Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 170


__ADS_3

Jeki menunjuk ke arah pondok yang sudah sedia makanan yang banyak. Panggang ikan yang terlihat sangat enak sekali.


Minhui langsung mendekati dan makan. Jeki dan Saska juga ikut. Seperti nya masih baru karena masih panas.


Minhui makan sangat lahap sekali. Mungkin karena kandungan nya sudah semakin besar jadi nafsu makan nya setiap hari semakin bertambah.


Selesai di luar Jeki mengajak mereka kembali ke penginapan sebelum matahari tenggelam.


"Kamu mau kemana lagi besok?" tanya Jeki kepada Minhui. Minhui menoleh ke arah Jeki yang sedang mengenakan pakaian Saska.


"Humm aku mau mendatangi restoran terenak yang ada di sini," ucap Minhui.


"Restoran?" Jeki berfikir keras.


"Baiklah kita akan ke sana besok, tapi dengan syarat malam ini kamu harus mengikuti saran dari dokter."


Jeki mengingat kan Minhui untuk memikirkan kandungan nya, karena kebiasaan Minhui yang makan mie instan, makan tengah malam, bergadang dan nasi banyak hal lain yang kurang di setujui oleh Jeki.


"Baiklah," ucap Minhui dengan nada malas.


Keesokan harinya..


Hari libur yang di ambil oleh Jeki sudah habis dia memutuskan untuk kembali ke Jakarta.


Minhui juga sudah sangat senang bisa liburan dua hari di sana.


Tidak lupa juga dia mengucapkan terimakasih kepada Jeki yang sudah mengajak nya jalan-jalan.


Sementara Kania di pagi hari masih menikmati tidur nya. Karena bergadang sepanjang malam membuat nya sulit bangun di pagi hari.


Dia terbangun karena Vincent mengelus rambut nya, mencium pipi nya.


"Good morning sayang...."


Kania tersenyum, dia membalas kis morning dari suami nya.


"Ayo bangun, ini sudah waktunya bangun."


Kania melihat ke arah jam. "Aku sangat ngantuk. Apa aku libur saja hari ini?" tanya Kania.


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya jangan, ayo bangun dan segera mandi," ucap Vincent.


"Maaf yah, karena aku kamu jadi bergadang," ucap Vincent. Kania tersenyum namun tiba-tiba Vincent mengangkat badan Kania ke kamar mandi.


Vincent terlebih dahulu selesai, dia menyiapkan sarapan untuk dia dan istrinya.


"Sayang," panggil Vincent. Kania yang sedang asik makan menoleh ke arah Vincent.


"Iyah Kenapa?" tanya Kania.


"Apa aku boleh jujur tentang sesuatu?" tanya Vincent.

__ADS_1


"Boleh dong, emang nya kenapa?" tanya Kania.


Vincent terdiam sejenak dia duduk sambil menata kata-kata yang hendak dia sampai kan.


Tiba-tiba handphone Kania berdering telepon dari teman kampus nya. Mereka menanyakan di mana Kania, karena sebentar lagi kelas di mulai.


"Nanti saja kita bicara yah kak, aku sudah sangat telat."


Kania langsung pergi setelah berpamitan kepada suami nya.


"Apa yang aku lakukan? kenapa aku mengatakan nya kepada Kania, aku tidak ingin kehilangan Kania," ucap Vincent.


Akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk mengatakan kepada istri nya.


"100% istri nya pasti akan marah besar mengetahui Vincent memiliki anak dengan wanita lain."


Vincent sangat pusing memikirkan itu. Di malam hari nya...


Akhirnya dia memutuskan untuk pergi minum menenangkan pikiran nya.


"Sayang, apa aku boleh pergi bersama teman-teman ku malam ini?" tanya Vincent kepada Kania saat masih di ruangan kerja nya.


Kania sedang duduk di depan laptop nya. "Boleh-boleh aja, tapi gak boleh mabuk-mabukan."


"Tapi mereka mengajak ku untuk minum, sudah lama kami tidak minum bersama."


Kania menghela nafas panjang. "Kenapa harus minum alkohol sih? masih banyak cafe-cafe yang Kopi nya enak di luar sana."


"Baiklah kalau begitu," ucap Vincent sambil tersenyum.


"Oh iya tadi pagi mas mau ngomong apa?" tanya Kania.


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Lupakan saja, tadi pagi itu aku hanya mau mengatakan ini saja."


"Ya ampun mas, hanya mau pergi minum saja membuat semua nya seperti hal yang serius."


"Aku tidak ingin kamu marah kalau aku pergi diam-diam, kalau aku tidak pergi teman-teman ku akan meledek ku."


"Baiklah kalau begitu mas boleh pergi," ucap Kania.


Vincent tersenyum. Di malam hari nya dia pergi minum sendirian tidak bersama teman nya.


Namun ternyata Jeki juga ada di sana bersama teman-teman nya.


Melihat Vincent Jeki langsung ikut bergabung. "Tumben-tumbenan banget di sini sendirian."


"Apa istri mu tidak marah?" tanya Jeki.


Vincent menatap Jeki. "Kau di sini? Apa kau membawa Saska?" tanya Vincent.

__ADS_1


"Apa kau sudah mabuk hanya minum beberapa gelas? Mana mungkin aku membawa nya ke tempat seperti ini."


Vincent langsung sadar dia ada di mana. Melihat teman Jeki dia langsung sadar.


"Kenapa kau di sini membiarkan Minhui dan Saska di rumah?"


"Sebentar lagi aku akan pulang. Kau sendiri kenapa di sini?"


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Aku hanya mau minum sendiri saja."


Jeki menghela nafas panjang. "Apa kau pusing memikirkan Sarah dan juga Kania?"


"Tentu aku memikirkan hal itu."


Jeki terdiam sejenak. "Kita berdua sama-sama pria yang menyesali perbuatan kita sebelum nya," ucap Jeki.


Dia tidak jadi pulang melainkan menemani Vincent minum dan saling terbuka satu sama lain.


Jeki sudah mabuk berat, tapi tetap harus pulang karena Minhui dan Saska.


Sesampainya di rumah Minhui menunggu Jeki, dia sudah menebak kalau Jeki pulang dalam keadaan mabuk.


"Minhui.. kamu belum tidur?" tanya Jeki.


"Kamu masih nanya? Apa kamu tidak melihat Saska?" tanya Minhui menunjuk Saska yang belum tidur.


Jeki tersenyum seperti tidak merasa bersalah. "Aku sangat ngantuk dan capek, aku tidur dulu," ucap Jeki.


Minhui menghela nafas panjang. "Bisa-bisa nya dia mabuk seperti ini?" batin Minhui.


Minhui membawa Saska ke kamar, dia membiarkan Jeki tidur di karpet. Setelah beberapa lama akhirnya Saska mau tidur.


Sementara Vincent baru saja pulang, dia melihat istrinya sudah tidur.


Vincent bersih-bersih di kamar mandi dan setelah itu dia mencium kening istrinya.


Dia keluar dari kamar dan tidak tidur di kamar karena dia takut akan melakukan hal yang menyiksa Kania saat dalam keadaan mabuk.


Tidak beberapa lama akhirnya dia tidur di ruang tamu. Keesokan harinya Kania bangun namun tidak melihat Vincent.


Dia berfikir Vincent belum pulang, namun ternyata tidur di ruang tamu.


"Hufff, gini nih kalau sudah mabuk pasti ada saja tingkah nya."


Kania mengambil selimut untuk suami nya. Karena hari ini tidak ada pekerjaan yang mendesak, dia membiarkan suami nya tidur terlebih dahulu.


Kania juga merasakan suami nya seperti memiliki masalah, tapi dia tidak ingin terlalu ikut campur, dia hanya fokus mengurus rumah tangganya agar hubungan mereka tetap baik-baik saja.


Karena tidak kuliah dan tidak bekerja, Kania membuka aplikasi belanja online nya ternyata hari ini semua paket-paket yang dia borong sebelumnya datang.


Dia membeli beberapa keperluan dapur, perabotan rumah tangga.

__ADS_1


Saat hendak membayar semua paket yang datang dia bingung karena tidak memiliki uang cash.


__ADS_2