Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 75


__ADS_3

"Aku tau Mami sangat marah kepada ku, tapi aku akan membuktikan kalau pilihan ku tidak salah mu."


"Mami malu nak, mami sangat malu."


Vincent memegang tangan mami nya.


"Apa yang membuat mami malu? Kania sangat cantik, baik, pinter dan juga sangat ramah, dia juga sabar dan sekarang dia lah yang membantu aku mendapatkan perusahaan demi Mami."


Bu Mona tidak bisa mengatakan apapun, mau bagaimana pun dia tetap masih tidak terima dengan kenyataan.


"Dan Tentang Heni, aku akan berbicara dengan dia."


"Bagaimana dengan keluarga Heni? Mereka pasti sangat marah kepada mami, sebaik nya kamu tinggal kan Kania dan menikah dengan Heni nak." ucap Bu Mona.


Vincent menghela nafas panjang.


"Berapa kali aku bilang sama Mami kalau aku tidak akan pernah meninggalkan Kania Mi, Kania adalah segalanya bagi aku."


"Lalu bagaimana dengan mami yang sudah melahirkan kamu?"


Vincent mengelus tangan Mami nya.


"Mami akan terus menjadi orang tua ku, aku akan terus menyanyangi Mami."


Di dalam Kania sedang berbicara dengan beberapa Staf. Tiba-tiba saja Heni datang.


"Kita bisa bicara sebentar?" tanya Heni.


Kania melihat ke arah Staf nya, dia pun mengangguk.


"Baiklah." Mereka naik ke lantai atas untuk bicara.


"Silahkan duduk."


Minuman untuk mereka datang.


"Saya dari awal sudah tau kalau Vincent mencintai Keponakan nya tidak lain adalah kamu, dan sekarang semua orang sudah tau."


"Maksud nya?"


"Vincent mengatakan kepada saya kalau dia tidak mencintai saya beberapa hari yang lalu dan tidak akan pernah menikah dengan saya karena dia sudah memiliki kamu."


Kania diam sembari mendengarkan kan Heni yang berbicara cukup serius.


"Tapi saya ingin kamu membiarkan Vincent menikahi saya," ucap Heni membuat Kania kaget menatap Heni.


"Keluarga Vincent dan keluarga saya sudah menyiapkan pernikahan yang tidak lama lagi, saya mohon."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak bisa mengiklaskan pria yang saya cintai menikah dengan wanita lain,"


"Tapi bagaimana dengan saya? semua orang sudah tau kalau kami akan menikah, kami pasti akan sangat malu."

__ADS_1


Kania berdiri dia menatap Heni. "Mbak sudah tau dari awal kalau Paman Vincent tidak akan menyukai mbak, namun kenapa masih memaksa kan diri seperti ini?" tanya Kania.


"Karena orang tua saya, saya melakukan nya karena orang tua dan keluarga saya."


Heni meminta belas kasihan Kania, karena dia sangat takut untuk pulang saat ini.


Kania tidak mau dia memilih untuk pergi dari sana dan meninggalkan Heni yang terlihat sangat prustasi.


Di malam hari nya Kania pulang lebih awal ke rumah karena Vincent masih mengurus beberapa pekerjaan di luar.


"Apa setelah ini Paman akan pindah dari perusahaan?" batin Kania.


Dia tidak sengaja mendengar suara sesuatu jatuh dari dapur.


"Ibu! Ibu ngapain?" tanya Kania kaget karena melihat Bu Mona yang sedang masak di dapur dan semua nya berantakan.


Kania segera mematikan kompor nya.


"Saya hanya ingin makan malam karena saya bosan makan di luar." ucap Bu Mona.


Kania mengingat kata-kata Vincent kalau orang tua nya itu tidak pernah masak, bahkan Vincent tidak pernah merasakan masakan orang tua nya seperti apa.


"Ibu tunggu sebentar, aku akan masak."


Kania membuang makanan yang tidak bisa di makan itu dan membuat yang baru, walaupun dia cukup lelah namun dia sekalian masak untuk Vincent dan untuk diri nya sendiri.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, dia memberikan nya kepada Bu Mona.


"Kenapa sangat banyak?"


Bu Mona melihat Kania pergi dan setelah itu dia langsung makan karena kelihatan nya sangat lejat sekali.


Hari semakin malam Kania melihat Vincent belum juga pulang dia memutuskan untuk menelpon Vincent.


Vincent yang sedang bersama Tomi dan beberapa orang lain di salah satu tempat.


Vincent melihat handphone nya berdering dia langsung menjawab nya.


"Halo.."


"Paman di mana? Ini sudah jam delapan lewat namun paman belum pulang juga," ucap Kania.


"Kamu mengkhawatirkan saya?" tanya Vincent.


Semua mata langsung melihat ke arah Vincent.


"Saya akan pulang sebentar lagi, saya masih di ruangan meeting."


Kania melihat panggilan telpon nya langsung mati.


"Kok mati sih?"


Kania kembali berbaring di tempat tidur nya karena tidak tau sampai kapan Vincent akan pulang.

__ADS_1


"Tomi saya pulang terlebih dahulu." ucap Vincent.


Tomi menginyakan dan melihat Vincent sangat bersemangat pulang.


"Kania dengan pak Vincent sudah berbaikan, sementara aku masih tetap seperti ini," batin Tomi.


Vincent di perjalanan pulang tidak sengaja dia melihat Minhui bersama pria lain.


"Siapa pria itu? Apa dia adalah anggota Jeki?" tanya Vincent.


Minhui terlihat sangat serius berbicara dengan pria itu, Vincent jadi sedikit curiga dengan Minhui karena dia pasti merencanakan sesuatu untuk menghancurkan nya lagi.


"Ah sudahlah, aku tidak bisa menghentikan dia, sekarang aku hanya perduli kepada kehidupan ku," ucap Vincent.


Dia melajukan mobil nya kembali ke rumah, sesampainya di rumah dia melihat Kania yang menunggu di ruang tamu sambil tiduran.


"Paman sudah pulang?" tanya Kania. Vincent mengangguk.


Dia mendekati Kania dengan tidak mengatakan apapun.


"Kenapa paman?" tanya Kania.


"Senang rasanya ketika kamu menunggu saya pulang seperti ini lagi."


"Kebetulan saja aku berbaring di sini." ucap Kania.


Vincent menatap wajah Kania.


"Terserah, sekarang saya sangat lapar apa kamu memasak?" tanya Vincent.


Kania mengangguk. "Saya sudah beberapa hari ini tidak merasakan masakan kamu, sekarang saya tidak sabar mau makan."


Kania tersenyum melihat Vincent terlalu bersemangat sekali.


Setelah selesai makan Vincent menahan Kania sebelum masuk ke kamar.


Namun sebelum Vince berbicara Kania langsung memotong nya.


"Kalau mau membicarakan tentang kita sebaiknya besok saja, Paman pasti lelah."


"Tapi.."


"Paman istirahat saja, berbicara dalam keadaan tenang dan nyaman itu lebih baik."


"Ya sudah kalau begitu, kamu juga istirahat lah, kamu pasti sangat lelah juga." Kania mengangguk.


Mereka sama-sama masuk ke kamar. Vincent masuk ke kamar berbeda dari sebelumnya, kali ini dia terlihat lebih senang, lebih bahagia dan tenang.


Dia langsung mandi agar semua kuman yang di badan nya hilang begitu saja.


Setelah selesai dia membuka laptop nya Sebentar, dia melihat berita tentang dia dan Je sudah beredar luas, dan seperti pada umumnya akan ada yang perduli kepada nya ada juga yang akan menghujat nya.


Hal seperti itu sudah hal biasa bagi nya, dia tidak akan pernah menanggapi hal seperti itu.

__ADS_1


Dia menutup laptopnya, dan melanjutkan untuk istirahat.


Di kamar Kania dia juga tidur karena sudah sangat ngantuk dengan handphone yang menyala di tangan nya.


__ADS_2