Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 205


__ADS_3

Shela tersenyum, dia juga bingung memilih yang mana karena sama-sama enak sekali.


Mereka tertawa melihat Shela malu-malu.


Malam ini Shela menginap di rumah Kania. Vincent dan Kania menonton bersama di ruang TV. Sementara Arka di kamar nya. Saska juga sudah tidur.


"Ini sudah malam, sebaiknya kamu tidur juga," ucap Kania kepada Shela. Kania mengantarkan Shela ke kamar nya.


Keesokan paginya..


"Kami duduk saja Shela, Tante bisa melakukan nya sendiri."


"Aku mau bantuin Tante," ucap Shela.


Kania tersenyum.


Mereka sarapan bersama. Shela sesekali mencuri pandangan kepada Arka.


"Hum. Arka sangat ganteng, mamah sama papah tidak salah menjodohkan aku dengan Arka," batin Shela.


Waktunya berangkat sekolah. "Arka, kamu berangkat dengan Shela yah."


"Kok sama aku Sih pah? Aku naik motor. Dengan kak Saska saja," ucap Arka.


"Kamu adalah jodoh nya Shela, bagaimana bisa kamu membiarkan dia pergi dengan kakak kamu sendiri?" ucap Vincent.


"Aku mau jemput Somi Pah," Arka membuat banyak alasan.


"Tidak bisa! Kamu harus membawa nya ke sekolah."


Arka tidak bisa mencari alasan. Akhirnya dia mau walaupun sangat berat hati.


"Kami pamit dulu yah Om, Tante," ucap Shela.


Mereka pun pergi. "Saska, kamu lihat adik kamu terus, jangan sampai dia berbuat yang tidak-tidak kepada Shela."


"Iyah Mah, aku juga berangkat yah," ucap Saska.


Saska berangkat menggunakan mobil nya. Sesampainya di sekolah seperti biasa dia di tunggu oleh Tina.


"Adik kamu dengan Shela?" ucap Tina.


Saska mengangguk. "Tapi kelihatan nya adik kamu tidak suka kepada Shela, kenapa sih mereka harus di jodohkan?" tanya Tina.


"Aku juga tidak tau kenapa, tapi ya sudah lah, ayo kita masuk ke dalam."


"Arka," panggil Shela.


"Kamu membuat gelang bayi kita jadi gantungan kunci motor kamu yah," ucap Shela.


"Agar tidak hilang," ucap Arka.. Shela tersenyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum tidak jelas seperti itu?" tanya Arka.


"Gak apa-apa, aku hanya senang melihat kamu menyimpan gelang kita."


Arka menghela nafas panjang. "Jangan lebay deh, ayo masuk ke dalam."


"Hubungan kita sebenarnya bagaimana sih? Kita memang di jodoh kan tapi kita belum ada hubungan."


"Terus kamu mau nya apa? Apa kamu pikir aku suka di jodohkan seperti ini?"

__ADS_1


"Sebaiknya kita pacaran saja, aku juga menyukai kamu."


"Pacaran? Tidak mungkin," ucap Arka.


"Kenapa?" tanya Shela.


"Aku tidak mau pacaran."


"Tapi Tante Kania yang minta agar kita membicarakan ini, aku mau pacaran sama kamu."


Arka menghela nafas panjang. "Terserah kamu saja deh," ucap Arka langsung pergi.


Shela tersenyum. "Aku harus ngabarin mamah sama papah kalau aku dengan Arka sudah jadian."


Dia sangat senang sekali. Waktu nya masuk kelas.


"Saska, aku sudah lama dekat sama kamu, apa kamu tidak kefikiran gitu mau pacaran sama orang lain? Aku tidak pernah melihat kamu dekat dengan perempuan selain aku," ucap Tina.


Saska menggeleng kan kepala nya. "Aku mau fokus belajar dulu."


"Tapi kan, kalau pacaran bukan berarti kamu tidak fokus sekolah."


"Kamu sendiri kenapa tidak pacaran? kamu hanya bisa melihat kekurangan ku saja."


"Aku.. aku sama sekali tidak tertarik dengan laki-laki yang ada di sini," ucap Tina.


"Aku juga tidak tertarik dengan perempuan yang ada di sekolah ini."


"Yahh, kamu mengikuti aku."


"Setelah lulus nanti kamu mau lanjut di mana?"


"Tidak jauh-jauh, mungkin di universitas XXX."


Saska tersenyum. "Permisi kak..." Shela mengetuk pintu ruangan Osis.


"Masuk," ucap Saska. Sementara Tina langsung keluar karena di panggil guru.


"Ada apa Shela?" tanya Saska.


"Humm, aku mau daftar jadi anggota OSIS bisa gak kak?" tanya Shela.


"Bisa, kebetulan kita kurang anggota."


Shela tersenyum. Dia langsung mendaftar kan diri nya.


"Oh iya Shela, kalau Arka berperilaku buruk, atau Jahat sama kamu, bilang saja yah, jangan sungkan dan takut," ucap Saska.


"Iyah kak," ucap Shela.


Waktunya jam istirahat. Shela mengikuti Arka ke kantin. Namun ternyata Arka menghampiri Mita.


"Haii, kamu sudah pesan makanan kamu?" tanya Arka.


"Iyah, udah kok." Mita melihat Shela.


"Kamu dekat yah sama anak baru itu?" tanya Mita.


"Enggak kok, dia nya aja yang mendekati aku terus," Ucap Arka.


Shela berusaha mengabaikan mereka dia duduk di samping Arka berusaha untuk berbaur dengan teman-teman Arka yang lain nya.

__ADS_1


Untung saja Somi mau mengajaknya berbincang-bincang.


Keesokan harinya...


Sudah satu bulan Shela sekolah di sana, tetap saja sama seperti biasanya.


"Permisi kak, apa kakak Panggil aku?" tanya Shela kepada Saska.


"Humm kamu bisa kan mandu siswa perempuan senam?" tanya Saska.


"Bisa kak, aku sangat ahli mengajari senang."


"Bagus sekali, kamu sangat multitalenta," Saska tersenyum kepada Shela.


"Lalu yang ngajarin laki-laki siapa kak?"


"Aku, yang lain nya tidak ada yang bisa."


"Asikk, bisa jadi guru sama calon kakak ipar," ucap Shela.


Waktu nya belajar.


"Walaupun dia masih baru, tapi dia lebih dekat sama kakak kelas, dan banyak juga kakak kelas yang suka sama Shela," gosip teman-teman Mita.


"Ayo, semua nya pemanasan dulu," ucap Shela.


Perempuan semua nya berkumpul.


Shela mulai melakukan latihan nya.. Begitu juga dengan Saska.


Saska melihat ke arah Shela.. Shela melempar kan senyuman lebar kepada Saska.


Saska terdiam sejenak, namun di sadar kembali karena suara musik yang di pasang.


Satu jam kemudian akhirnya selesai juga.. Mereka semua istirahat.


"Kak Saska, ini untuk kakak," Shela memberikan minuman dingin.


"Terimakasih," ucap Saska. Shela tersenyum. Setelah itu Shela mendekati Arka dan memberi nya minum.


"Tidak perlu repot-repot, aku sudah beli sendiri," ucap Arka.


"Tapi minum air mineral lebih bagus, ayo minum ini dulu."


Dari pada jadi pusat perhatian dia langsung minum. Shela tersenyum.


"Untuk kami mana Shela?" tanya kakak kelas yang lain nya.


Shela tersenyum dia mengambil dari box dan membagi nya satu-satu.


"Terimakasih dek Shela, kamu cantik banget," mereka tidak berhenti memuji Shela.


Hari-hari di lalui oleh Shela di sekolah itu, setelah dia membuka diri, kini banyak yang suka kepada nya, banyak juga yang tidak suka.


"Dewi, ayo ke kantin," ajak Shela.


"Tumben banget ngajak aku, biasanya kamu sama Arka."


"Arka tidak bolehin aku ikut dia, dia marah kepada ku."


"Arka gitu banget sih, padahal kan kalian sudah pacaran."

__ADS_1


"Ayo buruan, aku sudah sangat lapar sekali," ucap Shela.


Mereka sampai di kantin. Shela sangat suka makan, dia juga sering traktir Dewi.


__ADS_2