Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 30


__ADS_3

Dengan cepat Vincent menahan badan Kania agar tidak jatuh.


Mata Kania dan Vincent bertatapan satu sama lain beberapa detik.


"Ya Allah kenapa paman Vincent ganteng banget sih, semakin hari semakin Tampan saja," batin Kania.


"Aku tidak habis pikir dengan ku karena bisa mencintai wanita ceroboh seperti ini," batin Vincent.


"Lain kali hati-hati, bagaimana kalau kamu jatuh dan terluka?" ucap Vincent dan melepaskan badan Kania.


Kania minta maaf dan berjalan ke bawah karena sangat malu.


Di malam hari nya Vincent baru saja selesai mandi dan mencoba mengeringkan rambutnya namun ternyata pengering rambut nya di pinjam oleh Kania kemarin.


"Tok!! Tok!! tok!!"


"Masuk saja paman, pintu nya tidak di kunci," saut Kania dari dalam.


Vincent membuka pintu namun dia sangat kaget karena melihat Kania memakai baju yang cukup seksi.


"Ada apa Paman?" tanya Kania bingung karena Vincent langsung berbalik.


"Pakaian kamu tidak bisa di ganti yang tertutup?" tanya Vincent.


Kania baru menyadari nya dan langsung mencari jubah untuk menutupi tubuh nya.


"Maaf Paman."


"Paman mau ngambil hair dryer."


Kania mengambil nya dan memberikan nya kepada Vincent.


Vincent setelah itu langsung keluar dari kamar Kania.


"Huff ini benar-benar sangat gila."


Lagi-lagi dia harus mengumpati diri nya sendiri.


Keesokan harinya Vincent sengaja mau menjemput Kania ke kampus nya untuk makan siang namun sesuatu yang tidak ingin dia lihat harus dia lihat.


Yuda mencium Kania di balik gedung kampus.


Vincent sangat kaget melihat itu dia langsung pergi meninggalkan kampus.


Vincent tidak kembali ke kampus melainkan pergi ke club tempat biasanya dia minum di saat lagi ada masalah.


"Yuda apa yang kamu lakukan?" tanya Kania mendorong Yuda langsung.


Yuda menatap Kania.


"Aku mohon kasih aku kesempatan untuk mencintai kamu."


"Yuda aku sudah menganggap hubungan kita ini hanya sekedar teman, aku rasa hubungan teman seperti ini sudah jauh lebih baik."


"Kania aku sudah lama menyukai kamu, apa kamu tidak mau memberikan aku kesempatan?"


Kania memegang tangan Yuda.


"Maafin aku Yuda, tapi aku benar-benar tidak memiliki perasaan lebih kepada kamu."

__ADS_1


"Kenapa? Apa kamu menyukai orang lain?"


Kania terdiam.


"Apa pria itu jauh lebih baik dari ku?"


"Yuda hubungan kita temenan saja yah. Aku tidak ingin menghancurkan pertemanan kita ini."


Yuda menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku mencintai kamu dan semua yang aku lakukan selama ini karena aku mencintai kamu."


"Maafin aku Yuda."


Yuda tidak mengatakan apapun dia langsung meninggalkan Kania.


Kania menghela nafas panjang sambil memegang kepala nya yang tiba-tiba pusing.


"Baru saja aku merasa aku memiliki teman yang baik dan selalu mengerti kepada ku namun ternyata ada tujuan di balik itu semua."


Kania pulang dari kampus jam enam sore, dia meletakkan tas nya dan berbaring di sofa.


Karena cukup lelah akhirnya dia ketiduran di sofa.


"Vincent kau sudah sangat mabuk, sebaiknya hentikan." ucap teman Vincent karena Vincent sudah sangat mabuk.


"Tinggal kan aku sendiri."


"Aku akan mengantar kan kau pulang."


"Tidak! Tinggal kan aku di sini sendiri."


"Perasaan kemarin baik-baik saja baru putus dari Minghui, namun kenapa tiba-tiba patah hati sekarang?"


Rey sangat bingung dengan teman nya.


"Pak tamu anda sudah datang dan menunggu di ruangan VIP," ucap karyawan nya.


"Ya sudah kalau begitu bro, kalau butuh sesuatu panggil aku saja," ucap Rey.


Vincent mengangguk namun sambil minum.


"Kania... kenapa kamu begitu jahat kepada saya? Kenapa kamu tidak mengerti dengan perasaan saya? Apa ini pembalasan kamu setelah yang saya lakukan selama ini?" tanya Vincent.


Dia mengingat di saat dia menyadari Kania menyukai nya dan bersifat aneh dan beda, namun dia berusaha untuk berfikir positif tingkhing agar tidak ada salah paham.


Sebenarnya Vincent sudah menyadari kalau Keponakan nya itu mencintai dia, namun pada saat itu Vincent merasa itu sangat aneh itu sebabnya dia mencari cara agar bisa membuat Kania berhenti menyukai nya.


Namun setelah Kania berhenti dia yang sekarang terjebak oleh cinta yang aneh itu.


Sudah malam namun Vincent tidak kunjung berhenti minum akhirnya Rey memutuskan menelpon Tomi namun tidak di jawab.


Rey akhirnya menghubungi Kania karena hanya Kania kerabat Vincent.


Kania yang masih tidur di sofa mendengar handphone nya bunyi dia langsung bangun dan melihat siapa yang mencoba mengganggu tidur nya.


"Kak Rey, kenapa dia menelpon aku?"


Kania duduk dan menjawab telpon nya.

__ADS_1


"Kania, maaf banget kakak nelpon kamu malam-malam."


"Iyah gak apa-apa kak, ada hal yang penting kah?"


"Ini tentang Paman kamu."


"Ada apa dengan Paman Vincent kak?" tanya Kania.


"Seperti biasa. Dia minum dari siang hari dan sampai sekarang masih di sini tidak mau pulang dan sekarang sudah sangat mabuk bahkan sudah banyak tagihan nya."


Kania kaget karena sudah sangat jarang Vincent minum mabuk sampai seperti itu.


"Baiklah kak, kalau begitu aku akan ke sana sekarang."


"Kamu tidak perlu ke sini Kania ini sudah sangat malam, kamu kirim kan saja supir," ucap Rey.


"Tidak apa-apa kak, aku harus menjemput Paman Vincent sendiri."


Rey mengangguk dia pun membiarkan Kania datang.


Kania langsung menyetir ke club Rey yang sudah dua kali dia kunjungi.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga.


"Kamu nyetir sendiri?" tanya Rey kaget.


Kania mengangguk.


"Apa Paman kamu mengijinkan menyetir sendiri?"


"Itu tidak penting paman, sekarang paman Vincent di Mana?"


Rey langsung mengantarkan ke ruangan Vincent.


Kania sangat kaget melihat keadaan paman nya sudah sangat berantakan dan terlihat sangat buruk sekali.


"Apa yang terjadi paman?" tanya Kania.


Vincent melihat Kania dia langsung berdiri dan berusaha menyembunyikan minuman yang ada di tangan nya.


"Rey kenapa kamu membawa Kania ke sini?" tanya Vincent.


Kania langsung menarik tangan Vincent keluar dari ruangan itu dengan wajah marah.


Vincent yang tadi nya seperti orang yang mau mati sekarang sudah mati ketakutan dan mengikuti Kania ke dalam mobil.


Dia berusaha untuk sadar agar Kania tidak Marah besar.


"Apa-apaan ini paman? kenapa Paman mabuk seperti ini? Paman sudah janji tidak akan pernah minum-minum lagi."


"Kania..."


"Jangan sentuh aku, aku sedang marah kepada paman dan jelas kan ada apa?" ucap Kania.


"Kamu jangan marah kepada paman, paman sangat mencintai kamu, Paman tidak mau kehilangan kamu, Paman tidak mau kehilangan Kamu."


Percuma saja Kania bertanya karena Vincent seperti nya tidak bisa menjelaskan nya.


Author butuh bantuan kalian dengan cara like, komen, vote dan jangan lupa rate juga yah, Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2