
Arka meninggalkan mereka di taman belakang.
Sementara Saska sedang menunggu kedatangan Shela di Tempat biasa mereka janjian malam.
Dia tidak tau Shela akan datang apa enggak, tapi dia sudah kasih kabar kepada Shela agar dia datang menemui nya di Tempat biasa.
Karena sudah di baca pesan nya oleh Shela, jadi dia berfikir Shela akan datang menemui nya.
Tidak terasa sudah satu jam dia menunggu, akhirnya dia melihat Shela datang dari dalam pintu restoran.
"Akhirnya kamu datang Shela, aku sudah yakin kamu pasti datang," ucap Shela.
"Aku minta maaf sudah membuat kakak lama menunggu," ucap Shela.
"Gak apa-apa, Duduk dulu," ucap Saska menarik tempat duduk untuk Shela.
"Aku sangat yakin kamu datang, itu sebab nya aku langsung pesan minuman dan makan, ayo kita makan," ajak Saska.
Mereka makan terlebih dahulu, Shela tidak mengatakan apapun. Namun dia sangat tidak tega terus mendiamkan Saska begitu saja. Tampa ada kejelasan sama sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Saska dan Shela duduk sebentar di sana.
"Apa kamu masih marah? Kamu bisa katakan apapun, atau tanyakan apa saja kepada ku," ucap Saska..
"Gak ada, aku tidak ingin mengatakan apapun," ucap Shela.
Saska menghela nafas panjang dia menatap Shela dengan tatapan dingin. Seperti ingin marah, kesal dan juga memaksa.
Namun dia tidak bisa memaksa kan kehendak nya untuk kekasih nya itu.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa kamu berbicara," ucap Saska.
Karena tidak ada yang berbicara, di meja mereka berdua sangat senyap, tidak ada pembicaraan satu sama lain.
Kedua nya sama-sama bengong. Tidak beberapa lama akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena sudah gelap juga di luar.
"Aku minta maaf yah sudah membuat kamu jauh-jauh nyamperin," ucap Saska.
"Oh iya untuk besok dan seterusnya aku tidak akan melakukan hal ini lagi kalau kamu tidak suka," ucap Saska.
"Kamu masuk saja, aku juga mau pulang sekarang," ucap Saska.
Saat Saska mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba Shela memanggil nya.
"Kak Saska?!" panggil nya.
__ADS_1
"Iyah, kenapa?" tanya Saska. Shela mendekati nya Menatap mata nya. Walaupun sedikit mendongak karena Saska tinggi.
"Kenapa Shela?" tanya Saska dengan sangat lembut.
"Apa kamu sampai sekarang masih sering bertemu dengan kak Tina?" tanya Shela.
"Sesekali dia datang ke kantor untuk menemui ku, terkadang bertemu saat ngumpul sama anak-anak," jawab nya.
"Oohhh," ucap Shela terlihat sangat lesu.
"Emangnya kenapa? Kok kamu tiba-tiba tanya tentang itu?" tanya Saska. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin tau saja, aku berfikir kalian sudah jarang bertemu."
Saska kebingungan dengan pertanyaan dan raut wajah Shela.
"Apa Tina melakukan sesuatu kepada mu sehingga kamu seperti ini kepada ku?" tanya Saska.
"Enggak kok kak," jawab nya dengan cepat.
"Tidak mungkin, raut wajah kamu mengatakan ada sesuatu, sebaik nya kamu jujur saja kepada ku," ucap Saska.
Shela mau pergi namun di tahan oleh Saska. "Katakan, ada apa Shela," ucap Saska memaksa nya.
"Aku mau masuk dulu kak, aku takut mamah sudah menunggu ku," ucap Shela..
"Sebaik nya kakak tanya sendiri kepada nya," ucap Shela menepis tangan tanya Saska dan pergi masuk.
Keesokan harinya... Pas di acara kumpul-kumpul anak SMA makan malam. Saska menarik tangan Tina ke keluar sebentar.
"Ada apa Saska? kenapa kamu narik aku keluar?" tanya Tina.
Tina terlihat sangat senang ketika Saska menarik tangan nya .
"Aku mau tanya sesuatu kepada kamu," ucap Saska.
"Ada apa? seperti mau mengajak berpacaran saja," ucap Tina.
"Aku tidak bercanda, aku mau tau apa yang kamu katakan kepada Shela?" tanya Saska. Tina seketika terdiam.
"Jangan pernah membohongi aku Tina, aku tau kamu seperti apa!" ucap Saska.
"Aku tidak mengatakan apapun kepada dia, emang nya dia ngomong apa sama kamu?" tanya Shela.
"Aku tidak mengatakan apapun kepada dia kok," ucap Shela.
"Aku tidak mudah di bohongi Tina, sebaiknya kamu jujur saja!" ucap Saska.
__ADS_1
Tina menghela nafas panjang. "Aku meminta nya untuk menjauhi kamu dan memutuskan hubungan dengan mu!" ucap Tina.
Saska menghela nafas panjang. Dia menatap Shela dengan tatapan dingin.
"Apa maksud kamu mengatakan itu kepada dia?" tanya Saska.
"Aku tidak suka dengan dia, aku tidak suka melihat kamu selalu menghabiskan waktu untuk nya, aku cemburu karena aku menyukai kamu."
"Jangan aneh-aneh deh Tina, kita sudah bersahabat dari SMA."
"Aku tidak pernah menganggap kamu sahabat ku, aku tidak pernah berfikir untuk menjadi sahabat kamu, karena dari awal bertemu aku sudah menyukai kamu dan kamu sama sekali tidak menyadari itu,," ucap Tina.
Saska seperti tidak habis pikir dengan apa yang di dengar oleh nya, dia tidak tau apa yang harus dia katakan.
"Shela adalah pacar ku, aku mencintai nya, tidak seharusnya kamu mengatakan hal itu kepada nya!"
"Aku tidak suka! aku menyukai kamu."
"Aku minta maaf Tina, aku tidak tau apa yang membuat kamu suka kepada ku, tapi aku mau kita tetap bersahabat karena aku sama sekali tidak memiliki perasaan kepada kamu."
"Kenapa kamu selalu mengabaikan aku? aku lebih cantik dari Shela, aku selalu ada untuk kamu, bantu kamu dan bahkan yang mengerti dan paham kamu hanya aku," ucap Tina.
"Aku minta maaf Tina, tapi seperti nya pertemanan kita sampai di sini saja," ucap Saska.
"Saska! Aku tidak mau, aku masih Ingin bersama kamu."
"Kita masih bisa bersama, tapi tidak seperti dulu, aku akan menjaga jarak dari kamu, aku minta maaf sudah membuat kamu salah paham."
"Tapi.. Saska."
"Berhenti mengganggu aku lagi," ucap Saska.
Saska langsung pergi masuk ke dalam, Tina sangat bingung dia tidak tau harus apa.
Dia mau menangis namun tiba-tiba teman nya datang.
"Apa aku salah menyukai seseorang? Aku tidak tau bagaimana lagi cara nya untuk membuat nya menyukai ku."
Saska masuk dia melihat ke arah teman-teman nya. "Semua nya sedang asik dengan obrolan masing-masing, karena suasana hati nya sedang tidak baik, akhirnya dia memutuskan untuk pamitan pulang.
"Loh, kenapa sangat cepat? Ini baru jam delapan malam," ucap teman nya.
"Gak apa-apa kok, aku hanya ingin istirahat, esok aku harus bekerja," ucap Saska.
"Baiklah kalau begitu," ucap teman nya. Saska segera pergi dan berpapasan dengan Tina yang baru saja masuk bersama teman nya.
__ADS_1