Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 6


__ADS_3

Di Sore hari nya Kania sedang siap-siap mau pergi Nonton bioskop bersama Yuda. Dia tidak ingin memikirkan semua nya berlebihan itu akan membuat kepala nya pusing dan dia akan sedih.


Tiba-tiba handphone nya berdering. Telpon dari Opa Dan Oma nya yang sedang berada di rumah sakit.


Kania berbicara cukup banyak dengan mereka seperti biasa menanyakan kabar.


"Baiklah." jawab Kania dan telpon langsung mati.


Kania duduk lemas di pinggir kasur.


"Semua orang membohongi ku, semua orang tidak sayang dengan sungguh-sungguh kepada ku." ucap Kania.


"Sudah lah aku tidak boleh memikirkan itu, aku hari ini harus bahagia." ucap Kania.


Setelah beberapa lama akhirnya dia sudah cantik. Keluar dari rumah nya dia baru ingat ada penjaga di luar.


"Mbak mau kemana?" tanya security.


"Saya ada Janji dengan teman saya. Saya juga sudah ijin kepada Paman. Kalian tidak perlu khawatir." ucap Kania.


Mereka semua percaya karena tidak terlihat tampang mencurigakan akhirnya dia pun berangkat.


"Aku yakin sekarang pasti Paman sedang bersama Minhui, aku sudah yakin." ucap nya tiba-tiba saja terlintas di pikiran nya.


Sesampainya di mall dia bertemu dengan Yuda.


"Maaf yah Buat kamu lama nungguin." ucap Kania.


"Iyah gak apa-apa kok, nih untuk kamu. Film nya sudah mau mulai ayo masuk." ajak Yuda sambil memberikan minum.


"Kamu sangat cantik sekali. Kamu berpenampilan beda." ucap Yuda. Kania tersenyum saja. Mereka masuk ke dalam.


Namun baru saja duduk Kania melihat Paman nya datang bersama Minhui ke ruangan itu juga.


Dia langsung menyembunyikan wajah di Dada Yuda membuat Yuda kaget dan gugup.


Namun ternyata Paman nya duduk tepat di depan nya.


"Sayang kamu pasti kedinginan, nih pakai jas aku. Kamu sudah tau di sini dingin masih memakai pakaian seperti ini." ucap Vincent yang terdengar jelas oleh Kania yang duduk di belakang.


"Seperti nya Paman sadar kalau aku disini, dia selalu tau cara nya membuat aku sakit hati." ucap Kania dalam hati.


Sepanjang flim berlangsung Kania sama sekali tidak bisa fokus menonton dia hanya mendengar kemesraan Paman nya.

__ADS_1


Dua jam kemudian flim selesai. Kania dan Yuda terlebih dahulu turun. "Bukan nya itu keponakan kamu? dia sama siapa itu?" ucap Minhui sadar mereka di sana.


"Mungkin sama temen nya, ayo kita keluar." ajak Vincent.


"Flim nya seru banget, aku suka deh." ucap Yuda kepada Tania yang hanya diam.


"Aku ke toilet dulu yah." ucap Kania. Yuda mengangguk bingung. "Ada apa dengan Kania? Perasaan tadi senang sekarang lesu. Apa dia tidak suka ending film nya?" ucap Yuda heran.


Dia mencari tempat makan di sekitar situ.


"Kamu duluan ke dalam mobil yah, aku ke toilet bentar." ucap Vincent kepada Minhui. Minhui mengangguk.


"Aaaa!!!" tiba-tiba gadis-gadis di toilet berteriak karena Vincent masuk.


"Keluar dari sini! Ini toilet perempuan." ucap mereka. Vincent menghela nafas panjang.


"Saya ada Urusan dengan perempuan yang ada di dalam toilet ini, kalian sebaiknya keluar."


Mereka tidak bisa menolak dan langsung keluar dari sana.


Tidak beberapa lama Kania keluar dari toilet dia mau mencuci tangan namun tiba-tiba Vincent Menahan Kania membuat Kania terkejut.


"Pa-paman! Kenapa Paman di toilet perempuan?" tanya Kania.


"Aku ingin nonton film Paman." ucap Kania.


"Kamu sengaja kan mau mengikuti Paman pacaran? Berapa kali Paman bilang kalau kamu jangan ikut campur dengan urusan paman." ucap Vincent.


"Aku tidak sengaja paman, aku hanya tidak sengaja melihat Paman dan aku juga tidak tau kalau paman datang ke sini."


"Bohong! Kamu mau membuat saya putus dengan kekasih saya kan?" tanya Vincent.


Kania terdiam. Dia paling tidak tahan kalau sudah di marahin oleh Vincent perkara perempuan.


"Selama ini paman hanya diam saja kamu ikut campur dan membuat Paman putus. Namun sekarang Paman tidak akan diam lagi." ucap Vincent.


"Maafin aku Paman tentang itu, paman sudah janji tidak membahas nya lagi." ucap Kania.


Vincent menghela nafas panjang.


"Saya sudah salah terlalu memanjakan mu selama ini." ucap Vincent.


Kania tidak tahan menahan air mata nya dia langsung pulang Tampa menyusul Yuda yang sudah janji mau makan dulu sebelum pulang.

__ADS_1


Minhui yang sedang di dalam mobil melihat Kania keluar dia langsung masuk ke dalam Taksi.


"Itu Kania, Kenapa dia keluar sendiri. Kemana teman nya tadi?" batin Minhui. Tidak beberapa lama dia melihat Vincent keluar.


"Kalau tidak salah aku melihat kania tadi, seperti nya dia sedang menangis dan terburu-buru pulang." ucap Minhui.


"Kamu salah lihat, dia pasti di rumah sekarang." ucap Vincent.


"Oohh, mungkin hanya mirip saja." ucap Minhui bingung, karena itu jelas-jelas Kania, namun melihat raut wajah Vincent dia tidak berani berbicara banyak.


"Kania Kemana sih? Kenapa dia tidak datang? Makanan nya sudah mau dingin." batin Yuda Dia mencari ke toilet namun ternyata seseorang sudah melihat nya pergi.


Yuda menghela nafas panjang.


"Seperti nya Kania di cari oleh Paman nya, ya sudah deh kalau begitu aku makan saja." ucap Yuda.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Minhui.


"Seperti nya malam ini aku gak jadi nginep gak apa-apa kan sayang?" tanya Vincent.


"Loh kenapa?" tanya Minhui.


"Maafin aku. Kasihan kalau Kania sendiri di rumah. Tomi sedang ada urusan di kantor."


"Tapi sayang.."


"Aku janji besok pasti tidur di sini." ucap Vincent.


"Ya udah deh gak apa-apa. Makasih yah sayang waktu nya hari ini." ucap Minhui mencium bibir Vincent dan keluar dari mobil.


Vincent langsung segera pulang. Sesampainya di rumah dia mengetuk pintu kamar Kania.


Namun Kania tidak membuka nya. Mau masuk namun ternyata pintu di kunci oleh Kania.


Vincent menghela nafas panjang.


"Kania buka pintu nya, paman mau ngomong!" ucap Vincent dari balik pintu.


Kania mendengar itu namun dia memakai handset agar tidak mendengar nya lagi.


"Paman tidak pernah marah soal perempuan. Namun kali ini dia marah bahkan aku tidak sengaja. Kalau aku tau mungkin aku tidak akan pergi, aku tidak akan kuat melihat keromantisan mereka." batin Kania.


"Aku tau Paman sekarang sudah sangat membenci ku, dia sudah tidak mau melihat ku, Namum aku tidak bisa. Aku tidak akan bisa hidup tanpa Paman." ucap Kania sambil menangis.

__ADS_1


Dia merutuki diri nya sendiri yang begitu bodoh. Kania sudah bodoh karena cinta nya kepada paman nya sendiri.


__ADS_2