Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 86


__ADS_3

Ulfa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau membuat orang lain salah paham, aku akan segera kembali ke rumah ketika tetangga sudah melupakan kejadian waktu itu."


"Aku minta maaf yah, karena aku kamu jadi harus pergi dari rumah."


"Tidak apa-apa, lupakan saja."


Kania sampai di depan mobil Vincent masih kesal.


"Kania tenang! Ulfa dan Yuda sudah dewasa mereka tau apa yang mereka lakukan baik atau tidak nya, kamu jangan seperti ini."


"Aku tidak bisa membiarkan Ulfa di sakiti oleh Yuda, aku tidak akan membiarkan dia di sakiti!"


"Aku tau, tapi sekarang kamu harus tenang dulu, sebaiknya kita pergi mencari makanan di luar untuk makan siang."


Kania menatap Vincent.


"Kenapa paman bisa di sini? Apa yang Paman lakukan di sini?" tanya Kania.


"Saya mau menjemput kamu makan siang."


"Aku tidak bisa pergi, aku harus mengikuti Yuda."


Kania langsung pergi meninggalkan nya tidak mengatakan apapun.


"Huff Yuda tidak akan selamat dari Kania," ucap Vincent.


"Pak Vincent ada di sini? Ada keperluan apa yah?" tanya wanita-wanita yang fans kepada Vincent.


"Saya mencari Kania."


"Oohh mencari Kania."


"Sebaiknya saya pergi, permisi," Vincent langsung pergi dari sana.


Vincent baru saja sampai di perusahaan setelah selesai makan siang dari luar, dia melihat Kania sudah ada di kantor.


"Bukan kah kamu bilang mau mencari Yuda? Kenapa kamu sudah di sini?" tanya Vincent kepada Kania yang sedang menyusun buku-buku di rak ruangan Vincent.


"Jangan menanyakan tentang itu lagi, aku tidak ingin mendengar nya."


Vincent menghela nafas panjang dia pun mengangguk.


Selesai bekerja mereka seperti biasa pulang ke rumah, hari ini Vincent cukup cepat pulang karena tidak terlalu sibuk.


Vincent sedang duduk sendiri di ruang tengah. Namun tiba-tiba dia melihat Kania datang dengan wajah yang sangat sedih sekali.


"Apa yang terjadi?" tanya Vincent kepada Kania.


Kania menangis membuat Vincent panik.


"Apa yang terjadi Kania? Katakan siapa yang sudah membuat kamu menangis!" ucap Vincent.


"Aku.. aku sangat sedih karena Bu Mona tidak suka sama masakan ku lagi, dia tidak mau makan apa yang aku masak."


Vincent kaget mendengar Kania.


"Maksud kamu apa? Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Vincent.

__ADS_1


"Lihat lah Bu Mona sudah hampir tiga hari membeli makanan dari luar, aku yakin dia pasti tidak mau makan masakan ku lagi," Kania tambah menangis.


Vincent tidak tau mau ngomong apa, dia membawa Kania ke pelukan nya dan menenangkan nya.


"Sudah-sudah jangan sedih,"


"Bagaimana aku tidak sedih paman?"


"Saya akan menanyakan langsung kepada Mami."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Jangan, nanti Bu Mona Akan beranggapan lain dan menyalahkan aku," ucap Kania.


Vincent menghela nafas panjang dia menatap Kania dengan tatapan dingin.


"Jadi kamu mau nya bagaimana?" tanya Vincent.


"Aku.. aku mau nya Paman mengajak ku jalan-jalan keluar untuk menenangkan diri."


Vincent menatap Kania. "Kamu mau kemana?" tanya Vincent.


"Aku mau belanja."


"Apa sore ini kita pergi belanja?"


"Iyah, aku sangat pusing di rumah saja."


"Baiklah kalau begitu."


"Huff dia sungguh aneh, sebentar marah, sebentar sedih, nangis dan sekarang dia tersenyum bahagia."


"Ayo kita berangkat."


Kania duduk di samping Vincent.


Vincent mendekati Kania, namun Kania menahan Dada Vincent.


"Jangan pernah berharap kalau Paman bisa mencium ku sekarang." Vincent menatap bingung.


"Aku sudah memakai lipstik dan lipstik ku sangat mahal, sangat sayang jika di gunakan hanya untuk ciuman saja dan hilang begitu saja."


Vincent menghela nafas, dia menarik sabuk pengaman. Kania langsung malu karena sudah salah paham.


"Awal nya saya tidak berniat untuk mencium kamu karena saya juga tidak suka mencium bibir rasa lipstik. Tapi karena kamu menantang saya, saya akan membuat bibir kamu kehilangan warna."


Vincent ******* bibir Kania, Kania tidak bisa menolak.


"Yahh jadi hilang, Paman harus tanggung jawab."


Kania memeriksa bibir nya di cermin setelah Vincent melepaskan bibirnya.


"Ini semua salah mu! Berapa yang harus saya ganti rugi?" tanya Vincent.


Kania mengatakan nominal nya, Vincent dengan cepat mengirim ke rekening Kania.


Kania kaget namun dia tetap bahagia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku akan memoles nya lagi, paman bisa mencium nya dan ganti rugi setelah nya." ucap Kania.


Vincent lagi-lagi menyerah dengan sikap Kania. Setelah banyak drama mereka pun meninggalkan rumah Vincent.


Sesampainya di mall Vincent tidak sengaja bertemu dengan teman-teman nya. Kania memilih untuk belanja sendiri dari pada menunggu Vincent.


"Auh!! perut ku sangat sakit sekali." ucap Kania.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Vincent membantu Kania berdiri.


"Perut ku sangat sakit."


"kenapa bisa?"


"Seperti nya sakit menstruasi."


"Apa kamu sedang menstruasi?" tanya Vincent, Kania mengangguk.


"Humm pantesan saja Mood nya hari ini berubah-ubah tidak jelas,". batin Vincent.


"Kenapa Paman hanya diam saja? ayo bantu aku ."


"Lagian kamu kenapa sangat tidak sabar menunggu saya? Apa terlalu bosan menunggu saya berbicara sebentar?"


"Aku ingin belanja secepatnya."


Vincent mengikuti Kania.


Semua belanjaan Kania di bawa oleh Vincent, sehingga orang yang mengenal mereka sangat iri dengan keromantisan Vincent.


"Wah pacar mbak sangat kaya bisa membayar semua belanjaan mbak."


"Iyah, dia sungguh kaya, dan kekayaan nya hanya untuk saya." ucap Kania langsung karena dia tau karyawan toko itu akan gatel ke pacar nya.


"Arrghh!!! akhirnya sampai di rumah, aku sangat lelah sekali," ucap Kania membaringkan tubuh nya di sofa.


"Bagaimana bisa kamu kelelahan, semua semua belanjaan kamu saya yang membawa nya."


"Ssttt!! Paman hanya membawa saya, aku harus memilih dan juga berjalan ke sana sini."


Vincent melihat semua belanjaan yang ada di depan mereka.


"Dari semua ini tidak ada satu pun barang saya."


"Kata siapa? Aku membeli beberapa barang untuk Paman."


Kania membongkar nya dan memberikan kaos, pakaian dalam pria kepada Vincent.


"Kania kenapa kamu membeli ini? Kamu belum menjadi istri saya, kenapa membeli hal seperti ini?"


"Emangnya harus jadi istri dulu baru bisa beli seperti ini? Aku membeli ini karena yang lama pasti sudah sangat usang."


Vincent terdiam, dia sangat malu, tiba-tiba Bu Mona pulang Vincent segera menyembunyikan semua nya namun satu masih kelihatan oleh Bu Mona, Bu Mona tersenyum tipis sementara Vincent sudah sangat malu.


"Aku baru saja selesai belanja Bu, oh iya aku membeli ini untuk ibu."


Kania memberikan barang yang sengaja di beli untuk Bu Mona.

__ADS_1


__ADS_2