Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 102


__ADS_3

"Aku dengar aku kamu dengan Tomi sudah lama berpacaran, dikit banyak nya kamu pasti tau apa yang dia suka dan tidak dia suka."


Fani menunduk kan kepala nya sambil memasang wajah sedih.


"Selama ini aku tidak perduli dengan hal seperti itu, hanya dia yang mengerti aku, namun aku tidak sama sekali," ucap Fani.


"Nah itu dia, Tomi sangat suka tentang nya di perhatikan dengan baik, dia juga pria yang sangat manja," ucap Kania.


"Manja?" tanya Fani. Kania mengangguk.


"Dia akan merengek minta di perhatikan kalau lagi ada masalah, dia juga harus di dengarkan ketika cerita dan juga lagi curhat."


"Kamu lebih banyak tau tentang Tomi," ucap Fani.


"Wajar saja, karena kami sudah berteman cukup lama, selain itu paman Vincent juga menceritakan banyak hal tentang nya." ucap Kania.


Fani tersenyum dia mendekati Kania dan memeluk nya, "sekali lagi aku minta maaf, aku juga berterimakasih sama kamu."


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu yah, ini sudah larut malam," ucap Kania segera meninggalkan rumah Fani.


Sesampainya di rumah dia melihat pintu rumah terbuka. "Loh kenapa pintu rumah terbuka? Apa Ulfa sudah pulang?" batin Kania.


Dia masuk. "Ulfa... Kenapa kamu membiarkan pintu rumah terbuka?" tanya Kania meletakkan tas nya di atas meja sambil melihat ke sekitar nya.


"Ulfa belum pulang," ucap Vincent yang baru saja keluar dari dapur.


Kania terdiam kaget melihat Vincent ada di depan nya.


"Paman di sini?" tanya Kania.


Vincent tersenyum. "Kamu pikir, kamu saja yang bisa memberikan surprise, saya juga bisa," ucap Vincent.


Kania langsung berlari ke pelukan Vincent.


"Aku sangat merindukan paman," ucap Kania. Vincent membalas pelukan Kania dengan sangat erat sekali.


"Saya juga merindukan kamu," ucap Vincent.


"Kamu dari mana saja? Kenapa kamu baru pulang jam segini?" tanya Vincent.


"Aku harus bekerja sampai larut malam karena banyak pekerjaan di kantor," ucap Kania.


"Kamu pasti sangat lelah sekali bukan?" ucap Vincent.


Kania mengangguk.


"Apa kamu sudah makan?"


"Aku sangat capek, aku tidak berselera mau makan."


"Yakin kamu tidak mau makan? saya baru saja selesai masak untuk kamu."


"Paman serius?" tanya Kania.

__ADS_1


Vincent mengangguk.


Kania berjalan ke arah meja makan, benar saja kalau di sana sudah ada makanan kesukaan nya.


Dia makan begitu lahap karena lapar.


"Tadi bilang nya tidak lapar, kamu hampir menghabiskan semua nya," ucap Vincent.


Kania tersenyum malu. "Bagaimana kalau Ibu tau paman pulang? dia akan marah."


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Pekerjaan saya sudah selesai di sana, saya kembali ke sini untuk selamanya bersama kamu."


"Seriusan?" tanya Kania.


"Iyahh, kamu sedang ujian, saya tidak bisa membiarkan kamu di kantor sambil ujian."


"Sebenarnya tidak masalah, hanya saja aku harus mengundurkan banyak pekerjaan karena pagi sampai siang aku di kampus," ucap Kania.


"Karena itu saya menyelesaikan pekerjaan saya dengan cepat, saya tidak ingin kamu kelelahan."


Kania tersenyum. "Setelah selesai makan pergi lah mandi," ucap Vincent. Kania mengangguk.


Kania masuk ke dalam kamar nya mau mandi membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.


Sementara Vincent juga sangat lelah, jam sudah menunjukkan angka sebelas, Vincent mematikan lampu waktu nya untuk istirahat.


Namun tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh Kania.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Vincent sambil membuka pintu.


"Boleh kan aku tidur di kamar paman?" tanya Kania.


"Loh kenapa? Kamu punya kamar sendiri," ucap Vincent.


"Aku masih sangat merindukan paman, aku ingin tidur bersama paman," ucap Kania tidak menunggu ijin dia langsung masuk dan naik ke tempat tidur.


Vincent menghela nafas panjang, dia mengikuti Kania masuk ke dalam.


"Kamu tau kalau saya tidak bisa menahan diri kalau kamu berada di kamar saya."


Namun Kania tidak perduli dia mengambil posisi dan langsung tidur.


"Aku sangat ngantuk paman, kemarilah," ucap Kania.


Vincent juga sudah sangat mengantuk, dia mematikan lampu dan berbaring di samping Kania.


Biasanya Vincent yang selalu membuang pembatas mereka tidur, kali ini Kania yang menyingkirkan bantal yang tidak sengaja ada di antara mereka berdua.


Dia mendekati Vincent dan memeluk nya begitu erat. Kania tampak mengantuk berat, Vincent tidak berani mengganggu nya.


Keesokan paginya Kania bangun karena sinar matahari yang masuk melalui sela-sela jendela kamar Vincent.


Dia membuka mata nya dan melihat Vincent yang masih tidur dan dia memeluk nya membuat dia terkejut karena tidur di dada Vincent.

__ADS_1


Namun di sisi lain dia sangat nyenyak, walaupun kecapean dan tidur nya masih kurang lama dia merasa sangat bersemangat sekali tidak seperti biasanya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Vincent membuka mata nya dan melihat ke arah Kania yang dari tadi memerhatikan wajah nya.


Kania mengangguk sambil tersenyum.


"Apa hari ini kamu ke kampus?" tanya Vincent. Kania mengangguk.


"Aku akan siap-siap dulu," ucap Kania namun Vincent menahan Kania, Kania jatuh di dada Vincent.


"Apa yang paman lakukan?" tanya Kania.


Vincent mencium bibir Kania dengan singkat dan tersenyum.


"Selesaikan lah kuliah mu dengan cepat, setelah itu saya akan menikahi kamu."


Kania tersenyum, dia tersipu malu.


"Masih cukup lama, paman harus bersabar."


Vincent tersenyum. "Oh iya apa ibu sampai sekarang belum datang ke indo?" tanya Kania.


"Sekarang ibu sudah memutuskan untuk menangani perusahaan PT Wir Asia."


"Itu artinya paman kembali ke sini, dan menetap di sini?" tanya Kania.


Vincent tersenyum.


Kania tampak sangat senang sekali.


"Kalau begitu aku mandi dulu, aku bisa telat kalau belum siap-siap," ucap Kania. Vincent mengangguk.


Tidak beberapa lama Kania sudah siap.


"Kamu sarapan dulu," ucap Vincent membawa kan roti dan susu kepada Kania.


Kania melihat Vincent hanya memakai celana tidur yang panjang dan tidak memakai baju sehingga perut sixpack nya terlihat jelas dan sangat menggoda.


"Apa kamu bisa kenyang hanya melihat Perut saya?" tanya Vincent.


"Enggak, aku tidak melihat itu."


Vincent tersenyum.


"Saya berlatih akhir-akhir ini untuk membuat nya terlihat bagus, apa Kamu suka?"


"Jangan menggodaku, aku tidak suka," ucap Kania mengambil sarapan nya dan langsung makan.


"Oh iya saya akan menjemput kamu setelah selesai kuliah nanti," ucap Vincent sebelum Kania pergi.


"Baiklah," ucap Kania. Hari ini Kania di antar oleh supir Vincent ke kantor.


Hari ini hari Kania terlihat sangat berwarna, walaupun dia pusing memikirkan ujian namun Vincent berhasil membuat nya bahagia.

__ADS_1


"Selamat pagi Ulfa...." ucap Kania kepada sahabat nya yang sudah menunggu nya dari tadi di depan kampus.


__ADS_2