Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 56


__ADS_3

Kania berbalik dia menatap Vincent.


"Sudah saatnya paman menemani Bu Mona mumpung dia masih di Sini, aku gak apa-apa kok, aku bisa pergi sama Ulfa."


"Kamu gak marah kan?"


Kania menggeleng kan kepala nya.


Setelah itu Vincent pun pergi bersama Bu Mona.


"Kania!!!!! Kania!!! Ulfa baru saja tiba setelah beberapa menit Vincent dan Bu Mona pergi.


"Kok sepi banget sih? dia yang minta aku datang, dia nya malah gak ada di rumah," ucap Ulfa.


"Kania... Apa kamu di rumah?" tanya Ulfa.


"Aku ada di atas Ulfa, kamu masuk saja." teriak Kania dari kamar nya.


Ulfa masuk dia melihat Kania sudah cantik sekali.


"Kania kamu mau kemana? kenapa kamu sudah cantik seperti ini?"


"Loh kamu lupa kalau hari ini kita akan jalan-jalan, kamu tenang saja karena aku yang traktir, aku mau keluar tidak mau di rumah saja."


"Orang tua paman Vincent kemana? kenapa sangat sepi sekal?" tanya Ulfa.


"Mereka sudah pergi, aku siap ayo kita berangkat." ucap Kania.


Ulfa mengikuti Kania keluar dari rumah.


"Apa kamu sudah ijin sama kekasih mu?" tanya Ulfa.


Kania menunjuk kan chat nya kepada Ulfa.


"Kamu sudah percaya kan? Sekarang kamu ikut aku."


Ulfa mengangguk.


Sementara Vincent dan Bu Mona baru saja sampai di salah satu acara yang cukup ramai.


"Ini acara apa mih?"


"Ini adalah acara reunian teman-teman mamih, kami juga sudah janji akan membawa anak masing-masing, mamih pasti akan sangat malu kalau datang sendirian."


Vincent menghela nafas panjang.


"Mah aku sudah bilang kalau aku tidak mau di jodohkan, aku bisa mencari pasangan ku sendiri."


"Sudah berapa kali kamu mengatakan itu, namun sampai umur kamu 31 tahun tetap saja kamu sendiri."


"Mami ingin kamu segera menikah dan hidup bersama keluarga kamu sendiri."


"Kania masih membutuhkan aku mih, bagaimana bisa aku meninggalkan dia begitu saja?"


"Sudah cukup dengan Kania Vincent! Mamih ingin kamu terus melanjutkan hidup kamu tidak hanya fokus kepada Kania."


"Mih, Mami tau kan kenapa Kania seperti ini sekarang? Itu karena kita juga mih."


Bu Mona seketika langsung terdiam.

__ADS_1


"Jangan mencoba membahas itu sama mamih, sekarang sebaiknya kamu turun jangan membuat mami malu."


Vincent menghela nafas panjang.


"Baiklah Mi."


Mereka keluar dari dalam mobil.


"Mona... sudah lama kita tidak bertemu, kenapa kamu kelihatan sangat muda sih?"


Semua teman-teman Bu Mona menyambut nya dengan baik, dan benar saja kalau Bu Mona terlihat lebih muda di antara mereka semua.


"Itu perasaan kamu saja mungkin, mana mungkin saya muda sementara anak saya sudah umur 31 tahun."


"Oohh ini anak kamu jeng, ganteng banget." bisik teman-teman nya.


"Kenalin Tante nama saya Vincent."


"Ya ampun saya sudah sangat sering melihat kamu di tv, kamu sangat sukses sekarang."


Vincent hanya bisa tersenyum sambil mengangguk.


"Bu Jelita..."


Wanita tua yang sedang berdiri bersama wanita cantik.


"Eh jeng, kamu sudah datang, ayo silahkan duduk, dari tadi kami menunggu kamu."


Vincent melihat ke arah perempuan yang menatap nya sambil tersenyum.


"Kenalin Ini anak saya nama nya Heni."


Mereka berbicara banyak hal di sana sementara Vincent fokus pada handphone nya.


"Apa yang kamu lakukan Vincent? Kenapa kamu dari tadi fokus sama handphone mu? Apa kamu tidak bisa menghargai teman-teman mami?" tanya Bu Mona marah.


Vincent langsung duduk dengan benar dan kembali fokus dengan pembicaraan mereka.


"Ngomong-ngomong nak Heni sudah punya pasangan?" tanya Bu Mona.


Heni menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


"Kebetulan banget, Vincent juga tidak memiliki pasangan, kelihatan nya kalian sangat Cocok tidak ada salah nya untuk saling dekat kan?"


Vincent menghela nafas panjang.


"Aku sangat muak dengan hal seperti ini," batin Vincent.


Vincent dan Heni duduk bersama di meja itu karena orang tua mereka sedang bergabung dengan yang lain.


"Aku sudah cukup lama tau tentang kamu, aku juga turut prihatin yah tentang masalah yang menimpa kamu," ucap Heni.


Vincent tersenyum, dia tidak tau mau nginap apa, karena takut Vincent di anggap sombong dia mencoba mencari topik pembicaraan agar tidak terlalu cuek.


"Aku dengar-dengar kamu lulusan dari Luar negeri."


"Iyahh, sekarang aku sedang mengajar di salah satu universitas."


"Oohh kamu Dosen."

__ADS_1


Heni mengangguk.


"Apa aku boleh minta nomor kamu? siapa tau aku bisa tanya-tanya tentang dunia bisnis dari kamu."


Vincent memberikan nomor nya dan juga akun sosial media nya.


Kania dan Ulfa baru saja sampai di salah satu tempat yang sangat bagus sekali pemandangannya.


"Kania kamu tau tempat ini dari mana?" tanya Ulfa.


"Ada deh."


"Ini benar-benar sangat jauh sekali." ucap Ulfa.


Kania tersenyum dia langsung menarik tangan Ulfa ke dalam.


Sebelum masuk ke dalam mereka membeli tiket terlebih dahulu.


"Wahh Air terjun nya bagus banget," ucap Ulfa.


Seharian Ulfa dan Kania bersenang-senang tanpa menghiraukan masalah hidup mereka.


Sementara Yuda di kamar nya melihat postingan Ulfa.


"Mereka berdua benar-benar sangat tega meninggalkan aku di Sini sendiri."


Yuda berniat untuk menyusul mereka berdua.


Dengan kecepatan tinggi dia sampai dalam jangka satu jam ke tempat wisata itu.


"Yuda! Kenapa kamu bisa di sin?" tanya Kania sangat kaget sekali.


"Aarrrgghh!!! Mau sampai kapan sih kamu mengikuti kami berdua? kamu tidak memiliki teman untuk di ajak pergi?" tanya Kania.


"Aku hanya ingin bermain dengan kalian berdua."


Ulfa menghela nafas panjang.


"Huff seharusnya hari ini aku sangat senang, namun karena ada kamu mood ku hilang." ucap Ulfa.


Ulfa langsung pergi dari sana.


Kania menghela nafas panjang dia menatap Yuda.


"Kamu tau kan kalau Ulfa masih kesal sama kamu, kenapa kamu datang ke sini?" tanya Kania.


"Bukan kah kamu yang bilang kalau aku harus terus mendekati Ulfa sampai dia berhenti marah sama ku?"


"Tapi tidak seperti ini juga Yuda, kamu membuat nya tidak nyaman."


"Aku tidak tau sekarang aku ke sini mau mencari kamu atau Ulfa, tapi niat ku ke sini bukan mengganggu kalian," batin Yuda.


"Baiklah aku minta maaf, aku hanya memastikan kalian baik-baik saja, aku tidak akan menggangu," ucap Yuda langsung.


Kania tidak mengatakan apapun dia langsung pergi menyusul Ulfa.


"Ulfa, mau sampai kapan sih kamu marah seperti ini kepada Yuda? Apa kamu tidak kasian kepada nya? Dia sudah melakukan apapun untuk mendekati kamu."


"Bukan kah kamu mencintai dia? Kenapa kamu seperti ini sekarang?" tanya Kania kepada Ulfa yang masih sibuk bermain air.

__ADS_1


__ADS_2