Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 124


__ADS_3

"Sesekali seperti nya aku harus memakai baju tidur yang seksi seperti ini."


Kania tidak terbiasa namun dia harus bisa agar suami nya semakin jatuh cinta kepada Dia.


Suara mobil sudah terdengar, dia berlari turun ke bawah. Vincent melihat Kania berlari dari tangga sampai Vincent panik Kania hampir saja jatuh.


"Eh mas sudah pulang?" ucap Kania malu-malu.


"Kenapa kamu lari-lari?" tanya Vincent.


"Bagaimana kalau kamu jatuh? kamu benar' yah!" ucap Vincent.


"Aku tadi nya mau bukain pintu, eh ternyata aku telat."


Vincent melihat penampilan Kania.


"Kamu baru selesai mandi?" tanya Vincent. Kania mengangguk.


Vincent mendekati Kania mencium aroma Kania.


"Sangat Wangi sekali," ucap Vincent mau memeluk Kania namun Kania menahan nya.


"Sebaiknya mas Vincent mandi dulu, Air mandi dan pakaian sudah aku siapkan," U


ucap Kania.


Vincent tersenyum dia menganggap dan pergi langsung ke dalam kamar nya. Kania menyiapkan makan malam sebelum Vincent keluar.


Makan malam hari ini tidak begitu susah. Dia hanya memasak yang mudah.


Tidak beberapa lama Vincent datang, Kania sudah menunggu di meja makan.


"Bagaimana pekerjaan hari ini mas?" tanya Kania.


"Seperti biasa, kurang bersemangat karena kamu tidak ada di sana."


"Humm lebay deh, lagian mas sendiri yang minta aku untuk di rumah."


Vincent tersenyum. "Kamu harus istirahat total, lagian beberapa hari lagi sudah lanjut kuliah lagi."


Kania mengangguk sambil tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan.


"Mas, aku bawa ini dari Cafe Yuda, rasanya enak mas Vincent pasti suka."


"Tapi saya sudah sangat kenyang."


"Coba sedikit saja, kue ini buatan Ulfa sendiri. Kalau tidak enak atau tidak sesuai mas bisa bilang."


Vincent terpaksa harus makan karena sudah di suapin oleh istri nya.


"Enak gak?" tanya Kania. Vincent mengangguk. Tapi masih ada kurang nya. Kania langsung mencatat dan mengirim kan nya kepada Ulfa.


Ulfa yang sedang belajar melihat pesan dari Kania, dia tersenyum.

__ADS_1


"Paman Vincent sungguh memiliki lidah yang bagus," ucap Ulfa.


Ulfa awalnya kurang suka memasak, namun karena bekerja di Cafe dia jadi terinspirasi untuk memikirkan menu baru untuk Cafe.


Karena kalau ada menu baru yang dia sarankan, dia akan mendapatkan bonus.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga dia belajar, dia melihat Yuda menelpon nya, seperti biasa mereka akan melakukan berbicara sebelum tidur dan tidak mematikan sambungan telepon sampai mereka berdua ketiduran.


Vincent masuk ke kamar dia melihat Kania sudah berbaring di tempat tidur.


"Sayang, kamu belum tidur?" tanya Vincent sambil naik ke kasur.


Kania tiba-tiba membuka selimut yang menutupi tubuh nya, ternyata dia sudah membuka jubah yang dari tadi menutupi tubuh nya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent.


"Jangan berpura-pura tidak tau deh, aku ingin mas menyelesaikan semua nya malam ini," ucap Kania.


"Apa maksud kamu?"


"Aku akan menahan nya, aku tidak akan menunda nya lagi."


Vincent masih kebingungan dengan Kania yang tiba-tiba saja menjadi sangat Barbar seperti itu.


Namun dia sama sekali tidak bisa menahan diri melihat barang bagus yang ada di depan nya.. Kania sama sekali tidak memberikan dia berpaling dari tubuh Kania.


Vincent sudah berniat untuk tidak memaksa Kania malam ini.


Namun ternyata Kania sudah menyerah kan diri nya akhirnya Vincent melakukan seperti apa yang di minta oleh Kania.


Malam ini Vincent berhasil menjadikan Kania menjadi istri nya seutuhnya. Walaupun sangat sakit sekali, tapi ada kepuasan sendiri. Kania sangat senang memberikan yang terbaik untuk suami nya itu.


Vincent sangat puas sekali, namun semakin Kania berteriak kesakitan Vincent semakin bergairah.


Dia sama sekali tidak memberikan ampun kepada Kania.


Besok pagi nya Kania terbangun karena mendengar suara alarm Handphone suami nya.


Vincent juga bangun dan langsung mematikan nya. Dia melihat Kania yang tidur di dada nya.


Vincent tersenyum sambil mengelus kepala Kania.


"Good morning baby..."


"Morning mas," jawab Kania.


"Apa kamu masih ngantuk? Kamu lanjut tidur saja," Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku harus bangun masak sarapan," ucap Kania.


Vincent melihat jam masih memiliki waktu untuk tidur, namun dia sangat terkejut ketika mendengar suara teriakan Kania.


"Ada apaan sayang?" tanya Vincent.


"Sakit.. sakit banget," ucap Kania.

__ADS_1


Vincent tertawa kecil.


"Kamu lupa yah?" tanya Vincent. Kania menghela nafas panjang.


"Aku tidak lupa, hanya saja aku berfikir tidak akan sesakit ini."


"Tadi malam mas sangat kasar," ucap Kania. Vincent tersenyum.


"Kamu istirahat saja, saya akan sarapan di kantor."


Kania menghela nafas panjang.


Vincent bangun dia membawa Kania mandi bersama nya. Setelah dia selesai mandi dia merapikan tempat tidur namun dia tersenyum ketika melihat bekas merah sedikit di tempat tidur.


Tanda itu adalah sesuatu kebanggaan bagi Vincent. Selain dia mendapatkan wanita baik-baik dia juga berhasil menjaga Kania selama ini.


Vincent mau berangkat bekerja di antar oleh Kania ke depan.


"Kamu jangan banyak bergerak, kamu istirahat saja."


Kania mengangguk. Setelah itu Vincent berangkat.


Kania langsung menutup pintu dia berjalan perlahan ke sofa.


"Ya Allah kenapa sakit seperti ini? Untung saja tidak ada siapa-siapa di sini," ucap Kania dalam hati.


Tiba-tiba Ulfa menghubungi nya. "Kania hari ini kamu ke Cafe kan?" tanya Ulfa.


"Seperti nya enggak Ulfa, aku mau di rumah aja."


"Tumben banget kamu betah di rumah."


"Pokoknya aku gak bisa ke sana, aku tidak bisa berjalan." ucap Kania langsung mematikan sambungan telepon.


Ulfa terdiam sejenak. "Tidak bisa berjalan? Apa sekarang dia sudah tidak perawan lagi?" batin Ulfa.


Dia langsung heboh di grup dan teman-teman nya juga heboh, Kania hanya bisa menghela nafas panjang membaca komentar teman-teman nya itu.


Sementara Di rumah Jeki. Minhui sedang berusaha masak untuk sarapan nya sendiri, dia sangat pusing dan mual mencium aroma bawang.


Tiba-tiba Jeki pulang, namun dia tidak datang sendirian melainkan membawa perempuan nya ada di handphone Jeki.


Minhui keluar. "Eh Kenalin ini Sasya pacar baru ku," ucap Jeki kepada Minhui membuat perasaan Minhui hancur.


Di saat dia mengandung anak Jeki, berani-beraninya Jeki membawa wanita lain ke rumah.


"Dia siapa kamu sayang?"


"Oohh itu nama nya Minhui, dia pelayan di rumah ini."


"Oohh pelayan yah, kalau begitu boleh kan buat kan kita jus buah?"


Jeki memberikan isyarat dan tatapan tajam, Minhui langsung menginyakan.


Tidak beberapa lama Minhui membawa minuman ke kepada Jeki dan pacar nya.

__ADS_1


Minhui kembali ke dapur, makanan yang dia mau sudah Masak, namun dia tidak berselera mau Makan.


__ADS_2