Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 85


__ADS_3

Kania melihat Ulfa yang tidak tidur melainkan melamun sambil memasang wajah yang murung.


"Ada masalah apa Ulfa? Tidak biasa nya kamu seperti ini."


"Kamu janji gak marah kan kalau aku cerita."


"Marah kenapa?"


"Sebenarnya tadi malam Yuda tidur di rumah ku."


"Hah?" Kania sangat kaget sampai suaranya memenuhi ruangan itu.


"Jangan kuat-kuat Kania, jangan sampai paman Vincent tau."


"Bagaimana bisa Yuda tidur di rumah kamu?" tanya Kania dan dia baru menyadari ada tanda merah di bagian pundak Ulfa sedikit dia langsung memeriksa nya dan menatap Ulfa dengan tatapan intimidasi.


"Bekas apa ini?"


Ulfa segera menutupi nya.


"Kamu jangan berbohong Ulfa, katakan ini bekas apa, atau jangan-jangan kamu sudah..."


"Kania, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Aku bisa jamin kalau aku dengan Yuda tidak melakukan hal yang sangat jauh seperti itu."


"Lantas ini bekas apa? Kamu tidak bisa membohongi aku!"


"Ini.. Ini karena," Ulfa sangat ragu untuk jujur.


"Aku sudah bisa tebak kalau kamu melakukan hal seperti itu kan? Kenapa kamu melakukan nya Ulfa? Apa perlu kita melaporkan Yuda ke orang tua nya?"


"Jangan Kania, aku mohon."


"Huff kamu sangat aneh sekali, sudah jelas Yuda melakukan hal yang tidak baik kepada kamu."


"Dengar kan penjelasan aku dulu Kania."


"Baiklah sekarang jelas kan apa yang terjadi," ucap Kania.


"Sebenarnya aku dengan Yuda sekarang pacaran."


"Hah? Bagaimana bisa?"


"Kami baru saja jadian tadi malam, dan malam tadi dia tidur bersama ku. Tetangga ku mengetahui nya."


Kania menghela nafas panjang dia menatap Ulfa.


"Kamu tidak demam kan? kamu sehat kan?" tanya Kania sambil memeriksa suhu badan Kania.


"Kania aku serius."


Kania langsung terdiam.


"Aku tidak tau harus senang apa sedih sekarang."


"Ijinkan aku untuk tinggal di sini untuk sementara waktu yah, aku tidak ingin pulang."


"Terserah kamu saja."


Ulfa langsung memeluk Kania.

__ADS_1


"Terimakasih teman ku yang baik."


"Tunggu dulu, apa kamu masih mencintai Yuda? Kenapa kalian bisa jadian?"


"Cerita nya sangat panjang Kania, aku tidak bisa menceritakan keseluruhan nya, tapi sekarang aku sangat senang karena akhirnya cinta ku terbalas," ucap Ulfa.


"Kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia, semoga hubungan kamu dengan Yuda lancar dan tidak ada orang yang mau menghancurkan hubungan kalian," ucap Kania.


"Terimakasih banyak Kania."


"Ya sudah kalau begitu ayo kita istirahat."


"Eh tunggu, ganti baju mu, jangan biarkan aku melihat bekas itu. Aku akan memarahi Yuda kalau bertemu." ucap Kania.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka tertidur.


Keesokan harinya..


"Selamat pagi bu," sapa Ulfa kepada Bu Mona.


"Loh Ulfa, kamu ada di sini? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Bu Mona kaget.


"Tadi malam dia datang Mi," jawab Vincent.


"Kamu kenapa tidak ngabarin kalau nginap di sini?"


"Iyah Bu, saya minta maaf."


"Ya sudah kalau begitu ayo sarapan bersama."


Ulfa sebenarnya sangat sungkan karena tidak terbiasa dengan sifat ramah Bu Mona.


Kania lagi-lagi melihat makanan dari restoran mahal di meja makan mereka.


kali ini Kania berangkat dengan Ulfa. Sementara Vincent berangkat dengan Bu Mona di kantor.


"Oh iya kamu sudah mengurus keberangkatan kamu ke perusahaan PT Wir Asia kan?" tanya Bu Mona memecah keheningan saat di perjalanan ke kantor.


"Sudah Mih."


"Apa kamu sudah berbicara kepada Kania."


Vincent mengangguk.


"Oh iya Mi, sebelum aku berangkat ke sana, aku akan jalan-jalan bersama Kania, bukan hanya berdua namun bersama teman-teman Kania."


"Tumben banget, ada acara apa? dan jalan-jalan nya kemana?" tanya Bu Mona.


"Ke puncak Mi, di sana juga akan camping bersama," ucap Vincent.


"Oohh ya sudah kalau begitu," ucap Bu Mona.


Di siang hari nya..


Di kampus Kania tiba-tiba menarik Yuda dari keramaian teman-teman nya dan mencubit telinga nya.


"Kania sakit, lepas kan aku, ada apa?" tanya Yuda.


"Apa yang kamu lakukan kepada Ulfa?" tanya Kania.

__ADS_1


"Maksud nya? Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud."


"Sekarang katakan dengan jujur apa hubungan kamu dengan Ulfa jangan sampai membuat ku marah."


"A-aku dengan Ulfa sudah pacaran kemarin. Aku tidak sempat ngasih tau kamu karena tidak ada waktu yang tepat."


"Ya ampun apa yang kamu maksud? kenapa kamu mengatakan hal seperti itu sekarang setelah kamu tidur bersama Ulfa!"


Yuda langsung menutup mulut Kania.


"Jangan kuat-kuat Kania, bagaimana kalau orang mendengar nya?"


"Biarin saja! Berani-beraninya kamu tidur bersama sahabat ku, sekarang karena kamu dia tidak berani kembali ke rumah nya sendiri."


"Aku minta maaf, aku juga sudah menyarankan Bela tinggal di apartemen yang sebelumnya di beli orang tua ku untuk ku."


"Kamu pikir Ulfa Akan mau? Dia tidak akan mau!" ucap Kania.


"Aku tidak tau mau melakukan apa selain itu, semua nya sudah terlanjur."


"Tapi kamu tidak melakukan apapun selain hal yang wajar kan?" tanya Kania.


"Humm hanya sedikit saja."


"Apa yang kamu maksud sedikit?" tanya Kania menarik kerah baju Yuda.


"Hanya sedikit merabah nya."


"Bukk!!" tiba-tiba Kania meninju perut Yuda dengan sangat kuat.


"Kania apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent yang ternyata sudah ada dari tadi di sana."


"Dia harus di berikan pelajaran, bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu kepada Ulfa."


"Kania tenang lah, aku melakukan nya karena aku mabuk, aku tidak berniat seperti itu, aku berjanji tidak akan melakukan nya lagi."


Yuda sangat ketakutan, Vincent langsung membawa pergi Kania dari sana.


"Ulfa.. Kenapa kamu dari tadi melihat saja? Kania hampir saja membunuh ku."


"Biarkan saja, anggap saja kalau itu adalah hukuman kamu selama ini."


"Huff kamu benar-benar sangat jahat sekali!"


"Sini aku bantu duduk."


Yuda menatap Ulfa.


"Kenapa tidak tinggal di apartemen ku saja? Itu jauh lebih nyaman dan juga dekat dari kampus."


Ulfa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau membuat orang lain salah paham, aku akan segera kembali ke rumah ketika tetangga sudah melupakan kejadian waktu itu."


"Aku minta maaf yah, karena aku kamu jadi harus pergi dari rumah."


"Tidak apa-apa, lupakan saja."


Kania sampai di depan mobil Vincent masih kesal.


"Kania tenang! Ulfa dan Yuda sudah dewasa mereka tau apa yang mereka lakukan baik atau tidak nya, kamu jangan seperti ini."

__ADS_1


"Aku tidak bisa membiarkan Ulfa di sakiti oleh Yuda, aku tidak akan membiarkan dia di sakiti!"


"Aku tau, tapi sekarang kamu harus tenang dulu, sebaiknya kita pergi mencari makanan di luar untuk makan siang."


__ADS_2