Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 238


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Maaf yah buat kamu jadi repot-repot ke sini," ucap Saska kepada Shela yang sudah menunggu nya di lobby dari tadi.


"Iyah gak apa-apa kok, ini makan siang kakak," ucap Saska. "Apa kamu tidak mau masuk? ayo kita makan bersama," ajak Saska.


"Tapi banyak orang, bagaimana Kaka ada orang lain yang melihat kita?" tanya Shela. "Tidak akan ada, karena lagi jam makan siang, semua orang sudah beristirahat," ucap Saska.


"Bagaimana dengan Om Vincent? Kalau dia melihat ku bagaimana?" tanya Shela.


"Enggak kok, kamu tidak perlu khawatir, Papah hari ini tidak masuk kantor karena mamah sakit."


"Loh kok bisa? kenapa kakak baru ngomong?" tanya Shela.


"Iyah Shela, tapi Mamah tidak sakit karena apa-apa kok, kamu tidak perlu khawatir, dia sakit karena lagi hamil," ucap Saska.


"Lagi hamil?" tanya Shela kaget. "Kenapa kamu kaget?" tanya Saska.


"Iyahh, aku takut nanti adik-adik kita mengalami hal yang sama, karena tidak beda jauh umur nya malah di jodohkan," ucap Shela.

__ADS_1


Saska tertawa mendengar nya. "Gak mungkin lah, kamu sangat jauh berfikir."


"Iyah kak, aku sangat takut, mereka nanti pasti sangat tertekan."


"Sudah jangan membahas itu lagi, ayo kita ke atas," ajak Saska menarik tangan Shela.


"Wahh ruangan kakak sangat bagus dan juga besar sekali, wangi dan sangat nyaman sekali," ucap Shela.


"Kamu terlalu berlebihan," ucap Saka.


Shela tersenyum. Dia duduk dan menyiapkan makanan untuk Saska. "Loh kok cuman satu porsi saja? Apa kamu tidak Makan?" tanya Saska.


Shela akhirnya mau makan di suapin oleh Saska. Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Shela hendak pamit pulang namun di tahan oleh Saska.


"Kenapa buru-buru sih? Kamu tidak ada urusan setelah ini, jadi kamu tunggu sebentar di sini," ucap Saska.


Shela berfikir ada hal yang penting namun ternyata Saska menutup pintu dan juga langsung berbaring di paha Shela.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Shela kaget.

__ADS_1


"Aku sangat ngantuk, aku mau tidur sebentar," ucap Saska.


"Tapi..."


"Ssttt!!! kalau kamu terus berbicara, aku tidak akan bisa tidur," ucap Saska.


"Baiklah, Kalau begitu kakak tidur saja," ucap Shela. Saska tersenyum dia langsung menutup matanya.


Shela sangat bosan menunggu Saska akhirnya dia langsung membuka handphone Saska yang kebetulan lagi ada di depan nya.


"Tidak pernah dia memeriksa handphone Saska, namun kali ini dia sangat penasaran.


Setelah dia buka ternyata sangat banyak pesan dari Tina yang tidak di buka oleh Saska. Shela membuka nya ternyata semua nya pengakuan Tina dan juga permintaan maaf, dia masih ingin berteman dengan Saska.


Namun Saska sudah tidur perduli dia tidak menghiraukan nya sama sekali.


Shela tidak membalas nya, setelah itu dia melihat chat yang lain, ternyata sangat banyak adik kelas, atau yang satu kelas yang mengirim pesan pengakuan suka kepada Saska.


"Wahh ternyata kak Saska sangat banyak yang suka, kenapa dia malah milih aku sih? padahal dia sangat tampan dan benar-benar memiliki kelebihan," ucap Shela dalam hati.

__ADS_1


"Ah sudahlah, aku tidak boleh terlalu kepo, nanti aku yang malah kesal," ucap Shela.


__ADS_2