Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 81


__ADS_3

"Apa hanya karena dia anak yatim-piatu dan juga orang tidak punya jadi Mamah tidak mau aku dekat dengan dia?"


"Mamah sudah bilang kalau hanya sekedar berteman Mamah tidak melarang nya, namun kalau pacaran mamah takut itu mempengaruhi nilai kamu!"


"Bohong!"


"Baiklah Mamah jujur, mamah adalah dosen di sana, kamu juga adalah anak dosen, apa kata orang kalau kamu berpacaran dengan Ulfa?"


Yuda menatap mamah nya. "Aku tidak menyangka kalau Mamah gila status seperti ini, aku sangat membenci mamah."


Mamah nya menghela nafas panjang sambil menatap Yuda.


"Berani-beraninya kamu berbicara seperti ini kepada orang tua kamu sendiri, Mamah seperti ini agar kamu tidak di pandang buruk!"


Yuda tidak mengatakan apapun lagi dia langsung berjalan ke tempat tidur nya dan menggunakan Handset agar tidak mendengar kan perkataan mamah nya lagi.


Setelah mamah nya keluar dia tidak bisa menahan diri dan langsung menghubungi Ulfa.


Ulfa yang baru saja hendak tidur dia mendengar handphone nya berdering.


"Ini sudah tengah malam siapa yang menelpon malam ini?" tanya Ulfa.


"Yuda. Kenapa dia menghubungi aku?" tanya Ulfa heran.


Tiba-tiba pesan masuk.


"Kamu di rumah kan, aku akan ke sana," ucap Yuda di dalam pesan.


Ulfa heran, ketika dia mau menghubungi nya lagi tapi tidak di jawab.


Sementara Yuda berhasil keluar namun dia lupa membawa kunci mobil nya, yang di luar bagasi Hanya motor akhirnya dia naik motor agar lebih cepat.


Ulfa melihat ke arah luar, ini sudah malam dan mau hujan tidak mungkin dia datang, aku sebaiknya tidur saja."


Beberapa menit membaringkan tubuhnya di tempat tidur namun hujan sudah turun dia teringat kepada Yuda.


"Yuda tidak pernah main-main dengan kata-kata nya, apa jalan-jalan dia seriusan ke sini?"


Namun setelah melihat lagi ke luar melalui jendela tidak ada tanda-tanda Yuda datang.


Ulfa mulai menguap, dia sangat mengantuk lagi-lagi ada saja yang menggangu nya karena ada yang mengetuk pintu rumah nya.


"Tok!!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu yang cukup kuat.


"Apa itu Yuda? Semoga jangan...." Ulfa berlari keluar dan membuka pintu.


"Yuda," ucap Ulfa sangat kaget karena melihat Yuda basah kuyup dia melihat ke arah motor Yuda dia menghela nafas panjang.


Tidak menanyakan apapun dia membawa Yuda masuk ke dalam dan memberikan nya obat dan juga baju ganti.


"Terimakasih," ucap Yuda sambil mengeringkan rambut nya yang basah.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih ke sini?" tanya Ulfa.


Yuda menatap Ulfa.


"Aku merindukan kamu, aku ingin bertemu dengan mu."


Ulfa menghela nafas panjang.


"Jangan bercanda, aku serius!"


Yuda memegang tangan Ulfa.


"Aku minta maaf karena seharian aku mengabaikan kamu, aku datang ke sini mau bilang kalau aku mencintai kamu."


Ulfa kaget, dia tidak tau mau jawab apa.


"Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan."


Yuda mendekati Ulfa. "Aku mencintai kamu, aku merasakan kenyamanan ketika bersama kamu."


"Itu hanya perasaan kamu saja karena kita sering bersama, bukan kah kita sudah menjadi teman sekarang?"


"Tapi aku ingin lebih dari teman," ucap Yuda.


"Yuda aku rasa kita sebaiknya menjaga jarak, aku tidak ingin orang lain salah paham."


"Siapa yang akan melihat? Tidak akan ada yang melihat." ucap Yuda.


Yuda menggeleng kan kepala nya dia semakin mendekati Ulfa. Yuda mencium bibir Ulfa membuat sang empunya bibir terkejut dia membulatkan mata nya menatap pria yang baru saja mencium nya itu.


"Aku tidak tau perasaan ini kapan datangnya, dan aku benar-benar sudah melupakan Kania karena aku sadar dia bukan lah untuk ku."


"Tapi.."


"Kamu masih mencintai aku kan? kamu masih mencintai aku sama seperti dulu kan?" tanya Yuda.


"Aku minta maaf.."


"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan perasaan kamu kepada ku masih ada atau tidak, aku akan membuat kamu jatuh cinta lagi kepada ku."


Mendengar itu Ulfa hanya bisa diam. "Di sini cukup dingin sekali, aku rasa aku butuh penghangat."


Yuda mencium bibir Ulfa, Ulfa menahan Yuda namun Yuda tidak bisa menahan diri.


"Sial Kenapa Ulfa terlihat sangat menggoda malam ini? Aku tidak bisa menahan lagi," batin Yuda.


"Ada apa dengan Yuda? Kenapa dia terlihat aneh?" batin Ulfa.


Yuda tidak akan membiarkan Ulfa lepas dia ******* bibir Ulfa. Ulfa tidak melakukan penolakan, lidah Yuda perlahan membuka mulut mulut Ulfa.


"Yuda aku mohon hentikan."

__ADS_1


Namun Yuda tidak perduli dia mengangkat badan Ulfa membawa nya ke kamar Ulfa.


Yuda membuka baju nya dia semakin tidak terkendali sehingga dengan ganas meninggal kan luka di bibir Ulfa.


Ulfa sudah mulai terpancing dia tidak bisa terus diam dan mulai membalas nya.


Namun tiba-tiba Yuda berhenti dan tidur di samping Ulfa.


Ulfa kaget, bingung melihat Yuda. "Apa-apaan ini?"


Ulfa baru sadar kalau ternyata Yuda mabuk, aromanya tidak tercium karena sudah terkena air hujan.


Ulfa tersenyum dia menatap wajah Yuda dan mengelus pipi nya.


"Kamu terkadang menyebalkan, namun kamu juga sangat baik kepada ku, kalau bukan karena kamu mungkin sekarang aku sudah tidak bisa bertahan sendiri seperti ini." ucap Ulfa.


Keesokan harinya Ulfa bangun karena sinar matahari yang sangat silau menusuk ke kelopak mata nya.


Dia membuka mata nya dan sangat kaget melihat Yuda di samping nya yang sedang menatap nya sambil tersenyum.


"Good morning.." ucap Yuda.


Ulfa langsung menarik selimut nya menutup dadanya dan terguling ke bawah karena kaget.


"Auuhhhhh!!!"


"Ulfa, kamu tidak apa-apa?" tanya Yuda.


"Jangan sentuh aku! keluar dari kamar ku! Keluar!" teriak Ulfa.


Yuda memilih langsung keluar dan pergi dari sana sebelum para tetangga bangun.


Di tempat lain Kania mengetuk pintu kamar Vincent namun tidak ada jawaban.


"Huff ini sudah jam berapa namun dia tak kunjung bangun."


Kania memutuskan masuk ke dalam.


Setelah masuk ke dalam dia melihat Vincent masih tidur dengan selimut nya yang tebal.


"Paman bangun..."


Kania duduk di pinggir kasur sambil membangun kan Vincent.


Vincent tidak menghiraukan nya, namun saat Kania mau menyentuh wajah nya tiba-tiba tangan nya di tarik oleh Vincent sehingga Kania berada di atas Vincent.


"Ini masih sangat pagi, kenapa kamu mengganggu tidur saya? Sebagai hukumannya kamu harus membuat saya tertidur lagi."


"Ini sudah jam tujuh pagi Paman."


"15 menit lagi, saya sangat lelah."

__ADS_1


Kania pasrah berbaring di dada Vincent sambil menunggu waktu 15 menit, setelah waktu habis dia membangun kan Vincent kembali.


__ADS_2