Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 107


__ADS_3

"Aku yakin punya paman Vincent sangat lah besar, dia juga pasti sangat kuat, badan kecil mu itu pasti dengan gampang di bolak-balik dan di angkat!"


"Tunggu-tunggu dulu deh, kenapa kamu terlihat sangat paham dengan tentang hal seperti ini, apa jangan-jangan kamu sudah pernah melakukan nya?"


"Huss sembarangan saja, walaupun sekali pernah lalai karena mabuk cinta, tapi aku tetap akan menjaga diri ku baik-baik."


"Terus kamu tau nya dari mana?"


"Dari novel," ucap Ulfa.


Kania menghela nafas panjang.


"Huff pantesan saja, aku hampir lupa kalau kamu sangat pecinta novel 21+," ucap Kania.


"Ya gak semua juga kali, hanya beberapa saja."


"Ya sudah sebaik nya kita tidur, besok masih ada ujian," ucap Kania.


Keesokan harinya Kania masih berusaha untuk membujuk rayu Vincent agar tidak marah kepada nya. Begitu juga dengan Tomi.


Vincent tidak mengatakan apapun, dia hanya lebih banyak diam bahkan terlihat sangat galak.


Kania sedang duduk sendiri di depan rumah nya karena hari ini dia cepat pulang.


Namun handphone nya berdering telpon dari Bu Mona.


"Halo Kania. Maaf ibu mengganggu kamu, apa kamu sedang bersama Vincent?" tanya Bu Mona.


"Aku sudah di rumah Bu, paman Vincent masih di kantor."


"Loh hari ini kamu tidak ke kantor?"


"Enggak Bu."


"Dari tadi ibu nelpon nomor Vincent tapi tidak di jawab," ucap Bu Mona.


Kania tau kalau Vincent pasti marah juga kepada ibu nya.


"Mungkin sedang sibuk Bu,"


"Katakan padanya kalau ibu hari ini kembali ke Jakarta."


"Baiklah Bu." jawab Kania.


"Oh iya Omah sama Opah kamu juga mau datang, kamu tunggu di rumah yah."


Kania menginyakan Walaupun sebenernya dia ingin banyak tanya, kenapa mereka datang mendadak semua dalam situasi seperti ini.


Kania menunggu Vincent pulang sampai malam, namun Vincent tak kunjung pulang.

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi kalau Vincent berada di club teman nya dan sudah mabuk. Kania terpaksa pergi menjemput bersama supir.


Sesampainya di rumah Kania memapah Vincent ke kasur dan mendorong nya ke kasur dengan kesal.


"Kenapa kamu mendorong saya? Apa saya melakukan kesalahan?" tanya Vincent.


"Iyah! Paman membuat aku kesal!"


Vincent Menaik kan Alis nya.


"Hari ini Omah dan Opah sudah berangkat mau ke sini, Bu Mona juga akan datang, kalau mereka tau Paman seperti ini mereka pasti akan sangat marah."


Vincent tiba-tiba duduk sambil tersenyum. "Sungguh mereka akan datang ke sini?" tanya Vincent.


"Iyahh, aku takut kalau mereka tau tentang hubungan kita yang tidak baik-baik saja, dan sekarang Paman malah mabuk!"


"Ini adalah kabar bahagia, itu artinya mereka akan mempertimbangkan permintaan ku untuk menikahi kamu."


Kania terkejut melihat Vincent sangat bahagia sekali, berbeda dengan dirinya.


"Aneh banget sih, sebaik nya paman tidur."


"Sebentar lagi kita akan menikah, kamu akan menjadi milik saya seutuhnya."


Kania tidak menjawab nya dia langsung keluar.


"Kania, paman Vincent baik-baik aja kan?" tanya Ulfa yang dari tadi menunggu di depan kamar Vincent.


"Oh iya tadi Bu Mona bilang kalau dia akan datang."


"Iyah."


"Ngapain Kania? apa ada masalah lagi?" tanya Ulfa.


"Tidak perlu khawatir, itu semua karena ulah paman Vincent, bukan hanya aku dan juga Tomi yang kena marah semua orang dia marahin termasuk orang tua angkat dan orang kandung nya sendiri."


Ulfa menatap Kania.


"Ya lagian kamu sih yang salah."


"Sebenarnya kamu itu sahabat ku atau bukan sih? Kenapa kamu selalu menyalah kan aku?" tanya Kania dengan sedih.


"Kamu tidak menjaga perasaan paman Vincent, kamu tau sendiri dia sangat posesif. Mungkin dia ingin segera menikahi kamu agar dia bisa bebas berhubungan dengan kamu tidak perlu menyembunyikan hubungan dari beberapa orang."


"Kamu benar juga, tapi aku tidak akan berfikir ternyata dia memiliki sifat seperti ini."


Ulfa tersenyum. "Jadi sebentar lagi kamu akan menikah?" tanya Ulfa.


"Berhenti meledek ku seperti itu! aku tidak suka!" ucap Kania.

__ADS_1


Ulfa tertawa melihat ekspresi Kania yang kesal.


"Ya udah deh, kamu urus saja deh calon suami kamu dengan baik, oh iya jangan Lupa beli banyak vitamin."


Kania sangat kesal namun Ulfa langsung berlari ke dalam kamar.


Kania menghela nafas panjang. "Huff aku hanya bisa pasrah, terserah apa saja keputusan nya, yang penting Pria tua itu bahagia." ucap Kania sudah sangat kesal sehingga mengumpat.


Keesokan harinya Kania dan Ulfa menyambut Kedatangan Omah dan Opah, dan tidak beberapa lama Bu Mona datang.


Kali ini Bu Mona bersifat hangat kepada orang tua angkat Vincent.


Kania melihat Bu Mona dan omah nya sangat kompak sekali.


"Kemana Vincent Kania?" tanya Bu Mona.


"Masih dalam perjalanan pulang ke sini Bu."


Tidak beberapa lama Vincent datang bersama Tomi karena kebetulan dia sedang bersama Tomi.


"Vincent kenapa kamu tidak menjawab telpon dan pesan Mami?" tanya Bu Mona, namun Vincent tidak menjawab nya.


"Kebetulan semua nya sudah di sini, saya langsung mau membicarakan niat saya meminta Omah dan Opah jauh-jauh datang ke sini," ucap Bu Mona.


Kania sangat tegang, begitu juga dengan Omah nya.


"Beberapa hari yang lalu Vincent bilang kalau dia ingin segera menikahi Kania," ucap Bu Mona.


"Bukan nya sebelum nya ini sudah kita bicarakan lewat telpon Bu? Setelah Kania selesai kuliah mereka akan menikah."


"Ini semua karena anak saya yang ingin cepat menikahi Kania. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya akan memberikan restu kepada mereka untuk menikah." ucap bu Mona.


semua orang terkejut mendengar nya. Kemarin yang bersikeras tidak ingin menikah sangat cepat, namun sekarang dengan pasrah membiarkan anak nya menikahi yang di ketahui banyak orang adalah keponakan Vincent.


Vincent memang diam, sementara dalam hati nya sangat senang sekali, namun di depan nya ada keluarga calon istri nya jadi dia harus menjaga sifat.


"Kami sangat setuju apa saja keputusan yang terbaik, semua nya tergantung mereka berdua."


"Kania, apa kamu sudah siap?" tanya Bu Mona.


"Sa-saya," Kania menoleh ke arah Vincent.


Lalu dia mengingat lagi perkataan Ulfa yang membuat dia merinding ketika melihat badan kekar Vincent.


"Saya belum siap Bu," ucap Kania. Vincent berdiri dia langsung menatap Kania.


namun Bu Mona langsung menarik Vincent duduk lagi agar tidak malu di depan Omah dan Opah.


"Kenapa seperti itu Kania? bukan kah Kalian saling mencintai? apa sekarang kalian sudah tidak ada hubungan?" tanya Omah.

__ADS_1


"Bukan seperti itu omah, aku mau fokus ujian dan skripsi ku."


"Masalah itu sangat gampang Kania, kamu jangan menunda-nunda niat baik," ucap Opah.


__ADS_2