Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 219


__ADS_3

Dia berusaha membujuk Mamah nya agar dapat uang tambahan. Dia juga membandingkan dengan Saska yang memiliki kartu kredit sementara dia tidak.


Kania tidak bisa menolak, akhirnya dia memberikan uang tambahan untuk Anak bungsu nya itu.


Besok hari di sekolah. Saska tidak sengaja melihat Arka dan Shela berjalan ke kantin berdua.


"Apa mereka sekarang sudah berbaikan?" batin Saska.


"Ah sudahlah, aku harus fokus dulu, aku tidak mau memikirkan apapun itu.


"Lagian bagus kalau mereka akur lagi, siapa tau mereka bisa pacaran dan berjodoh kemudian.


"Saska," Panggil Tina. Saska menoleh ke arah Tina.


"Kita ke kantin yok."


"Enggak ah, kamu aja, aku mau ke perpustakaan."


"Yahh, sebentar doang loh, ayo lah," ajak Tina. namun tetap saja dia tidak mau karena tidak mau melihat Shela dan Arka di sana.


Sementara di kantin. Shela Menatap Arka. "Apa sih yang kamu mau?" tanya Shela.


"Aku hanya mau tau, sebenarnya kamu ada perasaan atau tidak kepada Kak Saska, kamu jawab jujur," ucap arka.


"Dari kemarin sangat penasaran sekali, emang untung nya sama kamu apa?" tanya Shela. "Aku akan membantu kamu jadian dengan kak Saska, karena dia juga menyukai kamu sampai sekarang."


"Kak Saska menyukai aku?" tanya Shela. "Iyah, emang nya kenapa? Kamu gak sadar kalau dia menyukai kamu."


"Bukan gak sadar, tapi dia sendiri yang bilang kalau dia kepada ku hanya kakak adik, tidak lebih."


"Kamu percaya? Dia melakukan itu hanya karena menganggap kamu adalah jodoh ku."


"Tapi benar, kamu tau sendiri orang tua kita belum membatalkan itu."


"Walaupun belum di batal kan, kamu tau sendiri kan kalau kita sama-sama tidak memiliki perasaan sekarang."


"Iyah sih, tapi kak Saska tidak mungkin menyukai ku seperti aku menyukai nya."


"Tuh kan, kamu akhirnya ngaku kalau kamu menyukai kak Saska." Shela menghela nafas panjang.


"Kamu mau bukti?" tanya Arka. Arka menunjuk hasil foto kamar Saska.


Semua foto Shela hampir memenuhi tembok kamar Saska.


Foto itu semua dia ambil diam-diam, dan saat itu senyuman dan ketawa, pas nangis, cemberut, bahagia semua nya ada di sana.


"Apa kamu masih kurang yakin? kamu bisa datang ke rumah dan melihat langsung."

__ADS_1


"Oh iya kamu tau helm nya, di sengaja beli couple untuk kamu dan untuk dia."


Shela baru tau. "Apakah masih ada yang lain nya belum aku tau?" tanya Shela.


"Kalau kamu mau tau banyak, sebaiknya kamu mulai lagi deh dekatin kak Saska."


"Aku juga akan membantu mu sedikit-sedikit," ucap Arka.


"Aku tidak mau dekatin laki-laki lagi, aku sangat takut."


"Kalau kamu tidak mendekati nya, bagaimana bisa hubungan kalian bersatu?"


"Tapi aku sangat malu, lagian kak Saska sudah pernah menolak ku."


"Kalau kamu berharap kak Saska yang jujur lebih dulu, itu tidak mungkin karena kak Saska sangat dingin ketika sudah fokus belajar."


"Baiklah, aku akan mencoba nya."


"Hari ini dia pasti main basket di tempat biasa, kamu bisa pergi ke sana."


"Aku juga akan pergi dengan Mita."


"Dengan Mita?" ucap Shela.


"Kamu jangan membenci Mita, aslinya baik kok, kamu bisa berteman dengan dia."


Arka menghela nafas panjang. "Oh iya aku belum minta maaf sama kamu sebelum nya, aku sangat jahat sama kamu, aku minta maaf yah."


Shela bukan wanita pendendam, akhirnya dia memaafkan Arka dan berjanji mereka akan akur satu sama lain.


Di malam hari nya Shela benar-benar datang. Dia melihat belum ada Saska di sana. Namun ternyata hari ini Saska tidak datang ke lapangan.


Shela sangat kecewa sekali, dia pulang dengan sia-sia.


"Tapi dia tidak akan menyerah, dia tetap akan berjuang mendapatkan Saska sebelum lulus, pokoknya dia harus jadian dengan kakak kelas nya itu.


Keesokan harinya. Saska sampai di kelas nya namun dia heran tidak biasanya ada makanan di atas meja nya.


"Apa ini dari adik-adik kelas?" tanya Saska kepada teman yang di samping nya. Namun mereka tidak tau.


Ternyata ada Surat nya. "Semangat yah kak."


"Humm pasti dari adik-adik kelas lagi," ucap Saska. Dia membagikan ke teman-teman nya.


"Iihhh nyebelin banget sih, aku sudah beli itu dengan uang jajan aku, tapi malah di kasih ke orang lain," ucap Shela yang mengintip di balik pintu.


Besok nya, Shela melakukan hal yang sama, namun sama, namun tetap saja Saska memberikan kepada orang lain.

__ADS_1


"Ihh, nyebelin banget sih, awas saja kamu yah!"


Dia mengatakan kepada Arka caranya nya gagal. "Emang kamu kasih apa?" tanya Arka.


"Susu kedelai, makanan yang pedas, dan juga banyak ciki-ciki lain nya."


"Pantesan saja di kasih ke orang lain, kamu seharusnya kasih makanan yang sehat."


"Susu kedelai kan bagus."


"Tapi kak Saska tidak suka, sebaik kamu kasih susu kotak saja, dan kasih roti, atau bisa jadi makanan yang sehat."


"Humm, oke deh aku cari dulu nanti."


Arka mengokekan dan segera pergi karena Mita sudah menunggu di parkiran.


Shela berdiri di depan sekolah, berharap Saska mau menumpang kan nya, namun ternyata tidak, Saska pulang dengan teman-teman nya sehingga mustahil dia ikut numpang.


Shela sangat kesal sekali. Sampai di rumah Shela bertanya-tanya kenapa anak nya ngambek. Jeki bertanya kepada Shela. Namun Shela hanya mengatakan tidak apa-apa.


Makan malam tiba..


"Pah, kalau boleh tau dulu waktu Papah mau dekatin perempuan tuh gimana sih?" tanya Shela.


"Yah tidak aneh-aneh," ucap Jeki. Jeki menjawab seadanya saja membuat Shela kesal.


"Ih Papah," ucap Shela. "Kamu kenapa sih nak, aneh banget, tiba-tiba nanya itu."


"Maka nya papah jawab serius."


"Emang nya kamu.mau dekatin perempuan?"


"Enggak pah, aku hanya ingin tau, aku mau kasih tips ke teman aku."


"Papah tidak melakukan apapun, mamah kamu jatuh cinta kepada papah karena Papah sangat tampan.


"Bohong!!!" ucap Minhui yang mendengar pembicaraan itu. Shela hanya bisa menghela nafas panjang. Sementara Jeki tertawa.


"Udah ah, pertanyaan kamu aneh-aneh kamu, sebaik nya kamu tidur saja, papah mau main sama Laura."


Shela masuk ke kamar nya dia membalas chat Dewi sebentar dan setelah itu dia tidur.


Sementara Saska di kamar nya melihat-lihat foto Shela, dia juga membuka video Shela yang Masih dia simpan di laptop nya.


"Huff seperti nya memiliki dia hanya mimpi," ucap Saska.


Namun dia terkejut karena pintu kamar nya di ketuk.

__ADS_1


__ADS_2