Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 121


__ADS_3

Vincent mencium punggung tangan Kania.


"Kamu sangat wangi sekali, apa kamu sengaja luluran hari ini?" tanya Vincent.


"Saya sangat suka Wangi kamu."


Kania tiba-tiba mendorong Vincent bersandar di sandaran kasur. Vincent cukup kaget namun dia tetap tersenyum.


Kania mencium bibir Vincent. Namun Vincent merasa Kania kurang lihat dia membaringkan badan Kania di kasur.


"Tunggu dulu mas," ucap Kania. "Ada apa?" tanyakan Vincent.


"Matikan lampu nya dulu, aku sangat malu."


Vincent tersenyum dia mematikan lampu menggunakan tangan nya karena tidak jauh dari nya.


Setelah itu dia melanjutkan aktivitas nya itu.


Vincent sangat lembut membelai badan Kania.


Siapa yang tidak akan nyaman di belay seperti itu, dan diperlakukan sangat lembut. Kania tidak percaya dengan kata-kata Teman nya.


Namun lagi-lagi Vincent belum sepenuhnya memiliki Kania karena Kania belum bisa menahan nya. Vincent yang tidak tega menghentikan niat nya.


Keesokan harinya..


Kania membuat minum untuk suami nya yang sedang di ruangan kerja nya karena Vincent tidak ke kantor hari ini.


"Nih minum dulu mas," ucap Kania sambil duduk di depan Vincent.


Vincent mengangguk. Namun dia tetap fokus dengan laptop nya.


Kania merasa Vincent masih sangat sibuk sehingga tidak bisa di ganggu akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari sana.


Banyak hal yang harus dia lakukan di rumah itu. Dari pada dia bermalas-malasan di tempat tidur atau di sofa dia memilih untuk bersih-bersih di luar.


"Huff sekarang pasti Ulfa sudah sangat sibuk bekerja dan juga kuliah, sekarang aku yang di abaikan oleh nya."


Kania berniat besok mau ke Cafe tempat Ulfa bekerja.


"Sial! Sial!" Jeki sangat kesal melihat perkembangan Saham nya tidak ada maju sama sekali.


"Seperti nya Vincent sengaja melakukan ini!" ucap Jeki.


"Ada apa kamu marah-marah sampai di rumah?" tanya Minhui yang baru saja keluar dari kamar.


"Kamu jangan banyak tanya! sana buat kan aku kopi!"


Minghui menganggap, keadaan nya sangat pucat sekali.

__ADS_1


Ternyata Jeki sengaja pindah rumah agar tidak ada yang tau alamat nya.


Tidak beberapa lama dia kembali membawa minuman untuk Jeki.


"Sayang aku sangat lemas sekali, kapan kamu bawa aku ke dokter?" tanya Minhui.


"Aku masih sangat sibuk," ucap Jeki.


"Tapi badan ku sangat lemas, kepala ku juga sangat pusing, perut ku sangat tidak nyaman."


Jeki menghela nafas panjang dia menatap Minhui dengan tatapan tajam.


"Kamu ngerti kata-kata kan? sudah aku bilang kalau aku sibuk."


"Kalau begitu aku pergi sendirian saja," ucap Minhui.


"Kenapa? Biar bisa kabur dan kembali kepada Vincent? Asal kamu tau sekarang Vincent sudah menikah dengan Kania, tidak mungkin dia mau menerima perempuan rusak dan penyakitan seperti kamu."


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku seperti ini karena kamu."


"Yang membuat aku rusak adalah kamu, namun aku menerima nya karena aku tulus kepada kamu."


"Tulus? kamu mencintai aku karena uang kan?"


"Kalau aku mencintai kamu karena uang, sudah lama aku meninggal kan kamu, aku di siksa oleh kamu tapi aku masih bertahan."


"Sudah lah sebaik nya kamu pergi sebelum aku melakukan hal yang kasar."


"Tidak bisa! Kamu di rumah dan minum obat yang ada."


"Sayang aku curiga kalau ada yang aneh di badan ku, aku tidak pernah sakit sangat lama seperti ini."


"Aku tidak perduli! Aku tidak perduli mau kamu sakit, pingsan atau mati sekaligus."


"Kamu tidak mencintai aku lagi?"


"Enggak! Aku tidak mencintai kamu lagi."


"Jeki! Kenapa kamu sangat tega?" tanya Minhui.


"Kalau kamu tidak mencintai aku, kenapa kamu tidak membiarkan aku pergi?" tanya Minghui.


Tiba-tiba Jeki menarik rambut Minhui dengan sangat kuat.


"Jangan membuat masalah di hidup ku, kamu harus menjadi pelayan ku selama nya, ngerti?!" ucap Jeki dan mendorong Minhui.


Minhui sangat takut dia langsung pergi dan masuk ke dalam kamar nya.


Di dalam kamar dia hanya bisa menangis.

__ADS_1


Malam hari nya Kania baru saja selesai mandi karena Nonton Drakor sampai lupa waktu.


Dia baru sadar kenapa Vincent dari tadi belum keluar dari ruangan kerja nya. Dia memeriksa nya sebentar tapi ternyata Vincent masih sangat fokus bekerja.


Dia tidak mau mengganggu nya akhirnya dia menunggu sampai Vincent selesai bekerja.


Vincent baru selesai bekerja dia menutup Laptop nya meregang otot-otot nya dan tidak lupa mematikan lampu ruangan nya.


Dia keluar dari sana melihat di luar ternyata sudah malam.


"Sayang...." panggil Vincent karena melihat TV hidup, setelah mendekati sofa ternyata istri nya sudah ketiduran.


Vincent melihat jam ternyata sudah jam Delapan lewat, pantesan saja Kania sudah tidur.


Dia melihat makanan di atas meja makan.


Vincent tersenyum. "Ternyata seperti ini rasanya punya istri yang perhatian dan pintar Masak," batin Vincent.


Setelah beberapa lama akhirnya dia selesai makan. Vincent mengangkat Kania ke dalam kamar. Sebelum istirahat Vincent pergi mandi terlebih dahulu.


Sementara Minghui di kamar nya dia bangun setelah ketiduran sambil nangis.


"Huff kenapa perut ku tiba-tiba lapar seperti ini?" ucap Minghui dia melihat ke dapur ada sambal ikan, beberapa lauk yang di masak pagi tadi namun dia sama sekali tidak berselera mau makan itu.


Minhui memasak mie instan untuk dia makan.


Dia baru ngeh kalau ternyata Jeki tidak di rumah. Sudah biasa dia tinggal sendirian di rumah.


Namun baru kali ini dia terbangun malam karena kelaparan.


Tiba-tiba ada suara pintu terbuka membuat Minhui kaget. Jeki masuk ke dalam rumah dan melihat Minhui makan mie di dapur.


Jeki tidak memperdulikan nya dia masuk ke dalam kamar nya.


"Seperti nya dia mabuk," ucap Minhui.


Minhui lanjut makan sampai habis.


Dia mau lanjut tidur namun dia sama sekali tidak bisa tidur.


Dia melihat pantulan wajah nya di cermin sudah sangat jelek sekali. Karena bosan di dalam kamar akhirnya dia keluar mau nonton TV.


Dia melihat Handphone Jeki di atas meja dan ada notifikasi masuk.


"Sayang?" tanya Minhui melihat nama kontak yang masuk ke handphone Jeki.


Dia penasaran ternyata Jeki memiliki pacar baru, pantesan saja Jeki sering keluar dan tidak pernah lagi perduli kepada nya.


Membaca semua isi chat mereka membuat Minhui sangat sedih sekali.

__ADS_1


Badan nya sangat lemas dia meletakkan handphone itu dan masuk ke dalam kamar.


Keesokan harinya Vincent bangun lebih awal karena harus ke kantor, dia mau membangun kan Istri nya namun tidak tega, dia memberikan Bantal guling, membenarkan Selimut nya dan mencium kening Kania. Setelah itu dia berangkat bekerja.


__ADS_2