Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 210


__ADS_3

"Humm boleh gak, Shela ikut mas?" tanya Kania.


"Tentu boleh dong, oh iya kamu ajak saja Tina Saska," ucap Vincent.


Keesokan harinya..


Perlombaan Arka dan Shela di tunda terlebih dahulu sampai Minggu depan. Mereka akan pergi jalan-jalan.


Shela sangat bahagia bisa ikut begitu juga dengan Tina. Tina duduk bersampingan dengan Saska, sementara Arka dengan Shela di belakang.


"Aku sangat jarang pergi jalan-jalan seperti ini, aku senang sekali," ucap Shela.


"Sebaik nya kamu diam deh, dari tadi kamu sangat berisik!" ucap Arka. Shela mengangguk dia langsung menutup mulut nya rapat-rapat.


Satu hari di perjalanan akhirnya mereka sampai juga.


Langsung mencari Vila di sekitar danau yang begitu besar sekali.


Shela, Tina dan Kania sedang mencari makanan, sementara Vincent, Saska dan Arka berenang.


Mereka menikmati liburan dengan sangat menyenangkan sekali.


Di malam hari nya mereka bakar-bakar ikan.


Saska melihat Shela yang sangat akrab dengan Kania.


"Awalnya aku pikir dia benar-benar sulit berbaur, namun ternyata dia jauh lebih asik," ucap Tina kepada Saska.


Saska mengangguk. Saska melihat Arka sibuk dengan handphone nya. Diam-diam Saska mengintip nya dan ternyata chatan dengan Mita.


Waktu nya untuk tidur, mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


Namun Shela sama sekali tidak bisa tidur, dia berjalan-jalan keluar.


Saat dia berjalan-jalan keluar dia melihat Saska yang sedang mengambil foto danau di malam hari.


"Kak Saska kenapa belum tidur?" tanya Shela.


"Loh kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Saska.


"Aku tidak bisa tidur kak, mungkin karena sepanjang perjalanan aku tidur."


"Tapi itu kemarin, sekarang waktu nya tidur," ucap Saska. Shela duduk di samping Saska.


"Ternyata kakak memiliki banyak keahlian. Apa kakak sedang memotret danau?"


Saska mengangguk. "Iyah, apa kamu mau melihat hasil nya?" tanya Saska.


Shela mengangguk. "Wahh bagus banget," ucap Shela.


Karena di sana sangat dingin, Saska meminta Shela untuk pergi tidur sebelum mamah dan papah melihat nya.

__ADS_1


Keesokan harinya Shela dan Arka jalan-jalan ke arah pantai. Arka sibuk mengambil gambar sementara Shela main air di pantai.


Namun ternyata tiba-tiba ombak besar, Shela yang kurang pandai berenang meminta Tolong namun Arka tidak perduli karena dia tau Shela anak yang iseng pasti hanya mencari perhatian nya saja.


Namun ketika melihat Shela tidak kunjung ke tepi dia mulai panik. Kebetulan Saska dan orang tua nya melihat itu, dia depan cepat berlari dan mendapat kan Shela.


Dia membawa Shela ke pinggir pantai.


"Uhhuk-uhhuk, Shela batuk dan mengeluarkan air yang di telan nya.


"Kamu bagaimana sih Arka! Kenapa kamu membiarkan Shela tenggelam?" tanya Saska.


"Aku berfikir dia bercanda," ucap Arka. "Kamu selalu sibuk dengan urusan kamu sendiri," ucap Saska sangat marah, untuk pertama kalinya dia meninggikan Suara nya kepada Arka.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Kania.


"Gak apa-apa Tante," ucap Shela. Dia hanya panik sehingga tidak bisa berenang.


Tina melihat Saska yang sangat mengkhawatirkan Shela.


"Dia sangat marah ketika Shela tenggelam," batin Tina.


Tidak terasa akhirnya masa liburan habis. Hari ini adalah hari terakhir di sana.


Mereka mengadakan acara kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun Vincent di restoran pinggir pantai.


"Kamu cantik banget sayang," ucap Vincent melihat Kania.


"Tapi mamah benar-benar sangat cantik sekali," ucap Arka.


"Kamu harus lihat Shela, dia jauh lebih cantik dari Mamah," ucap Kania.


Shela datang bersama Tina. Saska melihat ke arah Shela. "Ya ampun, nih anak benar-benar membuat hati ku terombang-ambing, bisa-bisa nya dia sangat cantik sekali," ucap Saska dalam hati.


"Ya elah, aku tau kak Tina cantik pakai dress seperti itu, tapi gak usah seperti itu juga melihat nya kak," ucap Arka menyadarkan Saska.


Mereka berfikir Saska memerhatikan Tina. Saska hanya tersenyum saja.


Mereka juga ada acara berdansa. Banyak juga pengunjung di sana ikutan acara tersebut.


Saska dansa dengan Tina. "Aku sangat risih dengan penampilan seperti ini, aku tidak pernah pakai dress dan makeup," ucap Tina.


"Kamu cantik kok pakai dress ini, sesekali tampil feminim," ucap Saska.


Tina biasa tomboy, dia sangat senang di puji oleh Saska.


Sementara Shela dan Arka ikut berdansa juga. "Kenapa sih kamu sulit banget bilang aku cantik? Sebagai pasangan kamu harus sering memuji ku seperti yang di lakukan om Vincent kepada Tante Kania."


"Jangan berharap banyak deh kamu, emang nya kamu Mamah aku? Kamu jangan melewati batasan," ucap Arka.


Karena Tina tidak nyaman, akhirnya dia ijin sebentar pergi tukar sepatu nya. Sementara Arka meninggalkan Shela begitu saja karena tidak suka.

__ADS_1


Saska melihat Shela sendirian, dia menarik tangan Shela ke tengah karena Shela sudah mau keluar.


Shela kaget ketika melihat Saska.


"Abaikan saja Arka," ucap Saska. Shela mulai berdansa dengan kakak kelas nya itu.


"Deg!! Deg!! Deg!!" jantung Shela berdetak sangat cepat, pipi nya merah saat Saska merangkul pinggang nya.


"Detak jantung siapa ini?" batin Saska, dia berfikir itu suara detak jantung nya karena mereka benar-benar sangat dekat.


"Kak Saska wangi banget sih," ucap Shela.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, mereka langsung mencari pasangan nya sebelumnya. Tidak beberapa lama acara selesai dan bisa melakukan apapun yang mereka mau.


Saska mencari kamera nya, dia ingin mengambil foto, namun dia fokus kepada Shela yang tertawa bersama Mamah nya.


Dia mengambil foto Shela.


Keesokan harinya....


Setelah sampai di rumah masing-masing, mereka langsung istirahat karena sudah sangat lelah sekali..


"Bagaimana jalan-jalan nya nak?" tanya Minhui kepada Shela.


"Sangat menyenangkan mah, pokoknya lain kali kita harus pergi juga.".


"Pasti sayang," ucap Minhui.


"Tante sama Om titip salam sama Mamah."


"Iyah.."


"Humm kamu dengan Arka pasti semakin dekat kan?" tanya mamah nya.


"Bagaimana yah bilang nya, justru Arka semakin cuek, dia berbicara dan bersikap baik hanya di depan orang tua nya saja," batin Minhui.


"Justru aku semakin dekat dengan kak Saska. Tapi aku tidak boleh terbawa perasaan dengan sikap kak Saska, wajar saja dia baik kepada ku karena aku adalah pacar adik nya."


"Kok kamu diam sih?"


"Iyah mah, aku dengan Arka baik-baik saja," ucap Shela.


"Ya sudah kamu istirahat yah, mamah keluar dulu."


Minhui pun keluar dari kamar anak nya itu.


Di rumah Kania..


"Mamah senang deh, kamu dekat dengan Shela, jadi mamah tidak perlu khawatir kalau dia di jahatin sama yang lain di sekolah."


"Iyah mah," ucap Saska yang sambil menemani Mamah nya masak.

__ADS_1


__ADS_2