
"Oohh ini.." Kania melihat ke arah Yuda.
"Bagaimana ini? tidak mungkin aku bilang dari Yuda."
Yuda pagi tadi memberikan nya boneka kecil karena sangat cantik dan imut sekali.
"Aku membeli nya, aku lupa mengeluarkan nya dari tas ku.
"Sangat cantik, aku sangat suka boneka beruang kecil seperti ini."
"Kalau kamu mau ambil saja, kebetulan aku membeli dua."
"Kamu seriusan? tapi ini harganya pasti sangat mahal."
"Sudah ambil saja, kalau kamu suka, kesempatan tidak akan datang dua kali."
"Terimakasih banyak yah."
Ulfa sangat senang sekali.
Mereka sudah keluar dari kelas. "Ulfa apa kamu melihat Kania?" tanya Yuda.
"Kania seperti nya ke kamar mandi," jawab Ulfa.
Yuda melihat boneka yang ada di tangan Ulfa.
"Loh kamu dapat dari mana boneka ini?"
"Oohh ini di kasih sama Kania, dia memiliki dua jadi dia ngasih aku satu, cantik kan? aku sangat suka dengan boneka beruang."
Yuda mendengar itu sambil tersenyum.
"Oohh, kamu pulang pakai apa?"
"Seperti biasa naik ojek."
"Aku anterin yah?"
Ulfa langsung menggeleng kan kepala nya.
"Aku bisa pulang sendiri dan aku masih ada janji dengan Kania, sebaiknya kamu pulang saja sendiri."
Yuda menghela nafas panjang.
"Kenapa kamu tidak pernah menerima ajakan aku? Apa kamu masih marah sama aku?" tanya Yuda.
"Aku tidak mau membahas itu, aku pergi dulu."
Yuda menahan tangan Ulfa.
"Lepas kan!"
"Kamu tau boneka itu milik siapa? Itu aku yang ngasih ke Kania karena sebelum kamu tau isi nya kamu sudah menolak nya!"
Ulfa mengingat beberapa hari yang lalu Yuda memberikan dia paper bad namun dia tidak mau menerima nya.
"Ya setidaknya sekarang ini sudah milik Kania, dia yang memberikan nya kepada ku, Kalau aku tau kamu yang beli aku tidak akan menerima nya."
Yuda menghela nafas panjang.
"Ulfa kenapa sih kamu tiba-tiba berubah seperti ini? Kamu menjadi sangat dingin, kamu juga sangat cuek sekali sama ku, berbeda dari sebelumnya."
__ADS_1
"Karena aku tidak menyukai kamu lagi."
Yuda langsung terdiam mendengar Ulfa berbicara seperti itu.
"Kania... Kania.." panggil Yuda mengejar Kania sebelum masuk ke dalam mobil.
"Iyah kenapa Yuda?" tanya Kania.
"Kamu gak pulang sama Ulfa?"
"Ulfa sudah pulang dari tadi, aku juga baru saja selesai bertemu dengan senior."
"Boleh kita bicara sebentar?"
Kania mengangguk.
"Oh iya aku sudah ngasih boneka nya sama Ulfa."
Yuda tersenyum.
"Makasih yah."
"Iyah sama-sama."
"Aku juga sudah bertemu kok dengan dia tadi, dia juga sudah tau boneka itu aku yang beli."
"Apa dia membuangnya?"
"Enggak kok, dia berfikir itu tetap dari kamu."
Kania tersenyum mendengar nya.
"Aku tidak pernah berfikir kalau Ulfa akan sangat dingin sama kamu seperti ini. Tapi aku yakin sebenarnya dia masih menyukai kamu."
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu yah, kasian omah sama Opah di rumah pasti kesepian.
Sesampainya di rumah Kania bingung kenapa rumah begitu sepi sekali dia langsung menghubungi Omah dan Opah nya ternyata mereka sedang di luar bersama paman nya.
"Huff bagus deh kalau sama Paman, aku sangat lelah mau tidur."
Kania masuk ke kamar dan langsung tidur.
"Vincent apa kamu masih bersama gadis yang bernama Minhui itu?" tanya Opah nya.
"Bagaimana yah menjelaskan nya," batin Vincent sangat bingung.
"Kenapa kamu Diam?"
"Jangan bilang kamu sudah putus dengan nya!"
"Iyah Pah, aku sudah putus dengan Minghui karena tidak ada kecocokan di antara kami."
"Kalau begitu mamah sama papah akan menjodohkan kamu ke adik kakak ipar mu."
"Maksud nya mah?"
"Sekarang adik suami dari kakak mu baru saja menyelesaikan S2 nya, mamah rasa untuk mempererat hubungan dengan keluarga mereka Kalian harus menikah."
"Sebaiknya kita bahas ini di rumah aja yah mah."
Mereka sedang makan malam bersama Tomi, Fani dan dua Staf lain nya yang ikut dengan Vincent.
__ADS_1
"Ternyata banyak banget yah yang mau sama pak Vincent, seperti nya aku hanya bermimpi bisa memiliki Vincent.
Melihat Fani yang seperti nya sangat sedih mendengar Vincent di jodohkan Tomi langsung keluar dari sana.
"Kenapa Tomi keluar?" tanya Omah.
"Mungkin ada sesuatu yang penting Omah." jawab Fani.
"Tunggu-tunggu seperti nya kamu anak baru yah? Soal nya saya bisa melihat wajah-wajah karyawan sini dari foto namun kamu belum ada."
"Iyah Bu, saya anggota baru di sini di bagian departemen 3."
"Oohh." ucap ibu itu.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai makan.
"Ibu mau kemana?" tanya Fani yang sedang melihat Omah berjalan ke arah kamar mandi.
"Saya mau ke kamar mandi tapi saya tidak tau di mana toilet nya."
"Mari saya antar Bu."
Tomi melihat Fani yang berusaha mendekati kedua orang tua Vincent.
"Tomi apa yang kau lakukan di sini? Saya menunggu kamu dari tadi di dalam."
"Maaf pak, saya baru saja berbicara dengan klien," bohong Tomi.
Vincent melihat Fani bersama orang tua nya.
"Saya dengar kamu lah yang membawa Fani ke perusahaan ini, apa itu benar?" tanya Vincent.
"Saya hanya mau membantu dia pak, kinerja nya juga cukup Bagus."
"Saya tau, tapi saya curiga, seperti nya kalian ada hubungan."
"Tidak pak, tidak ada," ucap Tomi karena peraturan di perusahaan tidak ada yang boleh berhubungan.
"Akhir-akhir ini Kamu sedikit berbeda, kamu lebih banyak diam dan murung, apa ada yang salah?"
Tomi menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada Pak."
Vincent menghela nafas panjang.
"Saya adalah bos kamu, saya tidak memiliki hak untuk tau urusan pribadi kamu, namun di situasi seperti ini saya mohon kamu konsisten, jangan membawa-bawa masalah pribadi kamu sehingga kerja kamu terganggu."
"Saya membaca laporan Baru dari kamu semua nya berantakan, saya sangat pusing melihat nya itu sebabnya sepanjang hari saya memperbaiki nya."
"Maaf kan saya Pak."
"Saya juga memiliki masalah Tomi, namun saya tidak pernah menyangkut pautkan ke dalam pekerjaan."
Tomi mengangguk dan meminta maaf.
Setelah selesai dari sana Vincent berangkat ke acara yang ada di sebuah gedung.
Acara pertemuan antara beberapa pebisnis sukses, orang-orang tinggi dan pemilik perusahaan.
Minghui di undang karena Direktur Je tidak bisa datang, dia mewakili sebagai kekasih Je.
__ADS_1
Vincent sampai di tempat dia langsung di sambut oleh wartawan dan juga banyak media yang meliput nya.
Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut nya karena merasa itu tidak lah penting.