Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 17


__ADS_3

Tomi sudah lama tau kalau Vincent dan Kania memiliki hubungan kurang baik walaupun dia tidak tau apa masalah nya.


"Tunggu dulu Kania, ini memang tentang pak Vincent, namun ini sangat darurat." ucap Tomi.


"Tidak perlu membohongi ku Tomi."


"Aku menghubungi kamu karena mau bilang pak Vincent sudah satu Minggu sakit, namun dia terus memaksa untuk bekerja dan sudah dua hari pak Vincent sakit parah, sekarang dia tidak mau keluar dari kamar sekarang aku tidak tau bagaimana keadaan nya di dalam kamar." ucap Tomi.


"Kamu jangan bohong Tomi, aku tau ini hanya akal-akalan Paman Vincent saja." ucap Kania.


"Kali ini kamu harus percaya sama aku Kania." ucap Tomi.


"Bisa jadi saja dia pura-pura sakit." ucap Kania.


"Huff bagaimana aku menjelaskan nya kepada mu Kania? aku sungguh tidak berbohong." ucap Tomi.


Mendengar keseriusan Tomi berbicara akhirnya Kania percaya.


"Baiklah-baiklah aku percaya. Kenapa tidak hubungan mbak Minhui saja?" tanya Kania.


"Kekasih pak Vincent tengah Sibuk sehingga tidak bisa di ganggu. Dan pak Vincent juga melarang agar dia jangan sampai tau." ucap Tomi.


"Bawa saja dia ke rumah sakit." ucap Kania dan langsung mematikan handphone nya.


"Ada-ada saja. Kalau sakit tinggal ke rumah sakit kok ribet banget." ucap Kania.


"Ada apa Kania?" tanya Omah nya yang berbicara dengan Yuda di meja makan.


"Gak ada kok omah." ucap Kania.


"Oohhhh. Ya udah ayo duduk di sini." ajak Omah nya.


"Jadi kapan kamu akan kembali ke Indonesia nak Yuda? Seperti nya kamu sangat betah di sini?" ucap Omah.


Yuda menoleh ke arah Kania. "Humm aku ikut Kania saja Omah, kalau dia mau pulang aku juga pulang." ucap Yuda.


"Kelihatan nya kalian sangat akrab, jangan-jangan kalian pacaran?" tanya Omah.


Kania dan Yuda menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum malu.


"Enggak seperti itu Omah." ucap Kania.


"Omah hanya bercanda."


"Ayo lanjut makan, kata nya hari ini mau belanja banyak mau di bawa ke Indonesia." ucap Omah.


"Aduh bagaimana ini? Aku bingung harus apa?" batin Tomi. Tidak beberapa lama Vincent keluar dari kamar dia melihat Tomi berdiri di depan nya.

__ADS_1


"Pak Vincent bagaimana keadaan Bapak? Sebaiknya kita ke rumah sakit memeriksa kesehatan Bapak." ucap Tomi.


Vincent menggeleng kan kepala nya. Dia melihat Wajah Tomi.


"Kenapa kamu di sini? Kembali ke kantor jangan membuat kesalahan di kantor." ucap Vincent.


"Saya sangat khawatir dengan bapak." ucap Tomi.


"Saya baik-baik saja, saya juga sudah minum obat." ucap Vincent.


Tomi di paksa untuk pergi dari sana. Tomi tidak bisa membantah akhirnya dia mau dan pergi dari sana setelah Vincent minum obat.


Vincent melihat rumah yang berantakan, sepi dan sama sekali tidak ada keceriaan seperti biasa.


"Kania... paman sangat merindukan kamu. Kenapa kamu tidak menepati janji mu untuk kembali setelah satu bulan?" ucap Vincent.


Kania yang sedang bersenang-senang dengan Yuda tiba-tiba kefikiran kepada Vincent.


"Kania? Kenapa kamu Diam?" tanya Yuda. Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tiba-tiba kefikiran kepada Paman ku." ucap Kania.


"Mungkin kamu hanya merindukan nya saja." ucap Yuda.


"Sudah lah tidak perlu memikirkan nya, ayo kita lanjut." ajak Kania masih banyak yang harus mereka lakukan di sana. Karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.


"Huff biasanya dia kalau sakit selalu saja sulit untuk makan dan pasti menghabiskan waktu nya untuk bekerja kalau tidak ada yang mengawasi." batin Kania.


Keesokan harinya akhirnya dia memutuskan ijin kepada Omah nya kembali ke Indonesia. Omah nya cukup kaget karena mendadak namun Opah nya langsung mencari tiket untuk nya pulang.


"Tomi!" panggil Vincent. Tomi yang sedang bekerja di ruang tamu menoleh ke arah Vincent yang sudah sangat pucat sekali.


"Bapak butuh sesuatu? Apa Bapak mau minum? Makan? Saya akan mengambil nya." ucap Tomi.


Sepanjang waktu dia menjaga Vincent di rumah. Dia juga terpaksa bekerja dari sana.


Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Apa kamu sudah menghubungi Kania?" tanya Vincent.


"Sudah pak, hanya saja Kania tidak merespon."


"Hubungi dia." ucap Vincent.


"Baik pak, tapi sebaiknya bapak ke rumah sakit terlebih dahulu." ucap Tomi.


"Saya sudah minum obat, saya tidak perlu di rumah sakit." ucap Vincent.

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan meminta nona Minhui datang mengurus Bapak."


"Tidak perlu! Saya tidak mau menyusahkan dia." ucap Vincent.


Tiba-tiba handphone Tomi berdering dan itu mari Minhui.


"Halo Tomi, kamu sedang di mana? kenapa Nomor Vincent sama sekali tidak bisa di hubungi?" tanya Minhui.


"Pak Vincent masih ada urusan. Sebaiknya jangan di ganggu terlebih dahulu." ucap Tomi.


"Saya kekasih nya, bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu kepada saya!" ucap Minhui marah.


"Bukan begitu maksud Saya. Saya hanya ingin pak Vincent menyelesaikan pekerjaan nya lebih awal agar segera bisa memiliki waktu dengan Kekasih nya." ucap Tomi.


"Setelah Vincent tidak sibuk segera hubungi saya." ucap Minhui dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


Vincent menghela nafas panjang dia duduk di samping Tomi.


"Bapak sekarang sudah seperti Laki-laki yang di tinggal oleh istri bertahun-tahun." ucap Tomi.


"Apa maksud kamu?"


"Bapak seperti kehilangan cahaya hidup. Sudah satu Minggu bapak tidak melepas kan jaket ini bahkan sudah berbau aneh." ucap Tomi.


"Kamu jangan berbicara sembarangan yah! jangan mentang-mentang saya sedang sakit kamu berbicara seperti ini!" ucap Vincent.


Tomi tertawa kecil. "Seharusnya bapak sudah harus memiliki istri untuk mengurus bapak, bukan lagi saat nya untuk bermain!" ucap Tomi.


"Emang nya kamu sudah memiliki istri? Kamu jangan hanya menasehati saya." ucap Vincent.


"Bapak lupa kalau saya baru umur 25 tahun dan saya juga sudah memiliki calon yang di siapkan oleh orang tua saya?" ucap Tomi.


Vincent menghela nafas panjang.


"Nona Minhui sangat baik, dia juga sangat perduli kepada Bapak. Sebaiknya Bapak benar-benar serius kepada dia." ucap Tomi.


"Kamu tau kan kalau saya belum berniat menikah sama sekali. Dan Minhui hanya sekedar pacar bagi saya." ucap Vincent.


Tomi menghela nafas panjang. "Tapi sebelum Bapak menyesali nya sebaiknya Bapak memikirkan ini semua. Bapak juga harus memiliki keturunan." ucap Tomi.


"Kalau bapak benar-benar mencintai Minhui sebaiknya bapak segera menikahi nya. Bukan kah keluarga nona Minhui sudah setuju?" ucap Tomi.


"Saya tidak mau membahas itu. Saya tidak akan mau menikah dengan wanita yang tidak saya cintai." ucap Vincent.


"Lalu bapak tidak mencintai nona Minhui? kenapa bapak masih menahan nya bersama bapak?" tanya Tomi.


"Karena Minhui anak pejabat dan dia juga berpengaruh baik kepada saya, saya juga bisa memanfaatkan nya." ucap Vincent.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ada terdengar suara barang jatuh dari arah pintu.


__ADS_2