
Setelah beberapa lama Kania sudah siap berangkat ke kampus dia melihat Paman nya menunggu di luar.
"Tomi sudah berangkat ke kantor, kamu akan berangkat sama paman." ucap Vincent.
"Aku sudah memesan taksi online." ucap Kania.
Vincent terdiam ketika Kania meninggalkan nya begitu saja.
Di dalam mobil perjalanan ke kampus Kania memeriksa Handphone nya. Ada pesan masuk dari Ibu nya.
"Kania bagaimana kuliah kamu? Sebentar lagi sudah mau ujian kamu harus rajin belajar." isi pesan dari ibu nya.
"Ibu sama ayah juga tidak pernah menanyakan kabar ku, mereka hanya ingin aku mendapatkan nilai yang bagus agar bisa suatu saat nanti melanjutkan bisnis mereka." batin Kania.
"Pokoknya libur semester aku akan mengunjungi mereka sendiri." ucap Kania.
"Tapi aku sama sekali tidak tau di mana alamat mereka, bahkan aku juga tidak pernah dari sana." batin Kania.
Di sore hari...
"Kania apa kamu sudah pulang?" tiba-tiba saja Paman nya menelpon Kania.
"Aku sudah di rumah." jawab Kania.
Vincent yang sedang menunggu di depan kampus menghela nafas mendengar nya.
"Baiklah Paman akan pulang juga." ucap Vincent dan mematikan sambungan telepon.
Kania di rumah sedang menyirami tanaman yang ada di balkon kamar nya. Dia termenung di sana.
"Aku memiliki orang tua namun seperti anak yatim piatu. Bahkan kalau bukan karena Paman mungkin aku tidak akan bisa seperti sekarang." batin Kania.
"Kania.." panggil Paman nya dari luar. Kania sadar dia membuka pintu melihat paman nya berdiri di depan pintu.
"Kamu sudah makan?" tanya Vincent. Kania melihat jam.
"Aku sudah makan siang." jawab Kania.
"Oohh kalau begitu ayo kita belajar nyetir, bukan kah kamu mau belajar nyetir?" tanya Vincent.
Kania menggeleng kan kepala nya.
"Aku sudah tidak ingin lagi Paman. Aku ingin belajar sekarang." ucap Kania.
Dia menutup pintu membuat Vincent menghela nafas panjang.
"Maafin aku paman, dengan cara seperti ini aku perlahan bisa melupakan perasaan ku kepada Paman." ucap Kania bersandar di balik Pintu.
Di malam hari nya Vincent dan Minhui sedang makan malam bersama.
__ADS_1
"Kamu dari tadi diam saja, kamu lagi ada Masalah? coba ngomong sama aku, siapa tau aku bisa bantu." ucap Minhui.
Vincent tidak mendengar nya.
"Sayang.." panggil Minhui.
"Iyah, Kenapa sayang?" tanya Vincent.
"Kamu kenapa sih? Dari tadi termenung seperti orang banyak masalah." ucap Minhui.
"Maafin aku." ucap Vincent.
"Kalau ada Masalah cerita sama aku." ucap Minhui sambil memegang tangan Vincent.
"Enggak ada kok, aku hanya kecapean." ucap Vincent. Namun tiba-tiba dia melihat Kania bersama Yuda.
"Kamu mau makan apa?" tanya Yuda.
"Humm aku makan apa yang kamu pesan saja deh." ucap Kania sambil tersenyum.
"Siapa pria itu?" ucap Vincent. Minhui melihat ke arah pandangan Vincent.
"Loh itu kan Minhui sama teman laki-laki nya waktu di bioskop." ucap Minhui.
Vincent mau menyusul nya namun di tahan oleh Minhui.
"Kamu mau kemana? Tidak baik untuk mengganggu mereka." ucap Minhui.
Entah mengapa Vincent tiba-tiba melepaskan nya dan memasang wajah datar membuat Minhui bingung.
"Minhui ayo duduk di sini." ucap Yuda menarik tangan Kania. Vincent melihat Yuda menarik tangan Kania membuat nya menghela nafas panjang.
Vincent tidak lama di sana dia langsung membawa Minhui pulang.
"Terimakasih banyak yah Yuda sudah mengajak aku makan dan juga mengantarkan aku pulang." ucap Minhui setelah sudah sampai di depan rumah Kania.
"Iyah sama-sama, makasih juga sudah nemanin aku." ucap Yuda.
Yuda pamit pulang, Kania masuk ke dalam rumah.
"Seperti nya kamu terlihat sangat senang hari ini!" ucap Vincent membuat Kania terkejut karena dia pikir Paman nya tidak pulang.
Kania berbalik dia menoleh ke arah paman nya.
"Aku lapar, apa salah nya aku makan malam di luar. Bukan nya Paman sendiri bisa? kenapa aku tidak bisa?" ucap Kania.
Vincent mendekati Kania.
"Sejak kapan kamu tidak sopan seperti ini kepada paman Kania? Paman tidak pernah mengajari kamu seperti ini!" ucap Vincent marah.
__ADS_1
Kania tersenyum tipis.
"Paman bukan Paman kandung ku! Paman tidak berhak melarang ku seperti ini. Aku sudah dewasa dan aku berhak melakukan apapun yang aku mau." ucap Kania.
Tiba-tiba Vincent menahan tangan Kania.
"Mau bagaimana pun Paman tetap Paman kamu adik dari ibu mu!"
"Paman masih berani berbicara seperti ini setelah kebohongan yang sudah paman lakukan? Selama 19 tahun paman membohongi aku." ucap Kania.
Kania menepis tangan Paman nya. "Urus saja kehidupan Paman sendiri, aku bisa mengurus kehidupan ku. Karena aku tidak akan mau merepotkan orang yang bukan saudara kandung ku!" ucap Kania.
Vincent terkejut dengan kata-kata Kania yang begitu sakit terdengar di telinga nya.
Dia melihat Kania masuk ke dalam kamar nya.. Vincent juga berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Hari-hari berlalu. Kania benar-benar mengabaikan Vincent. Di tambah lagi sekarang dia Sibuk ujian.
Vincent berusaha untuk mendekati Kania namun Kania tidak pernah perduli lagi.
Kania lebih sering bersama Yuda dan Ulfa. Bahkan sekarang Kania berangkat ke kampus sudah menggunakan Taksi online.
Di Hari Jumat. Hari terakhir Kania ujian. Vincent seperti biasa menunggu Kania di depan kampus bersama Tomi.
Tomi melihat wajah Vincent yang akhir-akhir murung, bahkan di kantor dia lebih banyak marah.
"Sebenarnya bapak dengan Kania ada masalah apa? Kenapa akhir-akhir ini Kania sama sekali tidak terkontrol?" tanya Tomi.
Vincent tidak menjawab nya. Namun tiba-tiba Kania keluar. Vincent melihat nya dia mau menyusul Kania namun Tomi ternyata ikut di belakang nya.
Vincent mengingat beberapa hari yang lalu. Kania marah besar kepada nya karena Vincent diam-diam menegur Yuda agar menjauhi nya.
Kania marah dan meminta paman nya jangan ikut campur dengan hubungan nya.
Melihat Kania marah kepada nya Vincent tidak berani untuk membantah. Vincent lah yang mengajari itu semua.
Vincent marah karena Kania ikut campur dengan hubungan percintaan nya. Vincent juga meminta agar Kania menjaga jarak dengan nya.
Jadi sekarang semua nya bukan salah Kania melainkan kesalahan nya sendiri.
"Kania kamu pulang sama aku yah." ucap Yuda.
"Humm tapi..."
"Tenang saja, aku naik mobil kok." Kania langsung tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku pulang sama kamu." ucap Kania. Yuda tersenyum.
"Kita pergi saja Tomi." ucap Vincent. Kania melihat mobil Paman nya lewat dari depan mereka.
__ADS_1
"Itu kan mobil Paman kamu." ucap Yuda. Kania tersenyum dan mengangguk.