Apa?" tanya Arka sangat kaget melihat hasil pemeriksaan nya.


Dia menoleh ke arah Kania, namun Kania langsung memalingkan pandangan nya dia seperti tidak mau menjelaskan dia juga malu dan bingung harus ngomong apa sama Arka.


"Ya ampun mah, Mamah sudah berumur, apa Mamah mau mengurus bayi di usia seperti ini?" tanya Arka


"Apa yang salah? Emangnya gak mau punya Adik?"


"Bukan seperti itu mah, tapi... Ah sudahlah semua nya sudah terlanjur, tidak ada yang bisa aku lakukan lagi," ucap Arka.


"Jadi kamu mau punya adik?"


"Mau tidak mau, aku harus mau!" ucap Arka.


Kania tersenyum melihat nya. "Jadi kak Saska sama Papah belum tau?" tanya Arka. Kania menggeleng kan kepala nya.


"Mamah juga baru tau, mana mungkin Papah tau tentang ini," ucap Kania.


"Ya sudah kalau begitu, aku bayar dulu, setelah itu kita pulang," ucap Arka.


Kania mengangguk, dia menunggu di lobby. Dia mengelus perutnya.


"Humm aku tidak pernah kefikiran akan hamil lagi, tapi ini rejeki dari tuhan, aku juga sangat siap," batin Kania.


Sesampainya di rumah..


"Mamah mau ngapain?" tanya Arka. "Mau beres-beres rumah," ucap Kania.


"Tidak perlu, Mamah istirahat saja, biar aku saja," ucap Arka.


"Gak usah, mamah bisa kok."


"Bagaimana kalau Mamah sakit? aku juga yang salah dan aku juga yang susah," ucap Arka. Kania tersenyum.


"Baiklah nak kalau begitu," ucap Kania. Arka meminta Mamah nya duduk saja dia segera menukar pakaian nya dan mulai bersih-bersih rumah.


Walaupun tidak terbiasa, namun Arka cukup lihai dan tidak terlalu banyak protes. Tidak beberapa lama akhirnya semua nya selesai, dia melihat pakaian yang sangat menumpuk.


"Huff kak Saska sudah bekerja, dia sangat jarang mencuci pakaian," ucap Arka.


Dia mengumpulkan semua nya dan mengirimkan pakaian itu ke laundry agar tidak susah-susah.


Sangat jarang pakaian mereka di upah kan, namun Arka kurang pandai, dan tidak mungkin Kania yang mengerjakan semua nya sendirian.

__ADS_1


Arka membawa semua nya tampa ijin. Kania sedang duduk santai di ruang tamu sambil nonton TV.


__ADS_2