Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 146


__ADS_3

Jeki mondar-mandir di depan kamar Minhui. "Apa mual-mual hal yang biasa? Aku takut dia akan seperti Sarah. Menahan banyak sakit sampai pada akhirnya dia sakit parah."


Jeki akhirnya menghubungi dokter untuk datang pertama kali nya memeriksa Minhui dan keadaan bayi nya.


Minhui sangat heran, namun dia tidak bisa mengatakan apapun atau menolak karena dia membutuhkan itu demi kebaikan kandungan nya.


Setelah dokter pergi, Jeki tiba-tiba datang.


"Kenapa dia datang lagi? Apa sesuatu ketinggalan, ini sudah jam kerja," ucap Minhui.


Namun ternyata Jeki datang membawa makanan yang sehat cocok untuk bumil dari buku yang dia baca dan juga aplikasi.


"Apa ini?" tanya Minhui.


"Ini untuk mu, makan lah," ucap Jeki dan langsung pergi karena dia sudah sangat telat.


Minhui heran, tapi dia tidak bisa berkata-kata akhirnya dia memutuskan untuk membawa semua nya masuk ke dalam dapur.


"Sifat nya akhir-akhir ini berubah, aku juga tidak tau kenapa."


"Tapi ini sangat bagus untuk kesehatan ku, aku juga harus bertahan sampai aku melahirkan anak ini."


Minhui melihat buah-buahan yang di dalam plastik.


"Aku sangat merindukan Kania, apa dia tidak akan datang lagi menemui ku?"


"Dia pasti tidak akan datang lagi, aku yakin dia pasti di larang oleh suami nya."


Di Sore hari nya Jeki pulang dia melihat Minhui melamun dari sejak dia pulang.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Jeki membuat Minhui kaget.


"Aku tidak melakukan apapun, kenapa kamu harus kaget seperti itu?" tanya Jeki.


"Maaf, aku tidak tau kalau kamu sudah pulang."


Jeki melihat badan Minhui.


"Apa kamu tidak makan? Kenapa semakin hari badan mu semakin kurus? Apa kamu sengaja agar orang lain berfikir aku menyiksa mu?"


Minhui menoleh ke arah Jeki. "Bukan kah itu yang kamu lakukan selama ini?" tanya Minhui.


Jeki terdiam. "Mau bagaimana pun yang di dalam perut mu adalah anak ku, mulai dari sekarang kamu harus mengurus nya dengan baik dan melahirkan nya untuk ku."


Minhui menatap Jeki, dia berdiri dan mendorong Jeki.


"Setelah semua nya yang kamu lakukan, kamu masih berani mengatakan hal seperti itu? Aku rasa aku tidak ingin mendengar nya."


"Apa yang kamu maksud? anak itu juga anak ku."


"Diam! Awalnya kamu tidak menginginkannya anak ini, sekarang kamu meminta ku untuk melahirkan nya untuk mu?!"

__ADS_1


"Sudah lah, aku rasa semua nya cukup. Aku akan melahirkan anak ini setelah itu aku akan pergi dari kehidupan mu."


Jeki hanya bisa diam, entah mengapa dia sama sekali tidak bisa mengatakan apapun ketika Minhui sudah berbicara."


Minhui baru saja selesai mandi, Jeki melihat Minhui terus duduk di depan.


"Apa yang kamu inginkan? Seperti nya kamu menginginkan sesuatu," ucap Jeki.


Minhui menoleh ke arah Jeki. "Aku ingin keluar, aku ingin mencari sesuatu keluar."


"Kamu mau kabu? Kamu mau mencari keluarga mu? tidak bisa!"


"Aku sudah tau dia pasti tidak akan membiarkan aku keluar."


"Katakan apa yang kau cari!"


"Aku ingin bertemu dengan Kania," ucap Minhui.


"Untuk apa?" tanya Jeki marah.


"Seperti nya ini bawaan bayi nya."


Jeki terdiam sejenak dia berfikir. "Kalau keinginan ibu yang sedang hamil tidak terpenuhi anak nya akan kurang sehat, seperti nya aku harus mengijinkan nya," batin Jeki.


"Baiklah kamu bisa pergi menemui nya, tapi setelah selesai aku akan menjemput mu."


Minhui sangat senang sekali. Untuk pertama kalinya Jeki melihat Minhui tersenyum bahagia.


Di rumah Kania sedang duduk bersandar di dada suami nya sambil menonton TV.


Kania menatap suaminya. "Kenapa mas selalu ingin membeli ku hadiah, sementara ketika mas ulang tahun mas selalu melarang aku membeli hadiah."


Vincent tersenyum. "Kamu tau kalau aku tidak suka merayakan ulang tahun ku."


Kania menghela nafas panjang. "Huff baiklah aku mengerti."


"Sekarang katakan apa yang kamu mau."


"Aku tidak menginginkan apapun, aku hanya ingin berjiarah ke makam kedua orang tua ku."


"Kita baru saja dari luar negeri, kalau kembali ke sana aku harus mengambil cuti lagi, kamu harus libur kuliah lagi."


Kania tersenyum. "Kita cari waktu yang tepat saja nanti, tidak harus sekarang kok."


Vincent mengelus kepala istri nya. "Aku tidak ingin hadiah apapun, bersama suami ku saja sudah cukup bagi ku."


Vincent tersenyum. Karena sudah malam Kania ketiduran.. Vincent mengangkat nya ke kamar mereka.


Vincent tidak langsung tidur karena handphone nya berdering.


"Halo selamat malam?"

__ADS_1


"Iyah Dok, ada apa?" tanya Vincent karena dokter Sarah yang menelpon Vincent.


Dokter menjelaskan kesehatan Sarah seperti permintaan Vincent, sama seperti biasa tidak ada kemajuan.


Keesokan paginya Vincent baru saja keluar dari dalam mobil nya namun dia melihat Jeki datang dari lain Arah.


"Apa yang dia lakukan di sini?" batin Vincent.


Jeki mendekati Vincent. "Apa dia tau aku datang menemui Sarah? Aku sudah meminta mereka merahasiakan ini." batin Vincent.


"Ada apa? Tumben sekali kau sudah ada di sini?" tanya Vincent.


"Akhirnya kita bertemu setelah kejadian beberapa Minggu yang lalu," ucap Jeki.


"Langsung saja, ada apa?" tanya Vincent.


Jeki terlihat sangat berat menyampaikan nya, namun ini demi anak yang di kandungan nya."


"Minhui ingin bertemu dengan Kania," ucap Jeki.


"Untuk apa?"


"Minhui sedang hamil, mungkin itu adalah salah satu yang dia idamin," ucap Jeki.


Vincent terlihat sangat berat, namun Minhui hamil, dia juga harus menebus kesalahannya membuat Minhui masuk rumah sakit.


"Aku tidak ingin kau melakukan kesalahan yang sama, dan melukai anak ku."


Setelah itu Jeki pergi begitu saja.


"Dia akan menjadi seorang Ayah?" batin Vincent.


"Tapi aku sudah menjadi Ayah, hanya saja..."


Jeki menjemput Minhui dan mendatangi kampus Kania.


"Kania, apa kita bisa berbicara sebentar?" tanya Jeki setelah Kania selesai ngampus.


Kania kaget kenapa ada Jeki di sana.


"Apa perlu aku temani?" tanya Ulfa yang bersama Kania.


"Tidak perlu, kamu bisa pergi duluan bersama Yuda, kamu juga harus bekerja."


"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Ulfa..Kania mengangguk.


Setelah itu Ulfa dan Yuda pergi. "Ada apa direktur Je mencari saya ke sini?" tanya Kania.


"Maafkan kesalahan dan masalah beberapa hari yang lalu, kamu tidak perlu memanggil ku direktur Je, aku datang ke sini mau meminta kamu menemui Minghui."


"Mbak Minhui kenapa?"

__ADS_1


Jeki membawa Kania ke dalam mobil, dia melihat Minhui yang sangat senang ketika melihat nya.


"Mbak Minhui, kenapa bisa sampai di sini? Bagaimana keadaan Mbak?" tanya Kania.


__ADS_2