Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 20


__ADS_3

"Tomi kamu harus menemani saya nanti malam." ucap Vincent.


"Saya? Humm seperti nya saya memiliki janji dengan keluarga saya pak."


"Tidak ada alasan, kamu harus ikut dengan saya." ucap Vincent.


Tomi terdiam sejenak. "Saya merasa Minhui pasti sangat sedih karena mendengar perkataan saya. Saya juga ingin menjelaskan kepada nya kalau saya sudah tidak ingin bersama nya karena tidak ada kecocokan di antara kami."


"Tapi setidaknya bapak harus tanggung jawab karena bapak sudah..."


"Sudah apa? Kenapa kamu tidak melanjutkan kata-kata kamu?" tanya Vincent karena Tomi langsung berhenti berbicara.


"Saya minta maaf Pak."


"Saya sama sekali tidak melakukan apapun kepada Minhui." ucap Vincent.


"Saya minta maaf pak, saya tidak bermaksud untuk berbicara tidak sopan." ucap Tomi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


Sementara Kania dan teman-teman nya setelah keluar dari rumah sakit mereka nongkrong sebentar.


Kania tidak bisa lama-lama di sana sangat banyak pesan masuk dari Paman nya.


Mobil Kania sudah terparkir di depan rumah Vincent dia melihat rumah yang seperti tidak di urus cukup lama, terlihat sangat sepi juga.


"Aku tidak pernah berfikir kalau aku akan bisa bebas seperti ini. Ini cukup menarik hanya saja rasanya sangat kurang. Aku dulu selalu berharap kalau aku akan terus keluar bersama paman." batin Kania.


Kania masuk ke dalam dia melihat Vincent tidur di sofa.


"Kenapa paman tidur di sini? Kenapa tidak di kamar?" tanya Kania.. Vincent sadar Kania sudah pulang dia langsung bangun dan duduk.


"Kenapa kamu sangat lama? Paman sangat lapar." ucap Vincent memasang wajah manja.


"Kenapa paman tidak meminta Tomi untuk membeli makanan?"


"Dia sudah kembali ke kantor." ucap Vincent.


"Sebelum sampai di rumah Kenapa tidak mampir makan dulu?" tanya Kania.


Vincent menghela nafas panjang bingung harus mengatakan apa. "Paman hanya mau Makanan yang kamu masak, paman ingin makan masakan kamu." ucap Vincent.


Kania langsung ke dapur membuat makan siang seadanya saja.


"Makan lah, aku akan ke kamar. Setelah makan jangan Lupa untuk minum obat." ucap Kania.


"Loh kenapa hanya satu porsi? apa kamu tidak mau makan?" tanya Vincent.


"Aku sudah makan dari luar bersama teman-teman ku. Khawatir kan saja diri paman sendiri karena biasanya di umur tua seperti Paman sering sakit." ucap Kania dan langsung pergi.


Vincent menatap dengan tatapan sedih. "Tidak perlu Kania mengabaikan ku seperti ini, namun sekarang dia benar-benar sangat cuek dan sudah lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan kehidupan nya sendiri." ucap Vincent.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian Vincent sudah sehat.


"Selamat Pagi..." sapa Vincent menyapa Kania yang masak di dapur.


"Paman seperti nya sudah sangat sembuh." ucap Kania.


"Kamu sungguh tidak sopan, jawab salam dari saya." ucap Vincent.


"Pagi!" ucap Kania. "Jangan menggangguku, aku sedang masak." ucap Kania.


"Tumben-tumbenan sekali kamu masak banyak seperti ini." ucap Vincent.


"Aku ingin menyisihkan nya sedikit untuk Yuda dan juga Ulfa. Mereka akan datang membantu ku bersih-bersih rumah karena selama paman di sini tidak bisa di andalkan untuk membersihkan rumah." ucap Kania.


"Yuda dengan Ulfa? Kenapa tidak membayar jasa pembersih saja?" tanya Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak memiliki kegiatan apapun, akubisa membersihkan nya sendiri dengan sedikit bantuan Yuda dan juga Ulfa." ucap Kania.


Vincent tidak bisa membantah kemauan Kania. Tidak beberapa lama Ulfa dan Yuda datang.


"Hai Kania apa kabar mu? Pasti sangat seru bukan di luar negeri?" ucap Ulfa.


"Seru banget, aku juga memiliki oleh-oleh untuk kamu." ucap Kania memberikan banyak kado.


"Wahh terima kasih banyak." ucap Ulfa.


"Aku hanya membawa makanan saja untuk paman, aku tidak mengingat karena aku juga tidak memiliki uang yang cukup." ucap Kania sambil tersenyum.


"Ya sudah Ayo kita makan dulu." ajak Kania.


Vincent ikut juga bergabung dengan mereka di sana.


Vincent tidak berhenti menatap tajam ke arah Yuda yang selalu mendapat kan perhatian Kania.


"Dasar Pria berengsek ini! Bisa-bisa nya sekarang Kania lebih perduli kepada nya." batin Vincent.


Namun di balik kedekatan Yuda dan Juga Kania Vincent sadar kalau Ulfa hanya diam saja.


Vincent bisa menebak kalau ulfa cemburu melihat kedekatan mereka berdua sama seperti dirinya.


Waktu nya untuk bersih-bersih. .


"Heh sebaiknya kamu di luar saja, biar saya yang mengurus ini." ucap Vincent kepada Yuda yang sedang membersihkan ruang tamu.


Yuda mengangguk.


"Apa yang paman lakukan?" tanya Kania melihat Vincent mengusir Yuda.


"Paman juga ingin membantu kamu, kenapa kamu harus marah?" tanya Vincent.

__ADS_1


Kania menghela nafas panjang.


Sepanjang waktu bersih-bersih Vincent benar-benar membuat Yuda tidak bisa bekerja dengan nyaman dan baik membuat Kania menghela nafas panjang.


Vincent merasa lelah karena mengganggu dia duduk dan melihat Kania dan Yuda bekerja menanam bunga sama-sama.


"Aku sangat tidak terima melihat Kania dekat dengan pria lain!" ucap Vincent dengan kesal sehingga tidak sadar botol minuman nya sudah remuk.


Karena kesal dia pergi dari sana. Kania menyadari Vincent marah.


"Maafin aku Paman." batin Kania.


"Kania ada sesuatu di wajah mu." ucap Yuda. Kania mencoba membersihkan nya namun tidak kunjung bersihkan.


Yuda membersihkan tanah yang di pipi Kania Ulfa juga sangat cemburu melihat mereka.


Namun Ulfa berusaha untuk tidak memperlihatkan nya. Tidak beberapa lama akhirnya sudah selesai.


"Yuda, Ulfa terimakasih banyak yah sudah mau membantu aku. Aku juga mau minta maaf karena merepotkan kalian berdua." ucap Kania.


"Tidak apa-apa Kania." ucap Ulfa.


"Ya udah kalau begitu kami pulang dulu yah." ucap Ulfa.


Ulfa pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Yuda di sana.


"Hum Kania besok kamu tidak memiliki kesibukan kan?" tanya Yuda.


"Besok seperti nya enggak." ucap Kania.


"Aku ingin mengundang kamu ke acara ulang tahun aku." ucap Yuda.


"Humm aku akan mengusahakan untuk datang." ucap Kania.


"Kamu serius?" tanya Yuda, Kania mengangguk.


"Humm terimakasih, kalau begitu aku pulang dulu." ucap Yuda sangat bahagia dan pergi.


Kania juga senyum-senyum sendiri melihat kelakuan Yuda.


"Ekhem-ekhem!!" tiba-tiba Vincent sudah berdiri di samping nya.


"Membuat ku kaget saja, Sejak kapan paman di sana?"


"Sejak anak itu pergi dan kamu senyum-senyum seperti orang gila." ucap Vincent.


"Seperti nya kamu menyukai Yuda." ucap Vincent.


"Apa yang paman katakan?" ucap Kania.


"Tidak perlu berpura-pura seperti itu, kamu dengan Yuda ada perasaan spesial kan?" tanya Vincent.

__ADS_1


__ADS_2