Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 112


__ADS_3

"Hati-hati, jangan pulang terlalu larut malam," ucap Vincent. Kania mengangguk.


Setelah mereka pergi Vincent masuk ke dalam mobil nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Bu Mona melihat Vincent menghidupkan mobil nya.


"Humm aku ada janji dengan teman-teman ku juga Mi," ucap Vincent.


"Tapi kamu sudah janji mau menemani kami makan malam di luar hari ini."


"Lain kali aja Mih, aku sangat terburu-buru." ucap Vincent.


"Tunggu dulu! Mami tidak mengijinkan kalau kamu pulang terlalu malam."


"Kamu ini calon pengantin, bagaimana kalau terjadi apa-apa?" tanya Bu Mona.


"Mami tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri, Lagian hanya berkumpul sebentar."


Vincent pergi meninggalkan rumah nya..Bu Mona menghela nafas panjang.


"Itu anak benar-benar yah, mentang-mentang Kania pergi dia juga mau ikutan pergi."


"Biasa itu bu, namanya juga sehati," ucap Omah bercanda. Bu Mona tersenyum.


"Seperti nya makan malam hanya kita bertiga saja Omah, gak apa-apa kan?" tanya Bu Mona.


"Iyah gak apa-apa."


Sementara Vincent sebelum pergi dia menjemput Tomi yang sudah menunggu nya dari tadi.


"Bapak yakin mau menemui Direktur Jeki sekarang?" tanya Tomi.


"Jangan banyak tanya! Masuk ke dalam mobil!" ucap Vincent.


Tomi mengangguk dia masuk ke dalam mobil Vincent. Kali ini Vincent yang akan menyetir sendiri.


Vincent sampai di tempat yang benar-benar jarang dia datangi.


Tempat yang di penuhi dengan meja billiard.


Dan juga banyak permainan selain itu di sana.


namun Vincent mencari seseorang yang sedang bermain billiard.


Kedatangan nya membuat semua orang yang ada di sana heboh.


"Ada apa pak Vincent datang ke sini? tumben banget,' ucap mereka.

__ADS_1


Namun Vincent dan Tomi tidak perduli, dia fokus mencari Jeki.


Tidak beberapa lama akhirnya ketemu, Jeki sedang bermain bersama teman-teman nya di temani oleh wanita-wanita cantik dan tidak lupa juga di temanin oleh minuman alkohol.


"Aku tidak pernah berfikir kalau kau akan mencari ku sampai ke sini," ucap Jeki setelah melihat Vincent di sana menatap nya dengan tatapan tajam.


Vincent mendekati Jeki. "Kita perlu bicara."


"Apa kau tidak melihat aku sedang apa? Jangan mengganggu ku, katakan saja apa yang ingin kau katakan."


Vincent menghela nafas. "Kita harus membicarakan ini di luar."


Sebelum Vincent marah besar akhirnya Jeki mengikuti nya keluar.


"Apa maksud mu memberikan foto itu kepada Kania?" tanya Vincent langsung menghajar wajah Jeki.


Jeki cukup kaget sehingga dia tidak bisa menyelamatkan diri nya sendiri.


"Jangan berpura-pura tidak tau apa-apa, apa maksudmu? Apa kau tidak merasa malu karena sudah kalah?" tanya Vincent.


"Jangan coba-coba untuk mengganggu hubungan ku lagi dengan Kania kalau kau tidak ingin mendapatkan pelajaran dari ku!" ucap Vincent.


Saat Vincent mau pergi tiba-tiba saja Jeki menarik punggung Vincent dan menghajar Vincent sampai jatuh ke lantai.


"Apa kau tau siapa perempuan yang sudah kau khianati itu?" tanya Jeki dengan Nafas yang terpenggal-penggal dan tatapan tajam, cengkraman kuat di dada Vincent.


"Aku tidak perduli! aku tidak perduli kepada wanita itu, Jangan pernah mengingatkan aku kepada masa lalu ku!" ucap Vincent.


Namun tiba-tiba banyak orang datang dan melihat Jeki menghajar Vincent. Mereka melerai dan membawa Vincent pergi dari sana.


"Arrghh!!!" Jeki sangat emosi sekali karena lagi-lagi waktu lebih memihak Vincent.


Semua orang menuduh nya menghajar Vincent.


"Sial kau Tomi! Kenapa kau tidak datang membantu ku, dia berhasil membuat wajah ku lecet."


"Maaf pak, saya membantu menenangkan semua orang agar tidak melihat perkelahian itu."


"Humm Bagus lah kalau begitu, mereka tidak akan tau kalau saya yang memukul Jeki," ucap Vincent.


Mereka keluar dari apotik setelah luka sudah di obati.


"Saya tidak ingin langsung pulang, kita cari tempat untuk bisa menenangkan Fikiran." ucap Vincent.


Tomi membawa ke dalam club langganan mereka.


"Apa kau tau kalau Viona adalah adik kandung Jeki?" tanya Vincent.

__ADS_1


Tomi menggeleng kan kepala nya. "Dari mana bapak tau?" tanya Tomi.


"Perempuan yang di dalam foto itu ada Viona dan ternyata dia adalah adik Jeki," ucap Vincent.


"Kan sudah menjadi masalalu pak, kenapa direktur Jeki masih mengirim kan foto itu kepada Kania?"


"Say tidak tau apa maksud nya, namun saya berfirasat buruk tentang itu."


"Tapi selama putus dengan bapak, mbak Viona tidak pernah terlihat lagi dimana pun itu. Kira-kira sekarang dia tinggal di mana yah?" tanya Tomi.


"Saya tidak perduli dia tinggal di mana saja, saya juga sudah tidak mengingat nya."


Mereka membahas itu sampai larut malam, sementara di tempat Kania dan juga teman-temannya heran melihat Ulfa yang minum sangat banyak di larang tidak mau.


Dia sudah sangat mabuk sehingga muntah-muntah di dalam kamar mandi. Kania mengikuti nya.


"Lagian kamu sih sok-sokan banget minum sangat banyak seperti itu!" ucap Kania.


"Kamu sangat jarang minum, giliran sekali minum pasti seperti ini," ucap Kania.


Namun Ulfa tidak menjawab nya dia masuk muntah-muntah di dalam.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "aku pulang duluan yah, katakan pada teman-teman yang lain nya juga."


"Ya sudah kalau begitu aku akan meminta Yuda mengantarkan kamu."


"Tidak perlu, aku bisa sendiri kok." Ulfa berjalan keluar dari kamar mandi namun baru saja sampai di pintu dia sudah jatuh untung saja Yuda ada di sana.


"Sebaik nya kamu mengantarkan dia pulang terlebih dahulu ke rumah ku deh, dia sudah tidak berdaya," ucap Kania.


Yuda mengangguk. Kania kembali ke meja nya.


"Kania kamu sadar gak sih Ulfa seperti nya tidak baik-baik dengan Yuda."


"Itu perasaan kamu saja."


"Tapi seperti nya itu Kania, Ulfa juga menatap kamu dan juga Yuda dengan tatapan lain."


"Bisa jadi saja dia cemburu kepada kamu."


"Aku sudah memiliki pasangan, aku bahkan sudah mau menikah, apa yang dia cemburu kan? Aku dan Yuda hanya teman."


Namun tiba-tiba dia mengingat saat dia berbincang-bincang dengan Yuda, dia tidak sengaja melihat Ulfa berjalan cepat masuk ke dalam kelas.


"Aku rasa tidak ada yang aneh, hanya membicarakan tentang orang tua Yuda."


"Tunggu dulu deh, apa jangan-jangan dia mendengar perkataan Yuda kalau orang tua Yuda berharap Yuda dan aku memiliki hubungan?" ucap Kania.

__ADS_1


Dia langsung panik, dia sangat khawatir dan langsung menghubungi Yuda.


Dan ternyata mereka masih ada di depan, Yuda mencoba membujuk Ulfa untuk masuk ke dalam mobil nya.


__ADS_2