Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 12


__ADS_3

Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Selamat pagi sayang, aku hari ini ke perusahaan kamu yah." ucap Minhui.


"Baiklah." ucap Vincent dan mematikan sambungan telepon.


Kania melihat Paman nya pergi dia pun seperti biasa bersih-bersih rumah. dan juga pekarangan rumah.


Setelah dua jam pekerjaan rumah selesai.


dia duduk di depan rumah sambil menikmati jus yang dia buat sendiri.


Tidak lupa juga membawa laptop dan buku nya.


Kania memiliki hobi menulis novel romansa.


Ketika memiliki waktu yang senggang dia akan menulis dari pada tidak melakukan apapun.


Namun setelah berjam-jam duduk di sana dia bosan sehingga terfikir untuk belanja keluar untuk belanja isi dapur sendiri.


Dia mencatat apa saja yang kurang di dapur nya dia juga memeriksa sisa uang nya.


"Menunggu Paman yang belanja pasti akan sangat lama, tapi kalau aku pergi sendiri dengan uang segini tidak akan cukup." batin Kania.


Selama ini yang belanja di dapur adalah Vincent sesekali mengajak nya kalau dia tidak ada kegiatan.


Kania mau menelpon Paman nya meminta uang seperti biasa.


"Tidak mungkin! aku tidak boleh meminta uang kepada nya lagi kalau bukan urusan penting." batin Kania.


Akhirnya dia memutuskan untuk mengeluarkan tabungan nya sedikit dari pada dia bosan di rumah saja.


Waktunya makan siang..


"Haii sayang.." sapa Minhui yang baru saja datang dan langsung masuk ke ruangan Vincent.


"Kamu sudah datang?" ucap Vincent..Minhui tersenyum dia mendekati Vincent dan langsung duduk di paha Vincent.


"Ini sudah waktunya makan siang, sebaik nya kamu makan dulu setelah itu baru lanjut bekerja." ucap Minhui.


Vincent melihat jam. "Kamu tunggu sebentar yah, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu." ucap Vincent.


"Ini bisa di selesaikan nanti, sekarang kita makan dulu." ucap Minhui Langsung menutup laptop Vincent.


Vincent menghela nafas panjang, dia tidak menolak akhirnya mau juga di ajak makan siang.


Mereka berdua keluar bergandengan dari ruangan dan tidak sengaja berpapasan dengan Tomi.

__ADS_1


"Pak ini data-data yang bapak minta." ucap Tomi.


"Kamu letakkan saja di ruangan saya." ucap Vincent.


"Bapak mau ke mana?" tanya Tomi.


"Kamu jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang saya suruh!" ucap Vincent.


Tomi mengangguk. Dia melihat heran kepada Vincent dan Minhui yang pergi.


"Pak Vincent dan nona Minhui terlihat sangat cocok. semoga saja hubungan mereka awet tidak seperti sebelumnya." batin Tomi.


"Jadi benar sekarang pak Vincent sudah punya kekasih?" tanya Staf perempuan.


Tomi mengangguk. "Gadis itu adalah pasangan nya."


"Wahh ini kabar bahagia sekali, pantesan saja akhir-akhir ini wajah pak Vincent terlihat sangat berbeda sekali terlihat lebih ceria. dan dia juga tidak pernah marah." ucap mereka.


Tomi tersenyum.


"Apa yang kalian lakukan di sini? pergi bekerja!" ucap Tomi. Mereka langsung bubar.


Mereka makan siang di salah satu restoran yang tidak jauh dari perusahaan. Dan kebetulan sekali Kania juga melewati restoran itu sebelum ke pusat perbelanjaan.


"Sebaiknya aku makan siang dulu deh." ucap nya dan satu restoran dengan Vincent dan Minhui.


Baru saja memesan dia sudah sadar kalau Vincent dan Minhui di sana. Rasa cemburu tidak bisa dia tutupi akhirnya dia membatalkan pesanan nya dan pergi dari sana.


Di malam hari nya...


"Maaf yah Kania Paman membuat kamu lama menunggu." ucap Vincent karena sudah jam sembilan malam.


Kania menghela nafas panjang. Dia melihat penampilan Paman nya yang sudah sangat lusuh karena balik dari kantor.


"Paman sudah sangat lapar, kamu sudah memesan makanan untuk paman kan?" tanya Vincent.


Kania mengangguk. Tidak beberapa lama akhirnya makanan datang.


"Loh kok cuma satu porsi, untuk kamu mana?" tanya Vincent.


"Aku sudah makan, aku sangat lapar sehingga memutuskan makan duluan." ucap Kania.


"Maafin Paman yah, Paman tidak bermaksud untuk berbohong." ucap Vincent.


"Santai saja, Paman melakukan ini bukan hanya satu kali." ucap Kania.


"Kalau begitu Paman akan menyelesaikan makan ini dengan cepat." ucap Vincent.

__ADS_1


"Tidak perlu terburu-buru, aku juga akan pulang sekarang sudah sangat mengantuk." ucap Kania mengambil tas nya dan pergi.


Vincent menghela nafas panjang melihat Kania pergi dengan wajah yang cemberut.


"Ada apa sih dengan nya? baru saja berdamai pagi ini sekarang sudah bad mood lagi." ucap Vincent.


Dia sangat lapar namun tidak berselera lagi karena Kania mengabaikan dan Marah kepada nya.


Namun dia harus makan semua makanan itu.


Sampai di rumah Vincent baru selesai mandi dia duduk di sofa karena melihat Kania duduk di sana sambil menonton TV.


"Hum../ Oh iya Paman, aku sudah memutuskan selama libur aku ingin mengunjungi Oma dan Opa." ucap Kania langsung memotong paman nya yang mau berbicara.


"Kamu mau ke luar negeri?" tanya Vincent kaget. Kania mengangguk.


"Aku libur cukup lama. Aku juga di sini tidak ada kegiatan, aku ingin bertemu mamah sama Papah dan juga mau mengurus Oma sama Opa."


"Tidak mungkin kamu bertemu Mamah dan papah kamu kalau kamu ke rumah Opa sama Oma." ucap Vincent.


"Kenapa? bukan nya mereka satu kota?"


"Mereka sudah pindah satu bulan yang lalu karena pekerjaan." ucap Vincent.


"Sudah lah kalau begitu aku akan ke rumah Oma, dan setelah itu aku bisa ke kota mamah dan papah." ucap Kania.


"Tapi kamu tidak bisa berangkat sendirian."


"Aku sudah besar, aku bisa sendiri." ucap Kania.


Vincent menggeleng kan kepala nya. "Kamu di sini saja." ucap Vincent.


"Paman kapan sih membiarkan aku menentukan keputusan ku sendiri? aku ingin bertemu dengan mereka, aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka." ucap Kania.


"Kania kamu jangan keras kepala." ucap Vincent.


"Aku akan tetap pergi walaupun Paman tidak mengijinkan nya."


"Paman tidak akan membiarkan nya. Ada waktu nya kamu bertemu dengan mereka. Biarkan mereka yang datang ke sini." ucap Vincent.


"Paman selalu saja berbicara seperti itu! Aku bosan mendengar nya, sudah bertahun-tahun aku menunggu itu terjadi namun nyatanya mereka tidak kunjung datang melihat aku ke sini. Aku sangat merindukan mereka." ucap Kania.


"Mereka sangat sibuk Kania, mereka sangat sibuk karena pekerjaan nya yang banyak."


"Kerja! kerja! selalu itu saja alasan nya. Aku memiliki orang tua namun aku seperti anak yatim piatu!" ucap Kania.


Vincent menghela nafas panjang di memegang kedua tangan Kania menatap nya dalam-dalam.

__ADS_1


"Luar negeri tidak lah dekat Kania, mereka pasti marah kalau kamu ke sana sendiri."


"Paman bisa meminta Staf Paman menemani aku, atau Tomi juga bisa." ucap Kania masih bersekukuh tetap mau pergi.


__ADS_2