Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 111


__ADS_3

"Bukan kah ini kado dari Jeki," ucap Vincent.


"Ini sangat tidak penting," ucap Vincent mau membuang nya namun dia sangat penasaran dengan isi nya.


"Sebaik nya aku melihat dulu apa isinya," ucap Vincent.


Dia membuka dan ternyata di dalam ada beberapa foto dalam satu kotak.


Vincent sangat kaget ternyata di sana ada foto Jeki bersama wanita yang cantik yang sangat tidak asing di mata Vincent.


Vincent tampak terkejut melihat nya, namun tiba-tiba dia mendengar suara jejak kaki naik ke atas dan berjalan ke arah kamar.


Dia sangat panik dan berusaha mencari teman untuk bersembunyi, namun percuma saja Kania sudah menyadari dia di dalam sana.


"Apa yang paman lakukan di dalam kamar ku?" tanya Kania.


Vincent menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.


"Saya datang mencari kamu," ucap Vincent.


"Oohhhh, aku dan Ulfa belajar di ruang tamu." Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Kania.


"Tidak ada, saya hanya ingin melihat kamu."


Kania tersenyum. "Ya sudah kalau begitu saya kembali ke kamar sebentar," ucap Vincent langsung pergi ke dalam kamar nya.


Kania menatap Vincent dengan tatapan bingung.


"Ada apa dengan nya? Kenapa terlihat sangat mencurigakan?" batin Kania.


Setelah di kamar Vincent memeriksa kembali foto itu ternyata ada dua foto.


Foto perempuan itu bersama diri nya.


"Kenapa foto ini bisa ada pada Jeki? Dan apa hubungan mereka berdua?" ucap Vincent.


"Seperti nya Jeki sengaja memberikan ini agar Kania dan aku ribut. Untung saja aku mengambil nya," batin Vincent.


Keesokan harinya Kania hari terakhir untuk ujian.


Vincent menyemangati nya agar lebih semangat.


"Aku sangat gugup sekali," ucap Kania.


"Kenapa? bukan kah biasa nya kamu Santai?" tanya Vincent.


Mereka sedang dalam perjalanan ke ke kampus.


"Aku gugup sekali karena ini adalah hari terakhir, aku juga sangat gugup karena setelah ini aku harus fokus mengurus pernikahan kita."


Vincent tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di kampus, Kania langsung berpamitan masuk ke dalam.


"Kania, apa benar setelah selesai ujian kamu akan menikah?" tanya dosen orang tua Yuda.

__ADS_1


Kania tersenyum sambil mengangguk.


"Apa kamu tidak ingin fokus kuliah dulu sebelum menikah?"


"Saya masih lanjut kuliah Bu, tidak mungkin saya berhenti setelah sudah sampai di titik ini," ucap Kania.


"Apa kamu sudah yakin mau menikah dengan paman mu sendiri? Dia jauh lebih tua dari kamu," ucap Dosen itu.


"Kami saling mencintai Bu, saya sudah yakin itu sebabnya kamu memutuskan untuk menikah."


Wajah Dosen nya terlihat sangat sedih, dia langsung berpamitan pergi.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Yuda yang baru saja datang ke sana.


"Tidak ada, hanya tentang pelajaran."


"Tapi kenapa kelihatan nya mamah jadi sangat sedih?"


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau, tapi tadi dia membahas mengenai pernikahan ku dengan Paman Vincent."


"Sebenarnya Mamah sangat suka sama kamu, dia masih mengharapkan kita ada hubungan," ucap Yuda.


Namun tidak sengaja Ulfa mendengar itu Tampa di sadari oleh Kania dan Yuda.


"Bukan nya orang tua kamu tau hubungan kamu dengan Ulfa? Ulfa juga sangat baik dan kalian saling mencintai."


"Biasa lah orang tua selalu seperti itu, kamu gak masuk ke dalam kelas?" tanya Yuda.


Mereka pun masuk ke dalam kelas bersama, sementara Ulfa sudah masuk terlebih dahulu ke dalam.


Yuda melihat wajah Ulfa yang sedikit murung, namun dia tidak tau karena apa itu sebabnya dia memilih untuk diam.


Ujian hari ini terasa sangat lama, setelah beberapa jam akhirnya selesai kuliah.


"Malam ini teman-teman mengadakan acara minum-minum merayakan selesai ujian," ucap Kania sambil masuk ke dalam mobil karena Vincent sudah menjemput nya.


"Kamu mau pergi?" tanya Vincent.


Kania mengangguk.


"Aku pergi bersama Yuda, Ulfa" ucap Kania.


"Baiklah kalau begitu," ucap Vincent.


"Tumben banget paman tidak melarang ku?" tanya Kania.


Vincent tersenyum. "Ini adalah acara bersama teman-teman mu perayaan selesai ujian, momen ini sangat lah penting itu sebabnya saya mengijinkan nya."


"Kalau begitu aku membutuhkan uang."


Vincent tersenyum. "Saya akan mengirimkan ke rekening kamu," Kania tersenyum manis tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. Sementara Yuda dan Ulfa masih ada di kantin makan siang.

__ADS_1


"Kamu hari ini pulang ke rumah Kania atau pulang ke rumah kamu?" tanya Yuda.


"Aku sudah bilang kalau aku ingin tinggal di rumah ku untuk beberapa hari. Kenapa kamu masih bertanya."


"Ya kan aku gak tau, siapa tau saja kamu sudah berubah Fikiran."


"Kenapa sih kamu terlihat murung banget hari ini, apa kamu memiliki masalah? Coba ceritakan sama aku," ucap Yuda.


Ulfa menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada, aku hanya memikirkan nilai saja."


Yuda menghela nafas panjang. "Kalau kamu memiliki masalah jangan ragu untuk ngomong sama aku, aku siap kok mendengar kan nya."


"Terimakasih yah, tapi aku baik-baik aja kok."


Yuda menatap aneh kepada Ulfa.


"Pasti ada yang terjadi nih," ucap Yuda dalam hati karena Ulfa sangat jarang mood nya seperti ini.


Di sore hari nya Yuda datang menjemput Ulfa ke rumah nya.


"Kenapa kamu belum siap-siap?" tanya Yuda.


"Badan ku kurang enak, sebaiknya aku tidak perlu pergi," ucap Ulfa.


"Loh kenapa? Bagaimana kalau yang lain nanyain?" tanya Yuda.


"Katakan saja pada mereka kalau aku sakit."


Tiba-tiba handphone Ulfa berdering dari Kania.


"Ulfa aku sudah siap, aku tunggu kamu di rumah yah."


Telpon langsung mati.


"Kania sudah menunggu, jangan membuat dia menunggu lama. Yang lain nya juga sudah sampai di tempat."


Ulfa tidak bisa membuat alasan lagi, akhirnya dia mau ikut dan segera siap-siap.


Mereka sampai di rumah Kania.


"Paman kau pergi dulu yah," ucap Kania berpamitan, dia juga sudah berpamitan kepada Omah, Opah dan Bu Mona yang ada di dalam.


"Hati-hati, jangan pulang terlalu larut malam," ucap Vincent. Kania mengangguk.


Setelah mereka pergi Vincent masuk ke dalam mobil nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Bu Mona melihat Vincent menghidupkan mobil nya.


"Humm aku ada janji dengan teman-teman ku juga Mi," ucap Vincent.


"Tapi kamu sudah janji mau menemani kami makan malam di luar hari ini."


"Lain kali aja Mih, aku sangat terburu-buru." ucap Vincent.


"Tunggu dulu! Mami tidak mengijinkan kalau kamu pulang terlalu malam."

__ADS_1


"Kamu ini calon pengantin, bagaimana kalau terjadi apa-apa?" tanya Bu Mona.


"Mami tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri, Lagian hanya berkumpul sebentar."


__ADS_2