Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 94


__ADS_3

"Kalau begitu aku akan menjawab nya, aku tidak berniat untuk balikan kepada kamu."


Tomi langsung masuk ke dalam mobil.


Dia meninggalkan Fani yang terdiam karena kata-kata nya.


"Maafin aku Fani, tidak mungkin aku kembali kepada kamu yang sudah membuat aku terluka seperti ini."


Di perjalanan Tomi berhenti dia menghubungi Kania mau curhat karena dia tidak berhenti memikirkan nya.


Namun ternyata sudah berapa kali menelpon tidak di jawab.


"Huff mentang-mentang sudah bersama pak Vincent dia mengabaikan ku yang sudah menemani nya di sini," ucap Tomi.


Di sore hari nya Vincent menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat agar dia segera kembali ke rumah bertemu dengan Kania.


Namun baru saja mau pulang tiba-tiba beberapa orang rekan nya datang untuk berbincang-bincang dengan nya.


Tidak terasa hari semakin sore. Vincent melihat ke jam yang nya. Ia sungguh tidak sabar bertemu dengan Kania.


Jam empat sore akhirnya dia bisa pulang. "Tok!! Tok!! tok!! ketukan pintu.


Vincent sengaja mengetuk pintu berharap kalau Kania akan membuka kan nya.


Namum sudah hampir lima menit menunggu di depan tidak kunjung di buka, akhirnya dia masuk membuka pintu sendiri.


Vincent melihat Kania yang ternyata ketiduran di sofa. Dengan sangat nyenyak sekali.


Vincent juga heran melihat tidak ada perubahan di rumah nya, masih tetap berantakan.


"Kania... Kania..." Vincent membangun kan Kania.


"Eh paman sudah pulang?" ucap Kania langsung duduk.


Vincent menatap bingung kepada Kania.


"Kenapa paman sangat cepat pulang? Ini masih siang."


"Ini sudah sore."


"Hah! sudah sore?" tanya Kania kaget sambil melihat jam di Handphone nya.


Dia melihat rumah yang sama sekali belum di sentuh bahkan semakin kelihatan berantakan karena selesai makan siang tadi dia tidak membersihkan meja.


"Maaf Paman, aku seperti nya ketiduran sehingga tidak sadar ini sudah sore. Paman pergi lah mandi aku akan melakukan pekerjaan ku."


"Tidak perlu lakukan sekarang. Pergi lah mandi saya akan mengajak kamu ke acara teman saya."


"Acara?" tanya Kania.


Vincent mengangguk.


"Tapi bagaimana dengan semua ini?"

__ADS_1


"Tidak perlu pikir kan itu, segera lah mandi."


Kania yang masih belum mengumpulkan nyawa nya kebingungan dan jadi panik.


Namun Vincent yang sangat tenang hanya bisa tersenyum melihat Kania.


"Dasar anak manja, dia tidak terbiasa menghabiskan waktu nya bekerja dan memikirkan kuliah nya, sekarang dia bahkan tidak bisa istirahat karena memikirkan semua nya," batin Vincent.


Kania dan Vincent sampai di salah satu Toko yang lumayan mewah.


"Apa yang kita lakukan di sini?" tanya Kania.


"Teman saya ulang tahun, kamu bantu lah memilih kado untuk nya."


"Ulang tahun? kenapa paman tidak bilang? seharusnya aku tidak memakai dress yang seperti ini."


"Terus kamu mau pakai dress yang pendek? saya tidak akan membawa kamu kalau kamu memakai dress seperti itu."


"Huff aku hanya ingin menyesuaikan tempat saja, apa salah nya."


"Ingat yah Kania, tidak ada satu pun orang yang bisa melihat tubuh indah mu selain saya."


Semua Staf penjaga toko itu melihat ke arah Vincent yang menggoda Kania.


"Kenapa kalian menonton pelanggan? cepat layani dengan baik," tiba-tiba pemilik toko menghampiri Vincent.


"Mbak dan Bapak mau mencari apa?" tanya Pria pemilik toko.


Kania langsung mengikuti pemilik toko menunjuk kan barang-barang yang cocok menjadi kado ulang tahun.


Vincent tersenyum melihat pesan dari kekasih nya padahal mereka satu atap.


"Ckk giliran yang ulang tahun perempuan paman sangat effort sekali mencari hadiah di tempat yang sangat mahal seperti ini."


Tidak beberapa lama kado yang dia cari akhirnya dapat dan langsung meminta penjaga Toko membungkus nya.


"Sudah dapat, ayo keluar," ucap Kania kepada Vincent.


Vincent mengikuti Kania.


"Kenapa kamu berjalan sangat cepat?" tanya Vincent.


Kania tidak menjawab nya dia langsung masuk ke dalam mobil.


"Kalau aku tau yang ulang tahun adalah perempuan, aku tidak akan mau ikut!"


Vincent tersenyum dia menatap wajah Kania.


"Kamu cemburu?"


"Enggak! Ngapain aku cemburu."


"Kalau kamu tidak ikut tidak ada orang yang tau kalau saya memiliki kekasih, bisa jadi saja wanita-wanita yang di sana menggoda saya."

__ADS_1


Kania terdiam sejenak dia menatap Vincent.


"Bukan kah itu yang paman ingin kan? Paman sengaja membeli pakaian baru, menata rambut seperti ini dan memakai parfum yang banyak."


Vincent menghela nafas panjang.


"Seandainya kamu tau, saya melakukan nya untuk mu Kania," batin Vincent.


"Jadi kamu mau ikut atau tidak?"


"Aku ikut! Aku tidak akan membiarkan perempuan itu menggoda paman!"


Vincent tertawa mendengar nya.


"Ayo berangkat sebelum aku tidak mengijinkan paman pergi."


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah yang lagi ulang tahun.


"Awas saja paman ganjen kepada wanita itu!" ancam Kania.


Vincent mengangguk. Dia masuk sambil menggandeng tangan Kania.


"Vincent.... Akhirnya kamu datang juga."


Ucap perempuan yang memakai topi ulang tahun, Kania sudah tau itu lah perempuan yang ulang tahun.


Dia sangat cantik membuat Kania insecure, dia menyambut Vincent dan memeluk nya.


Kania sangat kaget sekali melihat Vincent juga membalas pelukan nya.


Di saat mereka bertemu Kania terabaikan.


"Kenapa kamu hanya diam saja di sini?" tanya Vincent karena Kania memilih duduk paling belakang.


"Beruntung aku tidak langsung pulang, sudah satu jam setengah aku duduk disini karena menunggu pacar ku yang sedang asyik dengan perempuan lain."


Vincent tersenyum dia duduk di samping Kania.


"Nama nya adalah Tia. Dia adalah teman SMA saya, kami sudah seperti saudara karena sudah lama berteman. Bahkan orang saya mengenal dia dengan baik."


"Teman SMA? Kenapa paman tidak bilang?" tanya Kania.


"Saya pikir itu tidak terlalu penting bagi kamu, dia sudah menganggap saya seperti Kakak laki-laki dan saya sudah menganggap dia seperti adik perempuan saya."


Kania melihat ternyata Tia menyambut semua tamunya dengan sangat hangat.


"Hayyyy..." tiba-tiba Tia datang menghampiri mereka.


Vincent tersenyum.


"Kenalin nama aku Tia, senang bisa bertemu langsung dengan kamu, sudah lama aku tau kamu namun baru sekarang aku melihat kamu ternyata kamu sangat ganteng, pantesan saja Vincent jatuh cinta."


Kania tersenyum. "Oh iya kamu pasti sudah tau aku adalah teman lama Vincent, kalau kamu ingin bertanya-tanya tentang kelakuan Vincent tanyakan saja kepada saya."

__ADS_1


Kania tidak nyangka kalau ternyata Tia asik, dia jadi merasa bersalah karena sudah berfikir yang tidak-tidak tadi nya kepada Vincent atau Tia.


__ADS_2