
"Aku tau Paman sekarang sudah sangat membenci ku, dia sudah tidak mau melihat ku, Namum aku tidak bisa. Aku tidak akan bisa hidup tanpa Paman." ucap Kania sambil menangis.
Dia merutuki diri nya sendiri yang begitu bodoh. Kania sudah bodoh karena cinta nya kepada paman nya sendiri.
"Kania buka pintu nya!" ucap Vincent. Namun Kania tidak kunjung membuka nya membuat Vincent kesal menunggu.
Vincent istirahat ke kamar nya karena dia juga sudah lelah. Dari pada emosi berbicara dengan Kania sebaik nya dia meredakan emosi nya dulu.
Keesokan harinya...
Seperti biasa Kania membuat sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus itu sudah kebiasaan nya walaupun dia tidak suka bersih-bersih.
Vincent keluar dari kamar dan melihat Kania di dapur.
"Kania paman perlu bicara dengan kamu." ucap Vincent menarik tempat duduk dan duduk di depan nya.
"Aku tidak ingin membicarakan apapun paman." ucap Kania.
"Paman minta maaf Karena marah sama kamu tentang tadi malam?" tanya Vincent.
"Paman minta maaf karena marah, Paman hanya kesal karena kamu keluar tidak ijin dari paman, belakangan ini paman sering memerhatikan kamu pergi keluar malam." ucap Vincent.
Kania menatap paman nya.
"Kalau aku ijin, paman ngijinin gak? Paman tidak pernah mengijinkan aku melakukan apapun yang aku mau. Bukan nya Paman sendiri yang bilang kalau paman sudah membenci ku, paman juga tidak pernah perduli kepada ku lagi. Paman hanya sibuk dengan kekasih paman sendiri!" ucap Kania.
"Baiklah Paman minta maaf soal itu, tapi kamu tidak harus mengikuti Paman. Paman juga butuh privasi." ucap Vincent.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak mengikuti Paman, aku tidak sengaja melihat Paman datang. Aku juga tidak menggangu paman. Apa yang paman lakukan di sana aku tidak ada ikut campur!" ucap Kania.
"Kamu selalu saja berbicara bohong seperti ini Kania, paman tau kalau kamu gak suka paman punya pacar. Tapi..."
"Cukup Paman! Cukup! Aku sudah kesal mendengar nya. Terserah mau percaya atau tidak." ucap Kania.
"Aku memang mencintai paman, aku mencintai paman tapi aku tidak pernah mengganggu kebahagiaan Paman. Aku tidak pernah membuat Paman putus dengan kekasih Paman yang pertama." ucap Kania.
"Kania sejak kapan kamu pintar membantah seperti?" ucap Vincent.
"Mau paman apa sih? Aku seperti ini aku seperti itu salah. Aku harus bagaimana?" ucap Kania.
__ADS_1
"Kania..."
"Aku tidak mau mendengar nya lagi. Paman berhenti menasehati aku, berhenti melarang dan menyalahkan aku. Seharusnya Paman Introspeksi diri. Apakah paman pantas menjadi paman ku?" ucap Kania.
"Maksud kamu apa?"
"Paman lah yang membuat aku seperti ini. Sekarang kalau paman ingin aku tidak ikut campur dan tidak perduli kepada paman aku akan melakukan nya." ucap Kania.
"Apa maksud kamu?"
Kania tidak menjawab nya dia menyiapkan makan nya.
"Aku akan mengurus hidup ku sendiri. Aku tidak akan merepotkan Paman lagi. Paman juga jangan melarang ku apapun itu." ucap Kania.
"Laki-laki di luar sana tidak baik untuk kamu. Kamu masih harus di pengawasan paman."
"Iyahh aku tau, termasuk paman adalah salah satu pria yang tidak baik." ucap Kania. Vincent terdiam.
"Paman selalu meminta aku melakukan yang terbaik, menjaga diri dan selalu menuruti kemauan Paman. Tapi paman secara tidak langsung menunjukkan sifat asli Paman yang begitu buruk!"
"Apa maksud kamu Kania?"
"Apa yang kamu katakan Kania?"
"Benar kan? Apa yang aku katakan bener. Aku bukan anak kecil yang bisa Paman bohongi seperti dulu lagi, aku tidak mencari tau namun semua nya paman perlihatkan begitu jelas kepada ku!" ucap Kania.
Vincent terdiam. "Paman tidak pernah serius mencintai perempuan, Paman hanya ingin tubuh mereka, Paman hanya ingin bersenang-senang saja. Aku sudah hidup lama dengan paman aku tau itu." ucap Kania.
"Paman tau jelas kalau aku mencintai Paman, aku sangat tulus mencintai paman, bukan hanya sekedar Paman dan Keponakan. Namun paman tidak pernah menghargai aku. Paman sengaja membuat aku sakit hati dan cemburu terhadap hubungan Kalian." ucap Kania.
Vincent hanya diam sambil mendengarkan kan Kania.
"Berhenti menuntut aku, dan juga melarang ku karena aku bukan anak kecil lagi." ucap Kania tidak bisa menahan air mata nya.
"Paman melakukan ini karena Paman sangat menyayangi kamu, Paman perduli dengan masa depan kamu."
"Paman minta maaf. Tapi Paman memastikan kalau masa depan kamu baik." ucap Vincent.
Kania tertawa kecil.
__ADS_1
"Masa depan ku sudah hancur Paman. Semenjak aku sadar kalau aku memiliki hati kepada Paman." ucap Kania.
Vincent mendekati Kania dia memegang tangan Kania menatap nya.
"Maafin Paman. Maafin paman. Seharusnya Paman tidak seperti itu membuat kamu salah paham atas sifat Paman." ucap Vincent sambil memegang tangan Kania.
"Jangan menyentuh ku paman."
"Berhenti membuat alasan Paman. Perasaan ku kepada Paman bukan salah paman. Ini adalah kesalahan ku, dan aku akan menyembuhkan hati dan juga perlahan melupakan Paman." ucap Kania.
Mendengar itu entah mengapa Vincent merasa sakit.
"Tunggu dulu Kania." tahan Vincent di saat Kania mau pergi.
"Maafin paman, jangan katakan itu. Mau bagaimana pun kamu tetap lah keponakan Paman. Sudah tugas Paman untuk menjaga kamu. sebagai permintaan maaf, Paman akan ngajarin kamu nyetir." ucap Vincent berusaha membujuk keponakan nya.
"Aku tidak ingin belajar dengan paman."
"Lalu dengan siapa? Tomi?" tanya Vincent.
"Aku akan membayar jasa."
Vincent menggeleng kan kepala nya.
Vincent tidak mengijinkan Kania belajar dengan orang lain, terpaksa Kania harus mengikuti kata Paman nya agar dia segera bisa menyetir dan bisa bebas kemanapun dia mau.
"Kamu tau di luar sana sangat banyak laki-laki yang modus, apa lagi banyak berita anak didik yang belajar nyetir di lecehkan, paman tidak sanggup membiarkan kamu."
"Huff bagaimana aku bisa melupakan Paman kalau Paman berbicara seperti ini saja tidak bisa aku tolak dan aku sudah luluh." dalam hati Kania.
Kania melanjutkan makan. Vincet menatap wajah Kania.
"Maafin paman Kania, paman minta maaf sudah membuat kamu sedih, namun ini semua demi kebaikan kamu." ucap Vincent dalam hati.
Setelah beberapa lama Kania sudah siap berangkat ke kampus dia melihat Paman nya menunggu di luar.
"Tomi sudah berangkat ke kantor, kamu akan berangkat sama paman." ucap Vincent.
"Aku sudah memesan taksi online." ucap Kania.
__ADS_1
Vincent terdiam ketika Kania meninggalkan nya begitu saja.