
"Atau jangan-jangan Kania berbohong agar aku tidak dekat-dekat dengan dia lagi?" tanya Yuda.
Tidak sengaja dia melihat Ulfa bersama teman nya datang ke Cafe itu.
Sekarang Ulfa menghabiskan waktu nya bersama teman-teman satu kelas yang tidak terlalu akrab dengan mereka.
"Ulfa kita bisa bicara sebentar?" tanya Yuda.
Ulfa menggeleng kan kepala nya.
"Aku baru saja sampai di sini, aku mau makan dulu dan membahas tugas dengan mereka." tolak Ulfa.
"Kalau begitu aku akan menunggu di sana."
Ulfa melihat Yuda menunggu kembali di meja nya.
"Akhir-akhir ini kamu sangat jarang bermain dengan Yuda dan Kania, kalian lagi ada masalah kah?" tanya teman nya.
"Enggak kok, ayo lanjut saja belajar nya."
Keesokan harinya...
Kania melihat Ulfa masuk ke kelas seperti biasa, dia berusaha untuk menegur namun Ulfa membalas senyuman tipis.
Waktu di kamar mandi tiba-tiba Kania menahan tangan Ulfa.
"Ulfa aku sudah muak dengan semua ini, ada apa dengan kamu? aku memiliki kesalahan apa sama kamu sampai kamu mengabaikan aku seperti ini?" tanya Kania.
Ulfa melihat tangan nya di genggam sangat erat sekali.
"Aku tidak tau apa yang aku lakukan sehingga kamu begitu marah berminggu-minggu mengabaikan aku dengan Yuda."
"Aku minta maaf."
"Aku tidak meminta kamu untuk mengatakan maaf, aku hanya ingin tau apa yang membuat kamu marah kepada ku?"
"Kamu mau tau?" tanya Ulfa.
Kania mengangguk.
"Aku sangat cemburu melihat kamu bersama Yuda karena aku menyukai Yuda..Aku sudah menyukai dia cukup lama, aku hanya merasa kesal kepada diri ku sendiri tidak bisa mendapatkan Yuda bahkan untuk jujur saja aku tidak bisa."
Kania langsung terdiam, ternyata yang di katakan Vincent benar.
"Kamu sudah tau kan alasan nya, aku melihat kalian berciuman di samping kampus, aku sakit hati."
"Aku berfikir kalau kamu mencintai pak Vincent, namun ternyata kamu memiliki hubungan dengan Yuda."
Kania menggeleng kan kepala nya.
"Kamu jangan salah paham dulu, aku dengan Yuda tidak ada hubungan apapun."
Ulfa menggeleng kan kepala nya dan meminta tangan nya di lepas.
"Aku tidak mau membuat kamu merasa tidak nyaman Kania, aku minta maaf kalau sifat ku begitu buruk kepada kamu, tapi aku mohon untuk sementara kita jangan dekat dulu, aku tidak mau sifat ku membuat kamu sakit hati kepada ku."
Ulfa langsung pergi meninggalkan Kania.
Kania menghela nafas panjang.
"Ulfa sudah salah paham, sebaiknya aku meminta Yuda berbicara kepada Ulfa."
Kania mencari Yuda namun ternyata Yuda sudah pergi tidak di kampus lagi.
Di sore hari nya terpaksa Kania ke rumah Yuda.
__ADS_1
Baru saja sampai tiba-tiba handphone nya berdering telpon dari paman nya.
"Kania kamu sedang di mana?" tanya Vincent.
"Huff aku lupa kalau dia tau lokasi ku," batin Kania.
"Aku sedang di rumah teman."
"Di rumah Yuda?"
Kania diam. "Saya tau kamu sedang di rumah Yuda, kamu ngapain ke sana?" tanya Vincent.
"Paman nanti kita bicara yah, aku mau mengurus hal penting." Kania langsung mematikan sambungan telepon karena Yuda sudah keluar.
"Bisa-bisa nya dia mematikan telepon ku!" Vincent mencoba menelpon lagi namun tidak bisa karena di matikan oleh Kania.
"Kania kenapa kamu jauh-jauh ke sini?" tanya Yuda.
"Yuda kamu harus membantu aku,"
"Ada apa?"
"Ulfa, dia salah paham kepada kita. Dia berfikir kalau kita ada hubungan dan dia cemburu karena dia benar-benar menyukai kamu."
Yuda terdiam.
"Terus kamu mau aku ngapain?"
"Aku mohon bantuan kamu untuk bilang kepada Ulfa kalau kita tidak ada hubungan."
Yuda terdiam sejenak.
"Aku mohon."
"Tapi Ulfa juga tidak mau berbicara kepada ku."
Kania menghela nafas panjang.
Yuda terdiam.
"Kania aku minta maaf yah, karena tentang kejadian di kampus itu semua nya jadi seperti ini."
"Ini bukan saat nya membahas itu, aku tidak bisa kehilangan Ulfa, aku mohon bantuan kamu."
"Aku harus apa? Aku juga tidak tau mau melakukan apa."
Kania menatap wajah Yuda.
"Apa kamu tidak bisa menyukai Ulfa dan berpacaran dengan dia?" tanya Kania yang membuat Yuda kaget.
"Kania ini hati, tidak bisa di permainan seperti itu."
"Kamu mencintai aku kan?"
Yuda terdiam dan perlahan mengangguk.
"Kalau kamu mencintai aku, aku mohon menuruti keinginan ku. Ulfa cantik, baik dan juga cocok untuk kamu, aku yakin suatu saat nanti kamu akan benar-benar mencintai dia."
"Kania ini tidak semudah itu."
"Yuda aku mohon."
Yuda menghela nafas panjang.
"Aku sangat menyayangimu Ulfa, aku tidak bisa kehilangan dia."
__ADS_1
"Yuda aku percaya sama kamu, aku mohon."
Kania terus membujuk Yuda.
"Baiklah aku akan memikirkan nya, aku akan memikirkan cara lain untuk berbicara dengan dia."
"Kalau cara yang kamu pikirkan tidak berhasil kamu menggunakan cara yang aku katakan yah, aku mohon."
Yuda mengangguk sambil tersenyum. Kania langsung memeluk Yuda.
"Terimakasih banyak Yuda."
Dan seseorang mengambil foto Kania memeluk Yuda dan mengirim nya ke Vincent.
Vincent yang sedang bekerja mendapatkan foto itu membuat nya sangat marah.
"Aku tidak pernah merasakan rasa cemburu seperti ini, Kania benar-benar sangat menyiksa ku."
Di malam hari nya Kania mencoba menelpon paman nya seperti biasa namun tidak di angkat.
"Kemana yah dia? Apa masih bekerja?"
Kania mencoba menelpon terus namun tetap saja tidak ada hasil.
Di tempat lain Vincent hanya memandangi handphone nya yang berbunyi.
"Sesekali saya harus merasakan apa yang sayang rasakan."
Vincent memasang wajah cemberut, melipat kedua tangan di dada membuat ala-ala gaya perempuan ngambek.
"Ah sudahlah mungkin dia sudah tidur."
Kania pun akhir tidur.
"Kenapa dia tidak menelpon ku lagi? Apa hanya sampai di situ saja dia menelpon ku? Aku menelpon nya hampir 40 kali.
Vincent semakin bete.
Tiba-tiba dia kefikiran untuk menghubungi Yuda.
Yuda yang sedang bermain game di kamar nya melihat handphone nya berbunyi dia langsung melihat nya.
"Siapa yang menghubungi ku malam-malam seperti ini? Ini nomor siapa?"
Yuda mencoba menjawab nya.
"Halo.."
"Selamat malam, ini saya Vincent."
"Paman Vincent," ucap Yuda.
"Berapa kali saya katakan agar kamu berhenti panggil saya Paman, karena saya bukan Paman kamu!"
"Maaf pak, kalau boleh tau ada apa yah kenapa Bapak menelpon saya?"
"Kamu tidak tau kesalahan kamu apa? Saya tau hari ini Kania datang ke rumah kamu dan kalian berpelukan."
Yuda menghela nafas panjang.
"Itu tidak seperti yang bapak pikirkan."
"Apa pun itu alasan nya, kalau sampai saya melihat kamu dengan Kania lagi saya tidak segan-segan memberikan pelajaran yang pantas untuk kamu."
Terimakasih sudah membaca nya..
__ADS_1
Jangan lupa Komen tentang cerita nya yah🤗🤗🥰🥰