
Kania kaget kenapa ada Jeki di sana.
"Apa perlu aku temani?" tanya Ulfa yang bersama Kania.
"Tidak perlu, kamu bisa pergi duluan bersama Yuda, kamu juga harus bekerja."
"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Ulfa..Kania mengangguk.
Setelah itu Ulfa dan Yuda pergi. "Ada apa direktur Je mencari saya ke sini?" tanya Kania.
"Maafkan kesalahan dan masalah beberapa hari yang lalu, kamu tidak perlu memanggil ku direktur Je, aku datang ke sini mau meminta kamu menemui Minghui."
"Mbak Minhui kenapa?"
Jeki membawa Kania ke dalam mobil, dia melihat Minhui yang sangat senang ketika melihat nya.
"Mbak Minhui, kenapa bisa sampai di sini? Bagaimana keadaan Mbak?" tanya Kania.
Minhui langsung memeluk Kania. Kania kebingungan.
"Apa yang terjadi mbak? apa ada sesuatu dengan direktur Je?"
Minhui menggeleng kan kepala nya. "Tidak Kania, semua nya baik-baik saja aku hanya merindukan kamu."
Kania terdiam sejenak. "Oh iya tentang kemarin, bagaimana hubungan kamu dengan suami kamu?"
"Semua nya baik-baik saja mbak, mbak tidak perlu mengkhawatirkan aku."
"Bagaimana tidak, itu semua karena aku."
Kania menggeleng kan kepala nya.
"Humm ngomong-ngomong kenapa bisa direktur Jeki mengantar kan mbak ke sini?"
Minhui melihat ke arah luar. "Seharusnya aku bisa datang sendiri, namun seperti nya dia takut aku akan kabur."
"Humm mbak terlihat semakin sehat saja, aku sangat senang melihat nya."
Jeki yang dari tadi berdiri di luar hanya bisa menghela nafas panjang beberapa kali karena Kania tak kunjung keluar dari dalam mobil.
Tidak beberapa lama akhirnya Kania keluar dari dalam mobil.
"Maaf yah kak sudah membuat kakak menunggu lama di luar."
"Tidak apa-apa."
"Humm kalau boleh tau apa mbak Minhui sudah memeriksa kandungan nya ke dokter?"
Jeki mengingat beberapa Minggu yang lalu keluar dari rumah sakit.
"Kandungan nya sehat."
"Humm tapi aku rasa harus USG melihat pertumbuhan janin nya dan juga mengetahui anak itu laki-laki atau perempuan."
"Saya tidak memiliki waktu untuk pergi," ucap Jeki.
__ADS_1
"Kalau kakak tidak bisa, aku akan membantu mbak Minhui ke rumah sakit."
"Saya tidak bisa lama-lama di sini, saya permisi dulu."
Jeki langsung masuk ke dalam mobil.
"Sudah puas? Kita sebaiknya pulang," ucap Jeki. Minhui mengangguk.
Kania melambaikan tangan nya ke arah mobil Jeki.
"Humm seperti nya yang di katakan mbak Minhui benar, kak Jeki seperti nya sudah mulai berubah dan mulai perduli kepada mbak Minhui."
Di malam hari nya Kania dan Vincent menghadiri acara pertemuan. Kania datang mendampingi Vincent menggantikan Tomi.
"Aku gak nyangka deh akhirnya aku bisa menjadi sekertaris sekaligus pasangan mas Vincent malam ini," batin Kania.
Mereka masuk ke dalam gedung itu.
"Wahhh ramai banget ternyata," ucap Kania dia menggandeng tangan suami nya masuk ke dalam.
"Pak Vincent, selamat datang," ucap pasangan suami istri mendatangi Vincent.
"Orang tua mbak Minhui di sini juga?" ucap Kania.
"Wahh, tidak nyangka kalau kita akan bertemu di sini lagi pak, sudah lama kita tidak bertemu." ucap Vincent.
"Iyah pak Vincent, seandainya pak Vincent jadi kepada Minhui mungkin sekarang sudah sangat dekat."
Kania mendengar itu langsung berkecil hati, mereka sama sekali tidak menyapa nya walaupun dia berusaha untuk menunjukkan dirinya.
Vincent merasa risih dengan kedua orang tua Minghui membahas hubungan masa lalu nya.
Vincent merangkul pinggang ramping Kania.
"Tapi kenapa pak Vincent harus menikahi orang terdekat bapak sendiri? Saya rasa melewati masa-masa banyak nya isu sangat lah sulit pasti nya."
Vincent tersenyum. "Saya mencintai nya dengan sangat tulus, apapun itu akan kami lalui bersama."
Orang tua Minhui merasa mati kata akhirnya mereka pun langsung pergi.
"Tidak perlu di pikirkan apa yang mereka katakan."
Kania mengangguk.
Mereka masuk ke dalam bergabung dengan orang lain.
Kania hanya bisa berdiri di samping suami nya yang tidak berhenti di sapa oleh orang lain.
"Oh iya mas, bukan nya kata mas teman-teman lama mas juga mau datang, mana mereka?" tanya Kania.
Vincent menatap Kania. "Huff Dari tadi kamu tidak berhenti bertanya tentang teman-teman ku, apa kamu datang ke sini hanya mau melihat mereka?"
"Ya bukan seperti itu, aku hanya penasaran saja seperti apa teman-teman mas yang belum pernah aku lihat sebelumnya."
Tidak beberapa lama Tiga pria tinggi Tampan baru saja datang dan berhasil mencuri perhatian para tamu termasuk istri Vincent.
__ADS_1
Vincent sangat kesal dengan tatapan Istri nya dia langsung menutup mata istri nya.
"Halo, Vincent. Sudah lama kita tidak bertemu."
"Halo bro, ayo duduk dulu."
"Siapa wanita yang bersama mu? Kenapa kau tidak mengatakan kepada kami kalau membawa pasangan."
"Dia Istri ku."
"Apa? kau sudah menikah?" tanya mereka bertiga kaget.
"Huff kalian sangat sibuk dengan dunia kerja sehingga tidak mendengar kabar pernikahan ku."
"Perkenalkan nama ku Kania."
Kania langsung menjulurkan tangan nya.
Mereka bertiga dengan senang hati mau berkenalan namun Vincent menarik tangan istrinya.
"Ini namanya Ken, ini nama Vito, dan yang ini namanya Yopi."
"Wahh kamu sangat Posesif sekali," ucap mereka. Kania merasa kesal dia memasang wajah cemberut.
Mereka duduk di meja yang sama, Kania tidak berhenti menatap mereka bertiga bergantian sambil senyum-senyum.
Tidak beberapa lama mereka pulang. "Ke sini kamu, aku akan memberikan hukuman untuk mu!" ucap Vincent kepada Kania mendorong nya ke tempat tidur.
"Mas, apa yang mas lakukan?" tanya Kania.
"Jangan banyak tanya!"
Vincent merobek dress Kania dengan sangat mudah.
"Aaaa!! Dress ku, aku baru saja membeli nya."
"Aku bisa membayar 10 kali lipat untuk dress murah seperti itu."
Kania melihat suami nya sudah tidak tahan. "Aku belum bersih-bersih."
"Tidak perlu! Kamu membuat ku sangat kesal hari ini."
"Huff, aku hanya mengagumi mereka karena Tampan, Lagian aku tidak melakukan apapun."
Vincent semakin kesal dia langsung memberikan hukuman agar istrinya itu tidak melakukan hal yang sama lagi.
"Aaaa!!! Sakit mas," ucap Kania.
"Kamu harus berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi," ucap Vincent.
"Baiklah aku janji mas, tapi aku mohon jangan terlalu kasar, aku tidak tahan."
Kania menjerit kesakitan karena Vincent melakukan nya seperti hukuman.
Kania minta ampun dan pada akhirnya dia pun melakukan nya dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu hanya bisa mengangumi suami mu ini, saya memiliki badan yang jauh lebih bagus dari mereka, aku juga sangat Tampan."
"Baiklah, aku mengakui nya sekarang, badan ku sangat lemas sekali," ucap Kania.