Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 78


__ADS_3

Kania menatap wajah Vincent. "Lepas kan aku paman, bagaimana kalau Bu Mona melihat nya?"


"Katakan kalau kamu mencintai saya terlebih dahulu setelah itu saya akan melepaskan nya."


Kania terdiam sejenak dia memberanikan diri untuk mengatakan nya walaupun sedikit malu.


"Aku mencintai kamu.." ucap Kania dan langsung menutup wajah nya.


Vincent tersenyum dia tidak kunjung beranjak dia menarik tangan Kania agar tidak menutupi wajah nya.


Dia mencium bibir Kania, Kania menahan nya, namun Vincent tidak bisa di hentikan, dia langsung ******* bibir Kania namun baru saja menikmati waktu berdua tiba-tiba handphone Kania berdering.


Kania mau menjawab nya namun di tahan oleh Vincent.


"Sudah biarkan saja, Itu tidak penting," ujar Vincent.


"Tapi ini dari Omah."


Seketika Vincent langsung berhenti, Kania menatap Vincent langsung tegang dan gugup serta penasaran omah mau ngomong apa.


"Halo omah."


"Di mana Vincent? pasti sekarang dia bersama kamu, sekarang berikan handphone kamu kepada nya."


Kania menginyakan.


"Halo Mah." sapa Vincent dengan sedikit gugup.


"Kamu jangan membuat keluarga malu Vincent, bagaimana bisa kamu mencari Keponakan kamu sendiri?" tanya Omah.


"Hum aku bisa menjelaskan nya Mah, tapi untuk sekarang mungkin tidak terlalu jelas hanya saja aku benar-benar mencintai Kania, aku ingin menikahi nya Mamah."


"Bagaimana caranya kamu menikah dengan Kania? apa kata orang nanti?"


"Mereka tidak tau apa-apa Mah."


"Aku minta maaf Mah, aku mohon jangan melarang hubungan ku dengan Kania."


Cukup lama mereka berbicara Omah menasehati Vincent dan pada akhirnya Vincent menyampaikan niat nya untuk mengumumkan hubungan mereka.


Awal nya omah kurang yakin karena dia sendiri saja kurang terima dengan hubungan Cucu dengan anak angkat nya itu.


Namun itu sudah pilihan anak nya, dia tidak bisa lagi melarang dan akhirnya mengijinkan mereka berhubungan dengan syarat Vincent harus menjaga Kania dengan baik.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Vincent menatap Kania.


"Bagaimana?" tanya Kania.


Vincent mengangguk. "Omah merestui nya, dan saya sudah membulatkan tekad saya untuk mengumumkan hubungan kita."

__ADS_1


"Apa aku harus ikut?" Vincent mengangguk.


"Tapi aku takut, aku masih belum berani."


"Percaya sama saya, kamu tidak perlu takut karena di sini ada saya."


Vincent berusaha menyakinkan Kania agar tidak takut dan mau ikut dengan nya besok.


Keesokan harinya..


"Vincent apa hari ini kamu jadi mengadakan wawancara itu?" tanya Bu Mona kepada Vincent yang sedang siap-siap di dalam kamar nya.


"Jadi Mih, baru saja aku mau datang ke kamar mami mau minta mami ikut juga."


Bu Mona terdiam sejenak.


"Aku sudah memilih jalan seperti ini mami, aku mohon Mami mendukung aku dengan Kania karena tidak ada satu pun orang yang bisa memisahkan kami."


"Aku janji kalau Mami ikut, aku akan mengikuti perintah Mami asalkan jangan menjauhi Kania."


"Kalau begitu Mami minta kamu mengurus PT Wir Asia kembali dan memberikan perusahaan ini kepada Kania."


"Mih aku mohon jangan paksakan hal seperti ini kepada Kania, bagaimana kalau kuliah nya terganggu?" tanya Vincent.


Bu Mona menghela nafas panjang.


"Apa kamu benar-benar mencintai Kania?" tanya Bu Mona.


"Baiklah Mih, apa ini artinya Mami sudah merestui hubungan kami?"


"Belum 100%, pokoknya mamih mau kamu jangan melakukan sesuatu kepada Kania sebelum menikah."


"Kenapa Mami berbicara seperti itu? Aku tidak melakukan apapun kepada Kania."


"Tadi malam.." tiba-tiba Vincent menghentikan Mamih nya berbicara.


"Tadi malam karena aku sudah sangat merindukan Kania, hal seperti itu sangat lah biasa, aku harap Mami mengerti," ucap Vincent.


Bu Mona menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu Mami mau siap-siap dulu.


Vincent mengangguk sambil tersenyum. Setelah selesai Vincent keluar ternyata Kania sudah menunggu di bawah.


"Kamu cantik banget sayang," ucap Vincent melihat Kania berdandan sangat rapi seperti wanita kantor.


"Aku berpenampilan seperti biasa, paman terlalu berlebihan."


"Ssttt!!! Jangan panggil saya dengan panggilan paman di luar, panggil saya dengan sebutan sayang."

__ADS_1


Mendengar itu Kania tertawa kecil.


"Oke-oke, baiklah kalau begitu."


"Sebelum telat kita berangkat saja." ucap Kania.


"Tunggu dulu, Mami juga ikut."


Bu mona datang dia melihat Kania yang langsung melepaskan gandengan nya dari Vincent dan memasang wajah datar.


Tidak banyak bicara mereka langsung berangkat meninggalkan rumah.


Sesampainya di tempat acara di janjikan ternyata sudah sangat ramai menunggu mereka datang.


Vincent memulai berbicara, dia tidak melepaskan gandengan tangan nya dari Kania membuat Mami nya sudah mulai yakin kalau mereka benar-benar saling mencintai.


Direktur Je dan juga Minhui melihat acara berlangsung di TV tentang wawancara Vincent.


"Sialan! Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini?" direktur Je yang kalah sangat Marah sehingga melampiaskan amarahnya kepada Minhui.


Minhui yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah ketika direktur Je melakukan kekerasan.


namun karena uang Minhui masih bertahan dengan pria yang kelas tidak di Cinta nya lagi.


"Aku sangat cemburu melihat Kania yang sangat bahagia bersama Vincent, aku yakin Vincent pasti mencintai nya dengan sangat tulus sekali."


Setelah beberapa lama acara pun selesai, banyak nya pertanyaan semua nya sudah di jawab dan semakin banyak komentar.


Mereka sudah tidak ribut lagi karena semua nya sudah jelas, namun ada saja yang membuat Vincent dan Kania di hujat.


"Akhirnya perasaan saya sangat lega sekali." ucap Vincent sampai di ruangan nya bersama Kania sementara Bu Mona seperti biasa dia akan lanjut mengurus pekerjaan nya.


Kania meletakkan tas Vincent di atas Meja, dia duduk di sofa tempat Vincent bersandar.


tiba-tiba Vincent berbaring di pangkuan Kania.


"Saya sangat suka ketika kamu panggil saya dengan sebutan sayang."


"Tapi aku tidak nyaman paman."


"Paman saja tidak menjadi masalah bagi saya, hanya saja ketika kita berdua panggil sedikit lebih romantis."


"Tok!! Tok!!" Fani langsung masuk ke ruangan Vincent Tampa ada aba-aba dari dalam. Vincent dan Kania kaget melihat Fani sudah membuka pintu dan melihat Vincent berbaring di paha Kania.


"Ya ampun ternyata begitu sakit nya melihat orang yang kita cintai bersama orang lain." batin Fani.


Fani tidak mengatakan apapun namun wajah nya terlihat sangat Sedih dia tidak ingin mengganggu dan berlari keluar.


Tomi yang sedang berbicara dengan beberapa Staf tidak sengaja melihat Fani berlari keluar dari arah ruangan Vincent.

__ADS_1


"Seperti nya Fani patah hati lagi karena pak Vincent sudah mengakui hubungan mereka dan tentu nya pak Vincent pasti tidak segan-segan menunjukkan momen romantis mereka." ucap staf wanita yang tidak jauh dari Tomi.


__ADS_2